Manusia Tidak Bisa Mengingat Detail Masa Kecilnya, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Share:

Masa kecil merupakan masa paling indah dan sangat menyenangkan. Masa tersebut merupakan masa kehidupan tanpa beban. Karenanya banyak sekali orang-orang yang berusaha mengingat masa kecil mereka yang membahagiakan.

Sayangnya, hanya sebagian kecil saja masa-masa Indah tersebut yang bisa diingat dengan baik. Hal tersebut disebabkan adanya pembentukan sel otak baru yang dengan sendirinya menghapus memori otak dari kenangan terdahulu.

“Pembentukan sel-sel otak baru sebelum dan sesudah kelahiran memang meningkatkan kapasitas untuk belajar tetapi juga membersihkan memori otak dari kenangan lama,” sebagaimana diungkapkan dari hasil penelitian para ilmuwan di City University London. 

Tingkat produksi neuron mencapai skala tinggi selama tahun-tahun pertama kehidupan. Penemuan ini dipresentasikan pada Canadian Association of Neuroscience.

Neurogenesis atau pembentukan neuron baru di hippocampus – sebuah wilayah otak yang dikenal menjadi penting untuk belajar dan mengingat, mencapai puncaknya sebelum dan sesudah kelahiran. Kemudian terus menurun selama masa kanak-kanak dan dewasa.

“Sebelum usia empat atau lima, manusia memiliki hippocampus yang tidak dapat menyimpan informasi secara stabil karena perkembangan otak sangat dinamis,” ujar Dr Paul Frankland, dari Hospital for Sick Children di Toronto seperti dilansir dari BBC.

Dr Paul Frankland dan partnernya Dr Sheena Josselyn dari University of Toronto, menyelidiki bagaimana proses generasi neuron baru berdampak pada penyimpanan memori pada manusia. Mereka melakukan penelitian pada tikus muda dan tua di laboratorium.

Pada tikus dewasa, mereka menemukan bahwa peningkatan neurogenesis setelah pembentukan memori sudah cukup untuk membawa kelupaan.

Sedangkan dalam tikus yang masih bayi, mereka menemukan penurunan neurogenesis setelah pembentukan memori sesuatu secara normal tidak terjadi.

Penelitian mereka menunjukkan hubungan langsung antara penurunan pertumbuhan neuron dan meningkatnya daya ingat.

Para peneliti mengatakan hal ini memberikan penjelasan adanya memori jangka panjang dari anak usia dini, yang dikenal sebagai amnesia infantil.

Sedangkan dalam penelitian yang lalu, ditemukan adanya indikasi bahwa kenangan anak-anak terhadap peristiwa tidak bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Dr Frankland mengatakan, amnesia infantil telah lama ada dan hingga kini menjadi misteri.

“Kami pikir studi baru mulai menjelaskan mengapa kita tidak memiliki kenangan dari tahun-tahun awal kita,” ujar ilmuwan senior dalam ilmu saraf dan kesehatan mental tersebut.