Mengapa Wanita Menstruasi Tidak Boleh Mendekati Komodo? Ini Penjelasannya

Share:

Di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur, ada habitat komodo, yaitu di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, NTT. Banyak orang yang mengunjungi kawasan itu, untuk menyaksikan hewan-hewan yang mirip hewan purba tersebut. Kenyataannya, kawasan tempat hidup komodo memang menjadi salah satu tempat wisata yang banya dikunjungi.

Meski begitu, wanita yang sedang menstruasi ada baiknya mengurungkan niat untuk berkunjung ke habitat komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Peraturan tidak tertulis ini disampaikan oleh Sulaiman, salah satu ranger Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca. 

"Komodo itu penglihatannya jelek, dia mengandalkan gerakan dan penciuman yang bisa sampai lima kilometer," kata Sulaiman.

Untuk itu, Sulaiman mengatakan ada baiknya perempuan yang sedang menstruasi tidak melakukan trekking di Pulau Rinca atau Pulau Komodo. Sebagai gantinya, perempuan yang sedang menstruasi hanya dapat berkunjung sampai batas dapur khusus ranger. Di sana biasanya menjadi tempat favorit komodo untuk berkumpul karena bau makanan. 

Meskipun diperbolehkan sampai dapur, perempuan yang sedang menstruasi juga harus terus berada di dekat ranger. 

"Masalahnya banyak yang tidak mengaku dari awal. Jadi, sampai di hutan, saya tanya lagi ada yang sedang menstruasi atau tidak, baru mengaku," kata Sulaiman. 

Ia mengaku bisa mengetahui di antara kelompok wisatawan ada yang sedang menstruasi, jika komodo terus mengikuti perjalanan. "Padahal ini sangat berbahaya," kata Sulaiman. 

Ia mengatakan, perempuan yang sedang datang bulan bahkan lebih berisiko diserang komodo, dibanding orang yang memiliki luka kecil. 

Beberapa peraturan yang harus dipatuhi di TN Komodo antara lain tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak merokok selama perjalanan, tidak mengambil sesuatu, tidak membunuh sesuatu, tidak membuat gerakan tiba-tiba dan melambaikan barang di dekat komodo, dan tidak bersuara kencang dekat komodo.