Sejarah dan Asal Usul Istilah Honeymoon atau Bulan Madu Pengantin

Share:

Honeymoon, atau yang diterjemahkan menjadi bulan madu, adalah istilah yang biasa disematkan untuk pengantin baru. Saat sepasang mempelai usai melakukan resepsi pernikahan, sehingga sah menjadi suami istri, mereka pun biasanya melakukan bulan madu atau honeymoon. 

Acara pribadi itu bisa dilakukan di mana pun—di rumah pribadi yang ditempati bersama, di luar kota, hingga di luar negeri.

Mengapa ada istilah honeymoon untuk pengantin baru? Dari mana sebenarnya istilah tersebut?

Ternyata, istilah honeymoon telah ada di masa Babylonia, 4000 tahun yang lalu. Pada zaman itu, ada budaya yang mungkin unik. 

Sejak sepasang mempelai menikah, hingga satu bulan ke depan, ayah dari pihak wanita akan menyediakan atau mengirimkan sejenis minuman yang terbuat dari madu lebah. Jadi, selama satu bulan itu, sang pengantin baru akan menikmati minuman madu yang disediakan oleh ayah sang mempelai wanita.

Dari situlah lahir istilah honeymoon hingga kita kenal di zaman sekarang. Bedanya, jika di masa lalu honeymoon merujuk pada minuman dari madu lebah yang dinikmati dalam waktu sebulan, kini arti istilah itu sudah bergeser. 

Di masa sekarang, honeymoon merujuk pada waktu yang dinikmati sepasang pengantin baru, seusai sah menjadi suami istri.