Memahami Manfaat Tidur dan Bahaya Akibat Kurang Tidur

Share:

Secara umum, rata-rata tidur yang dianggap ideal untuk orang dewasa adalah sekitar 8 jam. Kurang atau lebih dari jumlah itu dapat menimbulkan dampak buruk.

Hasil berbagai penelitian menunjukkan, orang yang memiliki waktu tidur ideal kebanyakan berumur panjang. Sebaliknya, orang yang tidur dalam waktu kurang atau lebih dari 8 jam rata-rata memiliki umur yang lebih pendek. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur berdampak pada depresi, kegemukan, dan munculnya penyakit jantung.

Dampak buruk akibat kurang tidur tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Para peneliti dari Sleep Disorders Center di Rumah Sakit Sacre-Coeur, Montreal, Kanada, melakukan penelitian terhadap sekitar 1.500 anak berusia 2,5-6 tahun. 

Dalam penelitian tersebut, para orang tua anak-anak itu diminta mengisi kuesioner tentang jumlah waktu tidur anak mereka pada malam hari, hiperaktivitas, impulsivitas, gangguan konsentrasi, dan tingkat kengantukan pada siang hari.

Dari penelitian itu diperoleh data, 50 persen anak rata-rata tidur 10 jam pada malam hari. Jumlah itu sesuai dengan rekomendasi waktu tidur untuk anak pada usia prasekolah. Namun, ada 6 persen anak yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam, dan anak-anak dengan waktu tidur pendek itu diketahui memiliki koleksi kosakata yang lebih sedikit, dan hasil tes kognitifnya kurang memuaskan.

Dr. Jacques Montplaisir, peneliti utama program tersebut, menyatakan, “Satu jam kekurangan tidur berkorelasi dengan tiga kali penurunan kepandaian dan kemampuan anak berkomunikasi.”

Kekurangan tidur juga memiliki keterkaitan tinggi dengan hasil tes hiperaktivitas dan impulsivitas pada anak-anak berusia enam tahun. Hasil itu konsisten dengan temuan bahwa waktu tidur yang cukup akan meningkatkan kemampuan anak dalam berkonsentrasi. 

Pada anak maupun orang dewasa, tidur juga diketahui sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Para peneliti dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania melakukan penelitian yang memberikan fakta bahwa tidur yang cukup bisa meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dan pemulihan terhadap infeksi. 

Karena itu pula, orang yang kebetulan sedang sakit selalu dianjurkan untuk lebih banyak tidur. Selain bertujuan sebagai istirahat, tidur yang cukup juga membantu tubuh memulihkan diri dari sakit.

Kini, seiring zaman yang modern, sulit tidur tampaknya menjadi salah satu masalah yang paling banyak diderita orang di negara mana pun. Karena itu pula, berbagai pusat penelitian pun dibangun yang secara khusus ditujukan untuk mempelajari masalah kurang tidur. 

Berbagai jurnal pun diterbitkan, yang secara khusus membahas hasil-hasil penelitian menyangkut tidur, meliputi Journal of Sleep Research, Sleep Research Society, Center for Sleep Research, hingga American Board of Sleep Medicine.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan seputar masalah tidur, kenyataannya didapati bahwa banyak orang zaman sekarang yang bermasalah dengan tidur. 

Pada tahun 2008, misalnya, setiap tahun masyarakat Amerika Serikat menghabiskan 50 juta pil tidur yang diresepkan dokter, dan membelanjakan lebih dari 600 juta dollar AS per tahun untuk membeli suplemen kesehatan yang bisa mempercepat kantuk, seperti melatonin dan akar valerian.

Benjamin Franklin, salah satu Bapak Bangsa Amerika Serikat, memiliki ungkapan terkenal, “Tidur cepat, bangun cepat, adalah kunci kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan.” Di masa sekarang, hal yang tampak sederhana itu memiliki harga yang ternyata mahal, dan tidak setiap orang mampu memilikinya.