Kisah Nyata Rencana Pembunuhan yang Berakhir Tak Terduga

Share:

Tidak selamanya kehidupan suami istri menikmati kebahagiaan karena saling cinta. Ada kalanya mereka bahkan saling membenci. Sebegitu benci, pihak suami atau pihak istri ingin melenyapkan pasangannya. 

Kejadian semacam itu bisa dibilang sudah sering terjadi, di berbagai negara. Bahkan, kita pun mungkin sudah beberapa kali membaca berita serupa di dalam negeri tentang suami yang membunuh istrinya, dan semacamnya.

Di Australia, ada seorang suami yang berencana menghabisi istrinya. Media setempat menyebut pria itu dengan nama Balenga Kalala. Untuk tujuan itu, Balenga menyewa sekelompok pria bersenjata di Burundi, Afrika, untuk membunuh sang istri, Noela Rukundo.

Harapannya, rencana itu dapat berjalan mulus saat Noela menyambangi Burundi dari Australia. Namun, rencana berujung kegagalan total. Sang istri batal mati. Ia pun kembali ke Australia.

Noela masih bernapas saat memasuki halaman rumahnya sendiri di Negeri Kangguru. Dari tempatnya menunggu, Noela dapat mendengar dengan jelas suara perkabungan dari para pelayat.

Perasaannya saat itu mungkin penuh pilu dan nafsu. Namun, ia telah siap berhadap-hadapan dengan suaminya, sang otak siasat pembunuhan atasnya.

"Waktu keluar dari mobil, dia langsung melihat saya," ujar Noela. "(Balenga) sontak memegangi kepalanya dan berkata, 'ada apa dengan penglihatanku? kamu hantu?'"

Noela lantas berujar, "Kejutan! Saya masih hidup!"

Kesusahan perempuan itu bermula lima hari sebelumnya, kala tengah bersantai di hotel tempatnya menginap di Burundi. Kedatangannya ke negeri yang jauh itu untuk menghadiri pemakaman ibu tirinya.

"Saya tak lagi punya orang yang bisa saya panggil ibu," ujarnya. "Sungguh menyakitkan."

Di tengah lamunan, suaminya menelepon dari Australia. Ia meminta Noela jalan-jalan di luar.

Saat berada di lingkungan hotel, perempuan itu menyadari ada seorang pria mendekatinya. Di tangan pria asing itu ada sepucuk senjata.

"Dia cuma bilang, 'Jangan teriak. Kalau teriak, saya akan tembak,'" ungkapnya dikutip The Telegraph. Dari situ, Noela dipaksa masuk ke dalam mobil. Ia pun digiring ke sebuah bangunan. Di sana, tubuhnya diikat ke sebuah kursi.

Kekalutan Noela mengisi ruangan. Percakapan antara dia dan para penculiknya pun berlangsung. Di tengah omong-omong, sang penculik menelepon suami Kalala. Noela, seraya terlilit rasa tak percaya, dihadapkan dengan suara sang suami yang menembus pelantang suara telepon genggam sang penculik.

"Bunuh perempuan itu," demikian suara Balenga.

Para penculik itu pun menggambarkan tempat yang dipilih untuk membuang jasad Noela.

Noela masih berada di lokasi tersebut hingga dua hari berselang sebelum para penculik melepaskannya. Dalam pada itu, mereka berhasil memeras lebih banyak uang dari Balenga sebelum mengabarkan kematian istrinya.

Ketika dibebaskan, Noela mendapatkan kartu memori berisi rekaman rencana pembunuhannya. Para penculik pun mengangsurkannya sejumlah bukti pengiriman uang dari Western Union.

Seraya menyerahkan sejumlah bukti, seorang penculik menatap Noela dan berkata, "Kami takkan membunuhmu. Kami tidak menghabisi perempuan dan anak-anak."