Kisah George Hopkins, Pria yang Terjebak di Puncak Menara Iblis Selama 1 Minggu

Share:

Pada 1 Oktober tahun 1941, para kru berita dari berbagai media memadati Monumen Nasional Devils Tower. Tetapi kali ini mereka bukan untuk meliput tentang formasi batu yang tingginya mencapai 400 meter tersebut. Mereka ingin memberitakan seorang pria yang terjebak di atas formasi batu tinggi Devils Tower yang sudah berumur ratusan tahun.

Pria itu adalah seorang penerjun payung profesional, bernama George Hopkins. Dia menghabiskan sebagian hidupnya untuk melakukan berbagai catatan sejarah olah raga terjun payung. Ide terakhirnya adalah memecahkan rekor jumlah lompatan tertinggi dalam satu hari. 

Untuk menciptakan publisitas ide itu, dia memutuskan melakukan lompatan spektakuler yang akan menyita perhatian publik. Jadi dia memutuskan untuk terjun payung dari pesawat terbang untuk mendarat di puncak Devils Tower. Dia tahu Pengelola Taman Nasional tidak akan pernah memberikan izin. Jadi dia merahasiakan aksinya tersebut.

Namun, dia membiarkan beberapa wartawan lokal untuk terlibat dalam rencananya. Maka, pada pagi hari tanggal 1 Oktober, Hopkins melompat keluar dari pesawat, melintas di atas Devils Tower. Dia berencana untuk turun dari puncak Devils Tower menggunakan tali sepanjang 300 meter, yang dijatuhkan dari pesawat setelah dia berhasil mendarat di puncak. 

Tetapi tali dan perbekalannya meleset jauh dari target; tali dan perbekalan itu jatuh dari tepi Devils Tower. Penerjun payung itu pun terdampar di puncak Devils Tower. Dia tidak bisa turun tanpa peralatan dan perbekakalan. Bahkan jika dia berhasil mendapatkan talinya, tali itu hampir 100 meter lebih pendek.

Pengelola Taman Nasional kemudian memiliki masalah yang harus ditangani dengan cepat. Sementara mereka mempertimbangkan opsi penyelamatan, pesawat terbang menjatuhkan makanan dan pakaian hangat untuk Hopkins. Perusahaan Goodyear menawarkan bantuan dengan meminjamkan penggunaan balon udara. Sementara Angkatan Laut menawarkan penggunaan helikopter. 

Setelah beberapa hari, Jack Durrance menawarkan diri untuk memimpin sebuah regu penyelamatan. Dia adalah salah satu pendaki yang berhasil memanjat menara tersebut, sehingga Pengelola Taman Nasional menyetujuinya. Pada 5 Oktober, Durrance dan rombongannya tiba di monumen.

Pada hari berikutnya, Durrance memimpin bersama tujuh pendaki lainnya ke puncak Devils Tower. Mereka menemukan Hopkins yang berada dalam kondisi fisik yang baik, dan dalam semangat yang sangat baik. 

Seorang penerjun payung yang terdampar dan operasi penyelamatan menarik perhatian banyak orang. Selama enam hari, sekitar 7.000 pengunjung datang ke monumen untuk melihat mereka.

Dalam beberapa bulan setelah aksi Hopkins, Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II. Situs Layanan Taman Nasional mencatat sangat sedikit kunjungan selama tahun-tahun peperangan. 

Adapun Hopkins, dia bekerja bersama pelatihan militer divisi infanteri udara baru. Diyakini, dia berhasil memecahkan rekor dunianya ketika mengajar seorang remaja untuk melompat dan mendarat dengan selamat di atas Devils Tower kemudian hari.