Memprihatinkan, Hanya Satu Persen Air di Bumi yang Layak bagi Manusia

Share:

Manusia bukan hanya membutuhkan makan, tapi juga membutuhkan minum. Bahkan, manusia bisa bertahan hidup meski tidak makan sampai berhari-hari, tapi tidak bisa bertahan hidup jika tidak minum sampai berhari-hari. Karena nyatanya air minum adalah kebutuhan vital manusia untuk bertahan hidup.

Selain untuk dikonsumsi sebagai minuman, manusia juga membutuhkan air untuk berbagai keperluan. Dari memasak, mencuci, membersihkan tubuh, dan lain-lain. Untung, bumi yang ditinggali manusia menyediakan air yang berlimpah untuk digunakan. 

Tapi apakah memang benar air di bumi sangat banyak dan berlimpah, sehingga manusia tidak perlu khawatir akan kekurangan?

Air yang ada di bumi ternyata tidak cukup banyak untuk manusia. Jika air di bumi diumpamakan sebagai wadah air, maka bisa kita katakan bahwa sebenarnya manusia dikelilingi oleh makhluk hidup dengan ekosistem yang lebih besar dari populasinya. 

Sekitar 97% air di bumi adalah air laut yang asin dan tidak dapat langsung digunakan oleh manusia, butuh biaya yang cukup mahal untuk mengolahnya menjadi sumber yang dibutuhkan manusia. Lalu 2% sisanya adalah air yang tidak dapat begitu saja digunakan karena masih tertahan di gunung es yang sangat besar di masing-masing kutub, dan tentu efeknya bisa buruk jika air itu mencair. 

Para ahli memperkirakan, hanya 1% air yang layak guna untuk manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tentu air ini adalah sumber daya yang terdapat di danau, sungai, sumur, maupun mata air yang dapat langsung kita minum. 

Persentase air yang layak minum diperkirakan tidak sampai 1% jumlahnya, karena harus melewati beberapa proses di pengolahan air sebelum dikonsumsi manusia. Jumlah yang sangat sedikit dibanding kebutuhan manusia yang mencapai hampir 1.000 triliun liter setiap harinya.