Misteri Membingungkan di Balik Hilangnya Kapal dan Banyak Pesawat

Share:

Joshua Slocum adalah orang yang terkenal sebagai petualang. Dia dianggap sebagai orang pertama yang melaut ke seluruh dunia seorang diri. Pada tahun 1909, dalam pelayaran dari Martha Vineyard ke Amerika Selatan, Joshua Slocum hilang. Sejak itu, dia tidak pernah muncul lagi, dan hilangnya Joshua Slocum dianggap misterius.
 
Meski misterius, hilangnya Joshua Slocum bisa dibilang tidak aneh, karena dia hanya sendirian. Di tengah luasnya daratan atau di tengah luasnya laut, satu orang bisa hilang dan lenyap dengan mudah. Dari tergulung badai, sampai tenggelam. Artinya, bisa jadi dia mati tenggelam, namun jasadnya tidak pernah ditemukan. Itu hal yang wajar.

Tapi bagaimana dengan hilangnya pesawat dan kapal laut yang ukurannya sangat besar? Jika kapal laut tenggelam di lautan, mestinya bangkai kapal bisa ditemukan, karena ukurannya sangat besar. Atau, hilangnya pesawat yang sedang terbang. Kalau pun jatuh, mestinya ada bangkai pesawat yang bisa ditemukan, karena ukurannya sangat besar. 

Jika kapal laut atau pesawat tiba-tiba hilang, dan bekas atau bangkainya tidak bisa ditemukan, bisa dibilang itu sangat aneh, mengingat ukurannya yang luar biasa besar. Namun, meski aneh, kenyataannya ada kapal dan pesawat yang hilang secara aneh semacam itu. Berikut ini di antaranya.

Tenggelamnya USS Cyclops

Maret tahun 1918 adalah bulan yang kelak menjadi misteri besar bagi sejarah perkapalan Amerika Serikat. Kapal kargo USS Cyclops sepanjang lebih dari 162 meter dengan 300 awak kapal dan 10.000 ton muatan logam mangan, hilang secara misterius.

Kapal ini diperkirakan hilang di antara Barbados dan teluk Chesapeake. USS Cyclops tidak pernah mengirimkan sinyal SOS, meskipun kapal tersebut dilengkapi teknologi yang dapat melakukannya.

Hingga saat ini, tidak pernah ditemukan bangkai kapal. Peristiwa ini mencengangkan penduduk Amerika, hingga presiden Amerika Serikat saat itu, Woodrow Wilson, mengatakan, “Only God and the sea know what happened to the great ship.”

Takdir Flight 19

Pada siang hari yang cerah, 9 Desember 1945, lima pesawat Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy) terbang dari Florida untuk melakukan latihan rutin. Misi latihan ini dikenal dengan nama Flight 19.

Sejak saat itu, tidak satu pun dari seluruh kru pesawat dari misi Flight 19 terlihat lagi hingga saat ini. Tiga belas kru di bawah pimpinan Letnan Charles Taylor dinyatakan hilang.

Pencarian besar-besaran dilakukan lewat darat dan udara. Dua pesawat Martin Mariner seharusnya muncul pada titik perkumpulan yang telah disepakati. Namun, salah satunya tidak pernah muncul. Hilang.

Pesawat penyelamat yang berawak 13 orang ini diduga meledak. Sebuah kapal yang sedang melaut di sekitar area itu melaporkan bahwa mereka melihat semacam ledakan di kejauhan.

Hilangnya Pesawat NC16002

Pesawat dengan penumpang sebanyak 29 orang ini hilang pada 28 Desember 1948 dalam penerbangannya dari San Juan, Puerto Rico menuju Miami, Florida. Pilot sempat memberikan laporan bahwa kondisi cuaca saat itu aman, dengan pandangan yang jelas.

Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan Segitiga Bermuda, yang mempunyai kondisi cuaca tidak terduga, dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Hilangnya Pesawat SS Marine Sulphur Queen

Kapal tanker yang mengangkut sulfur cair menghilang di daerah selatan perairan Florida, pada tahun 1963. Tidak pernah dtemukan bangkai kapal yang ditumpangi oleh 39 awak kapal tersebut.

Penjaga pantai menduga, kapal tenggelam karena korosi yang terjadi pada bagian belakang kapal. Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena kapal ini semestinya hanya digunakan untuk mengangkut minyak, bukan sulfur cair.

Namun, beberapa teori mengaitkan tragedi lenyapnya kapal ini dengan misteri Segitiga Bermuda.