Misteri Ramalan Jayabaya yang Kini Terbukti

Share:

Sejarah Nusantara memiliki banyak tokoh yang menjelma sebagai legenda. Kemahsyuran mereka bisa karena kekuasaan yang dimiliki, atau luasnya ilmu yang dikuasai, atau bisa pula karena kemampuan visinya dalam menatap masa depan. Untuk hal terakhir, orang-orang semacam Ronggowarsito dan Jayabaya adalah beberapa di antaranya.

Ronggowarsito maupun Jayabaya memiliki kemampuan dalam menatap masa depan, sebuah visi yang tidak dilihat atau dipahami orang-orang sezamannya. Karenanya, pada masa lalu, baik Ronggowarsito maupun Jayabaya menuliskan visinya, yang kini kerap disebut sebagai ramalan. Yang ajaib, visi atau ramalan mereka banyak yang kemudian terbukti.
 
Berikut ini adalah beberapa visi atau ramalan Jayabaya yang dipercaya telah benar-benar terjadi.

Akan datang bangsa kulit kuning yang melepaskan Indonesia dari kekejaman kulit putih

Masa penjajahan Belanda di Indonesia diketahui mencapai usia 350 tahun. Hal itu sangat membekas bagi bangsa Indonesia. Setelah 350 tahun, datanglah bangsa Jepang yang merebut penjajahan Belanda atas Indonesia. 

Hal itu ternyata sudah pernah diprediksikan oleh Jayabaya. Ia mengatakan bahwa akan datang kulit kuning yang melepaskan Indonesia dari kekejaman kulit putih. Kulit kuning yang dimaksud adalah orang Jepang, sedangkan kulit putih yang dimaksud adalah orang Belanda. 

Korupsi semakin merajalela

Korupsi memang seolah menjadi budaya yang sudah menjadi praktik berabad-abad. Sebagai bukti, korupsi ternyata memang sudah ada sejak zaman kerajaan kuno. Sebelumnya, Jayabaya sudah pernah meramalkan hal ini akan terjadi. “Akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe. Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan, lali sanak lali kadang”.

Begitukah bunyi ramalan Jayabaya, yang kira-kira artinya banyak orang yang melanggar janji dan sumpahnya sendiri. Orang selalu menempatkan uang sebagai prioritas, yang membuatnya lupa akan kebaikan dan kemanusiaan.

Banyak orang mau kaya secara instan

Sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak orang yang mau memiliki harta berlimpah namun malas bekerja. Mau kaya dalam sekejap mata. Akhirnya menghalalkan segala cara demi gengsi semata. Makanya banyak praktik pesugihan di Indonesia, bukan hanya di daerah Jawa. Pesugihan merupakan kegiatan menyembah setan demi kekayaan, dengan aneka tumbal sebagai penebusnya. Tentu saja ini termasuk ilmu hitam yang diharamkan.

Dulu kala Jayabaya pernah berucap, “Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin. Luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka”. 

Ramalan tersebut berisi tentang akan ada masanya banyak orang yang bekerja namun merasa malu, akhirnya memilih menipu. Akan ada juga orang yang mau kaya tapi malas bekerja. Akhirnya mereka menghalalkan segala cara.

Peradaban akan berubah

Jayabaya memang sudah berpulang berabad-abad yang lalu. Dia tidak akan pernah merasakan peradaban modern yang sekarang kita rasakan. Namun setidaknya peradaban seperti sekarang sudah pernah diramalkan olehnya. “Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpa jaran, tanah jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange”.

Hal tersebut benar-benar terjadi. Akan ada masa ketika kereta berjalan tanpa kuda (mobil), tanah Jawa dikalungi besi (rel kereta api), ada perahu yang berjalan di angkasa (pesawat terbang), sungai hilang sumbernya (kekeringan), dan hilang kumandang pasar (berganti dengan pasar-pasar modern atau online).

Pendidikan dikomersialisasi

Akses pendidikan yang “belum gratis” bagi siapa pun memang masih menjadi permasalahan besar bagi bangsa ini. Pasalnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Pendidikan beserta mutunya harus ditukar dengan jumlah pundi-pundi rupiah yang setimpal. 

Jayabaya pernah mengeluarkan ramalannya, yaitu “akeh wong ngedol ilmu”, yang artinya banyak orang yang menjual ilmunya. Tak heran kalau pendidikan sekarang ini menjadi ladang bisnis bagi siapa pun yang bersangkutan.

Ramalan Notonogoro

Indonesia memang sudah beberapa kali dipimpin oleh presiden yang berbeda. Mulai dari Soekarno hingga Jokowi saat ini. Masing-masing memang memiliki gaya sendiri dalam memimpin bangsa Indonesia. Ternyata ada satu ramalan Jayabaya yang legendaris, yaitu pemimpin bangsa Indonesia adalah Notonogoro (menata negara).

Hal ini bisa dikatakan sudah terjadi di tiga pemimpin bangsa Indonesia. Sebut saja SoekarNO, SoeharTO dan Susilo Bambang YudhoyoNO. Ketiga pemimpin tersebut dipercayai sebagai salah satu bukti ramalan Jayabaya yang sudah terjadi di Indonesia.