Membaca Rahasia di Balik Sidik Jari, Menurut Ilmu Pengetahuan Tiongkok Kuno

Share:

Di banyak negara, analisis sidik jari sering dimanfaatkan untuk mendiagnosis kesehatan. Umumnya penyakit tersembunyi bisa dideteksi lewat sulur garis yang terpotong oleh garis kecil. Di Tiongkok, pengetahuan tentang sidik jari sudah lama dipelajari. 

Menurut pengetahuan Tiongkok kuno, jika kesepuluh jari memiliki lengkungan, maka dia memiliki sifat yang sangat terpuji. Dia jujur dan polos, penyayang dan penuh kasih, juga sangat menyukai binatang dan tumbuhan. 

Yang dimaksud dengan lengkungan sidik jari adalah sekumpulan garis horizontal yang tersusun secara paralel, namun pada bagian tengah-tengah garis terdapat sedikit gelombang atau lengkungan maupun tonjolan yang tidak terlalu tinggi.

Jika kesepuluh jari memiliki pola pusaran maka dia adalah seorang jenius. Dia pun selalu memiliki inisiatif dan kreatif dalam memecahkan setiap persoalan, bahkan bisa memberikan gagasan-gagasan yang sangat cemerlang. Yang dimaksud dengan pusaran adalah lingkaran yang terlihat secara tersusun atau spiral. Pada bagian pusatnya terdapat titik lingkaran yang jelas.

Jika semua jari pada setiap tangan memiliki pola lingkaran spiral maka disebut “sidik jari gagah perkasa”. Ini diartikan dia mempunyai sikap percaya diri sangat kuat, harga diri, dan lebih mementingkan moral. Dia juga memiliki sifat kepemimpinan. 

Sering kali dia terlalu tergesa-gesa, terlalu mau mencampuri urusan orang lain, dan terlalu mau mengatur setiap pekerjaan tanpa mau mendengar saran atau usulan dari pihak lain. Positifnya, jika memiliki staf atau pendamping orang yang pandai, niscaya bisa memperoleh sukses gemilang dan hidup kaya raya.

Bila kelima sidik jari berpola lengkungan maka disebut “sidik jari kasih ibu”. Sifatnya sangat baik, sabar, penuh kasih sayang, dan cintanya sangat murni. Namun, dia kurang rajin dalam melaksanakan usaha. 

Bahkan, jika mengalami suatu kesulitan atau persoalan, selalu diselesaikan bertele-tele dan tidak bisa tegas mengambil keputusan. Dia pun sering kali kehilangan kesempatan yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.