Manfaat Belimbing Wuluh, dari Mengatasi Batuk sampai Sakit Gigi (Bagian 1)

Share:

Meski memiliki nama yang mirip atau hampir sama, namun belimbing wuluh memiliki varietas berbeda dengan belimbing manis. Jika belimbing manis kerap dikonsumsi sebagai buah segar, belimbing wuluh lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan masakan, termasuk untuk pelengkap pembuatan sambal. 

Karenanya pula, belimbing wuluh juga terkenal dengan nama belimbing sayur. Meski keduanya—belimbing manis maupun belimbing wuluh—termasuk buah-buahan.

Ada yang mengira, belimbing wuluh adalah belimbing manis yang masih muda. Tentu saja perkiraan itu keliru, karena—sebagaimana yang disebut tadi—belimbing manis dan belimbing wuluh berasal dari dua varietas yang berbeda. Memang kenyataannya belimbing wuluh memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding belimbing manis, tapi keduanya adalah buah yang berbeda.

Selain berbeda ukuran, belimbing wuluh juga berbeda bentuk dengan belimbing manis. Jika belimbing manis memiliki bentuk mirip bintang, belimbing wuluh berbentuk silinder. Rasa belimbing wuluh juga tidak manis seperti belimbing biasa, melainkan asam. Karena itu pula, penderita penyakit maag disarankan untuk tidak mengonsumsi belimbing wuluh.

Meski rasanya tidak semanis belimbing biasa, namun belimbing wuluh juga mengandung banyak nutrisi. Kandungan vitamin C yang kaya dalam belimbing wuluh menjadikan buah ini sering digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan obat tradisional, sebagaimana kencur dan temulawak. 

Belimbing wuluh juga telah lama diketahui dapat mengatasi penyakit semisal batuk, sakit gigi, hingga gejala diabetes. Hal itu dimungkinkan, karena belimbing wuluh memiliki kandungan glukosid, tanin, peroksida, saponin, kalsium oksalat, sulfur, dan kalium sitrat.

Tidak hanya buahnya, bahkan daun, batang, dan bunga belimbing wuluh juga memiliki khasiat masing-masing dalam hal pengobatan. Berikut ini adalah kandungan gizi buah belimbing wuluh per 100 gram:
  • Kalori: 36 kal
  • Protein: 0,4 gr
  • Lemak: 0,4 gr
  • Karbohidrat: 8,8 gr
  • Kalsium: 4 mg
  • Fosfor: 12 mg
  • Zat besi/Fe: 1,1 mg
  • Vitamin A: 170 SI
  • Vitamin B1: 0,03 mg
  • Vitamin C: 35 mg 
  • Kalium: 39 mg

Tidak jauh beda dengan belimbing manis, belimbing wuluh—termasuk buah, bunga, dan daunnya—juga memiliki manfaat dalam menunjang kesehatan, dan mengatasi beberapa jenis penyakit. Berikut ini di antaranya.

Mengatasi penyakit gondok

Gondok adalah penyakit yang umum terjadi karena tubuh kekurangan yodium. Daun belimbing wuluh dapat mengatasi masalah itu. Caranya, ambil setengah genggam daun belimbing wuluh dan 3 siung bawang putih. Kedua bahan itu dicampur dan ditumbuk bersama. Setelah halus, kompreskan pada bagian gondok.

Mengatasi batuk

Ada beberapa resep penggunaan belimbing wuluh dalam hal mengatasi batuk. Berikut ini uraiannya:

Resep pertama: Ambil segenggam daun belimbing wuluh, bunga belimbing wuluh, dan buah belimbing wuluh (semuanya dalam takaran yang sama, setengah genggam). Semua bahan disatukan dan direbus dalam air mendidih selama 30 menit. Setelah itu, angkat dan dinginkan. Minum ramuan tersebut secara teratur setiap hari.

Baca lanjutannya: Manfaat Belimbing Wuluh, dari Mengatasi Batuk sampai Sakit Gigi (Bagian 2)