Mobil yang Kita Kenal Sekarang Akan Punah pada Tahun 2050

Share:

Lima puluh tahun yang lalu, orang mungkin tidak membayangkan bahwa kelak teknologi akan secanggih seperti yang kita nikmati sekarang. Lima puluh tahun yang lalu, orang belum bisa mengakses internet, belum bisa bertelepon dengan ponsel, belum mengenal media sosial semacam Twitter, Facebook, dan lain-lain. 

Secara spesifik, kendaraan yang kita kenal hari ini jauh berbeda dengan bentuk kendaraan lima puluh tahun yang lalu.

Teknologi berkembang dengan pesat, dan dari waktu ke waktu lanjunya semakin cepat. Hal serupa juga terjadi pada teknologi kendaraan. Mobil-mobil yang kita kenal saat ini adalah mobil-mobil yang menggunakan mesin pembakaran dalam, yang membutuhkan BBM sebagai bahan bakar. 

Namun, lima puluh tahun mendatang, mobil seperti yang kita kenal sekarang diperkirakan akan punah, dan berganti dengan mobil jenis baru yang lebih baik sekalgus lebih bersih atau minim polusi.

Kenyataan itu, setidaknya, ditegaskan oleh Toyota, raksasa otomotif Jepang dan pemain teratas di industri global. Toyota menyatakan, mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) akan mati pada 2050, dan bakal digantikan eksistensinya oleh kendaran listrik.

Ini disampaikan langsung oleh Kepala R&D dan Teknik Toyota, Seigo Kuzumaki seperti dilansir Carscoops dan Motoring.com.au. Dirinya mengatakan kalau penurunan emisi CO2 akan memaksa produsen mobil untuk sepenuhnya menerima elektrifikasi.

"Kami memperkirakan bahwa pada tahun 2050 akan mengurangi emisi CO2 dari kendaraan hingga 90 persen dibandingkan dengan kondisi 2010. Untuk mencapai itu, mulai 2040 mobil bermesin pembakaran internal tidak lagi dibuat, hanya beberapa hybrid atau plug-in hybrid," ujar Kuzumaki.

Salah satu bagian penting dalam rencana electric vehicle (EV) jangka panjang Toyota adalah penerapan baterai solid-state canggih.

Kendaraan all-electric pertama di pasaran tiba pada tahun 2020, dengan baterai lithium-ion tradisional, menyaingi Nissan Leaf yang menjadi kendaraan listrik terlaris. Namun, Toyota memastikan bakal memproduksi baterai solid-state, yang memungkinkan EV mereka punya jangkauan yang luar biasa dan pengisian cepat.

"Kami memegang lebih banyak paten pada baterai solid-state daripada perusahaan lain. Kami semakin dekat dengan pengembangan mobil menggunakan teknologi, dan kami percaya akan berada paling depan di antara para pesaing," tutur Kuzumaki.