Sejarah dan Asal Usul Uang, hingga Konspirasi Kejahatan di Baliknya

Share:

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya asal usul uang yang kita kenal hari ini, yang kita gunakan sebagai alat transaksi, yang kita kejar mati-matian? Pernahkah pula Anda berpikir, kenapa di dunia ini ada bank? Kenapa urusan uang hanya terikat dengan bank? Siapakah sebenarnya yang mencetak uang, dan mengapa punya hak untuk mencetaknya?

Jika Anda bertanya-tanya tentang hal itu, Anda bisa membaca buku History of Money, yang ditulis Andrew Hitchcock. Selain memaparkan asal usul uang dan sejarah perbankan, buku History of Money juga mengungkap konspirasi kejahatan di balik uang yang beredar di dunia. 

Buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dan terbit pada 2015. Di Indonesia, buku ini diberi subjudul "Membongkar Kejahatan Zionis Menjajah Dunia Melalui Manipulasi Uang".

Andrew Hitchcook, dalam buku History of Money, menuliskan prakata panjang lebar mengenai manipulasi uang. Ia memaparkan tentang para ekonom yang senantiasa membohongi publik bahwa resesi dan depresi adalah bagian alami dari siklus bisnis.

"Resesi dan depresi selalu terjadi bila bank sentral memanipulasi jumlah uang beredar, yang tujuan akhirnya adalah mematikan semakin banyak kekayaan yang ditransfer dari masyarakat ke tangan mereka. Bank sentral sendiri merupakan metamorfosis dari pedagang uang di zaman dulu," tulisnya.

Buku setebal 184 halaman itu menyajikan penyebab keruntuhan perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia yang sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa oleh para bandit ekonomi (economic hit man) dalam permainan kotor zionis.

Dalam buku itu diceritakan tentang bagaimana para bandit ekonomi dengan kekuatan manipulasi uang, mereka mendalangi berbagai krisis ekonomi di banyak negara.

Mereka bisa menjatuhkan nilai uang sebuah negara, membuat negara menjadi miskin, menghancurkan nilai properti, membantai industri produksi, dan mengeringkan keuangan nasional.

Buku ini menjelaskan secara kronologi, bagaimana mereka "merampok" kekayaan sebuah negara beserta rakyatnya dengan cara memanipulasi uang. Bahkan buku ini berani mengklaim mampu membuka cara berpikir pembacanya tentang manipulasi di balik terciptanya uang. Pembaca akan tercengang mengetahui kebenarannya, tulis buku itu.

Jika dikaitkan dengan kondisi terkini Indonesia, paparan buku ini semakin sesuai, di tengah kondisi ekonomi yang sedang bertahan menahan dampak krisis perlambatan ekonomi global. Tidak banyak yang menyangka jika apa yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan fenomena yang telah didisain dengan sangat rapi.

Para bandit ekonomi dituduh menjadi biang dari semakin lesunya kondisi ekonomi negeri ini.

Oleh karena itu, buku ini menjadi semakin pas dijadikan acuan dan referensi bagi para pembuat kebijakan di Tanah Air.

Buku ini menyajikan cara Profesor Joseph Stiglitz, mantan Kepala Ekonom Bank Dunia dan mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Clinton tentang strategi empat langkah yang diciptakannya bagi Bank Dunia untuk memperbudak bangsa melalui para bankir.

"Langkah pertama adalah dengan privatisasi, ini dilakukan dengan memberikan tawaran kepada para pemimpin nasional dengan komisi yang ada di rekening rahasia bank Swiss sebagai bentuk pertukaran dolar untuk pemangkasan beberapa miliar dolar dari harga penjualan aset nasional. Suap dan korupsi, murni dan sederhana."

Langkah kedua dengan liberalisasi pasar modal yang dilakukan untuk membatalkan hukum pajak uang yang melebihi perbatasannya.

Sedangkan langkah ketiga dengan menentukan harga berdasarkan pasar untuk menciptakan kerusuhan sosial di sebuah negara yang pada akhirnya menjadikan suatu negara menjadi bangkrut.

Langkah terakhir yakni sistem perdagangan bebas yang pada akhirnya akan memenangkan para bankir.

Di luar itu semua, buku ini menjelaskan secara kronologis manipulasi di balik terciptanya uang.

Buku ini meski bisa menjadi referensi bagi para ekonom dan pembuat kebijakan, beberapa bagian di dalamnya terasa membosankan. Pembaca yang tidak memiliki ketertarikan yang tinggi dalam bidang ekonomi terancam kehilangan minat membacanya pada halaman-halaman awal buku ini.

Namun, prakata buku pada halaman 3 yang diberi anak judul Manipulasi Uang dibuat nisbi singkat dan jelas untuk sedikit membawa "lari" pembaca ke dalam persoalan teknis yang lebih berat pada halaman selanjutnya.

Sebenarnya buku telah tampak dirancang sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh pembaca awam dengan cara runtutan atau sistematika waktu.

Buku disajikan dengan runtutan tahun seperti halnya buku sejarah dari mulai 48 Sebelum Masehi (SM) ketika Julius Caesar mengambil kembali hak untuk membuat koin emas dari tangan pedagang uang di zamannya untuk kepentingan masyarakat yang dijelaskan pada halaman 7.

Uraian kemudian berakhir pada 2006, saat ketika buku ini ditulis ketika Amerika dan Inggris berperang di Afganistan dan Irak hingga merencanakan ke depan untuk menginvasi Iran, seperti dijelaskan di halaman 178.

Membaca buku ini bisa membuka cakrawala pengetahuan Anda mengenai bagaimana sebenarnya asal usul uang di dunia, juga bagaimana bank-bank tumbuh di banyak negara, serta permainan apa sebenarnya yang terjadi di baliknya.