Muncul Jerawat di Ketiak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya (Bagian 1)

Share:

Jerawat di ketiak dapat dialami oleh siapa saja. Meski letaknya tersembunyi, keberadaan jerawat pada area ketiak tentu dapat mengganggu karena bisa menimbulkan rasa nyeri.

Untuk mengatasinya dengan tepat, simak penyebab jerawat di ketiak terlebih dahulu berikut ini.

Apakah jerawat di ketiak berbahaya? 

Selain di area wajah, jerawat juga bisa muncul di area tubuh yang tersembunyi, seperti ketiak. Kemunculan jerawat di ketiak terkadang bisa menimbulkan rasa khawatir. 

Pada dasarnya, jerawat di ketiak adalah kondisi yang umum terjadi dan tidak berbahaya, yang muncul sebagai benjolan kecil di kulit. Bahkan, jerawat di ketiak dapat sembuh sendiri. 

Meski demikian, benjolan kecil yang ada di ketiak tidak selamanya merupakan jerawat. Sebab, ada pula benjolan kecil di ketiak yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. 

Benjolan kecil di ketiak menyerupai jerawat tersebut mungkin dapat menimbulkan rasa nyeri, peradangan, gatal, tak nyaman, hingga keluar cairan. Itulah sebabnya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu, guna mengetahui penyebab pastinya. 

Pasalnya, bisa jadi benjolan kecil di ketiak yang Anda pikir sebagai jerawat justru merupakan kondisi kulit yang serius dan membutuhkan penanganan medis dengan segera. 

Apa penyebab jerawat di area ketiak bisa terjadi? 

Umumnya, kulit di bawah ketiak sangat halus dan tipis. Namun, kulit ketiak juga “diselimuti” oleh kelenjar keringat dan folikel rambut yang bisa tersumbat. Jika hal tersebut terjadi, bakteri akan mudah berkembang dan memicu peradangan. Alhasil, jerawat di ketiak pun dapat terjadi. 

Adapun penyebab jerawat di ketiak beragam, berikut adalah penjelasan selengkapnya. 

1. Adanya gesekan

Salah satu penyebab jerawat di ketiak adalah adanya gesekan. Kulit ketiak bisa dibilang sangat rentan terhadap gesekan karena refleks lengan Anda yang kerap diayun ke depan dan belakang saat beraktivitas. 

Setiap kali kulit di bawah ketiak bergesekan, maka kemungkinan terjadinya cedera, iritasi, hingga infeksi dapat terjadi. Ini juga termasuk apabila kulit bergesekan dengan pakaian ketat, tali pengait pada bra, serta tali tas atau ransel yang Anda gunakan. 

Gesekan inilah yang dapat menimbulkan benjolan kecil menyerupai jerawat. Ketika kulit yang mengalami gesekan jadi iritasi dan meradang, maka pori-pori dapat tersumbat sehingga muncul jerawat di ketiak. 

2. Luka akibat pisau cukur

Luka akibat pisau cukur juga bisa menjadi penyebab jerawat di ketiak. Sebab, sering mencukur bulu ketiak dapat meningkatkan risiko iritasi dan ruam merah pada kulit ketiak Anda yang halus.

Apalagi kalau pisau cukur sudah tumpul, maka dapat meningkatkan potensi perpindahan bakteri dari pisau cukur ke kulit ketiak. Akibatnya, benjolan seperti jerawat di area ketiak pun tak terhindarkan.

Untuk mencegah kondisi ini, pastikan Anda menggunakan pisau cukur yang steril, serta oleskan pelembap sesudah mencukur rambut ketiak, agar kelembapan kulit tetap terjaga.

3. Rambut tumbuh ke dalam

Penyebab jerawat di ketiak berikutnya adalah kondisi rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair). Hal ini dapat terjadi ketika sel kulit mati menghambat folikel rambut. Alhasil, setelah Anda mencukur rambut ketiak, pertumbuhan rambut justru mengarah ke dalam folikel rambut dan menyumbatnya.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan infeksi. Ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala ini tidak kunjung membaik dengan sendirinya. 

Agar rambut tumbuh ke dalam dapat dihindari, pastikan Anda mencukur rambut ketiak ke arah pertumbuhan rambut, sehingga tidak rentan menimbulkan infeksi.

4. Folikulitis

Folikulitis adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada folikel rambut. Pada awalnya, folikulitis terlihat seperti benjolan merah kecil menyerupai jerawat di area ketiak.

Untuk kasus folikulitis yang ringan, Anda bisa mengatasinya dengan cara menjaga area ketiak agar tetap bersih dan bebas bakteri. Namun, pada kasus yang parah dan menyebabkan rasa nyeri, Anda dianjurkan untuk menemui dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Sebab, folikulitis yang parah membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Bahkan, dapat menyebabkan rambut rontok dan luka.

5. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah penyakit kulit yang ditandai dengan ruam gatal. Biasanya, dermatitis kontak dipicu oleh reaksi alergi. Lagi-lagi, salah satu gejala dermatitis kontak adalah benjolan yang terlihat seperti jerawat di area ketiak. 

Selain itu, gejala lain seperti pembengkakan, kulit kering, hingga ruam merah juga bisa muncul.

Cara mengatasi dermatitis kontak adalah dengan menghindari paparan zat iritan. Akan tetapi, pada kasus yang lebih parah, dokter mungkin akan meresepkan obat oles untuk menenangkan gejala ruam, gatal, dan peradangan.

6. Infeksi jamur

Kulit ketiak adalah salah satu bagian kulit pada tubuh Anda yang sangat rentan terhadap infeksi jamur. Pasalnya, kulit ketiak seringkali lembap sehingga infeksi jamur mungkin saja terjadi.

Gejala infeksi jamur bisa berupa benjolan merah yang tampak seperti jerawat di area ketiak. Biasanya, benjolan ini berisi nanah.

Jika Anda mencurigai benjolan di ketiak menyerupai jerawat disebabkan oleh infeksi jamur, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan krim antijamur. 

7. Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah penyakit kulit yang seringkali muncul di bagian kulit ketiak. Namun, bukan berarti hidradenitis suppurativa tidak bisa muncul di bagian kulit lainnya. Gejalanya pun bisa berupa benjolan merah yang menyerupai jerawat di area ketiak. 

Tanpa penanganan yang tepat, benjolan ini bisa masuk ke dalam kulit dan menyebabkan rasa nyeri. Maka dari itu, segera konsultasikan dengan dokter apabila jerawat pada ketiak yang Anda alami disebabkan oleh kondisi kulit ini. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengurangi peradangan dan melawan infeksi yang terjadi. 

Pengobatan jerawat masih dapat dilakukan bersamaan dengan obat yang diresepkan oleh dokter guna mengurangi gejala ruam. Pada kasus yang lebih parah, tindakan pembedahan mungkin dibutuhkan untuk mengobati hidradenitis suppurativa. 

Baca lanjutannya: Muncul Jerawat di Ketiak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya (Bagian 2)