Mengenal Bupropion dan Varenicline, Obat Berhenti Merokok yang Disetujui WHO

Share:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui dua jenis obat untuk terapi berhenti merokok. Bupropion dan varenicline secara resmi masuk dalam Essential Medicines List (EML) atau daftar obat-obatan wajib dari WHO. 

"Obat-obatan baru ini mengurangi dorongan orang terhadap nikotin tanpa harus memberi alternatifnya. Dengan cara ini, seseorang bisa berhenti mengonsumsi tembakau dan mengurangi ketergantungan terhadap nikotin," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya.

Sebelum bupropion dan varenicline masuk dalam daftar, WHO hanya menyebut terapi nikotin sebagai obat berhenti merokok yang wajib ada. Terapi nikotin melibatkan pemberian nikotin dalam bentuk alternatif, misalnya permen karet, yang perlahan dosisnya dikurangi sampai seseorang bisa mengendalikan kecanduannya.

"Bupropion dan varenicline telah terbukti menjadi cara yang aman dan efektif untuk berhenti merokok bagi pengguna yang sulit berhenti hanya dari konseling atau saran singkat saja," lanjut WHO.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta bupropion dan varenicline:

1. Bukan obat baru

Meski baru dimasukkan WHO dalam EML, bupropion dan varenicline sebetulnya sudah lama digunakan dalam dunia medis.

Bupropion awalnya dikembangkan sebagai obat antidepresi dan mendapat izin pertama di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1980-an. Sementara varenicline sejak awal dikembangkan sebagai obat untuk mengatasi kecanduan rokok dan pertama kali mendapat izin di AS pada tahun 2006.

2. Cara kerja berbeda

Bupropion diketahui bekerja dengan cara mengurangi keparahan efek kecanduan, seperti depresi, perasaan tidak enak, mudah marah, sulit konsentrasi, dan mudah lapar saat seseorang berhenti merokok. Sementara varenicline bekerja di otak dengan cara menghambat efek menyenangkan yang dihasilkan otak saat merokok.

3. Efek samping

Penggunaan bupropion dan varenicline disebut harus berdasarkan resep atau petunjuk dokter. Ini karena kedua obat tersebut bisa memiliki efek samping yang cukup serius.

Dikutip dari MedlinePlus, berikut efek samping yang mungkin dipicu oleh bupropion:
  • Mual
  • Muntah
  • Cemas
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Kejang
  • Kebingungan
  • Halusinasi
  • Detak jantung tak beraturan

Sementara efek samping varenicline meliputi:
  • Mual
  • Muntah
  • Konstipasi
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Nyeri di tangan, punggung, leher, atau rahang
  • Kejang
  • Kebas
  • Tidur berjalan