Kisah Barang-barang Remeh yang Menghasilkan Uang Jutaan Dolar

Share:

Bagaimana cara menjadi kaya-raya? Pertanyaan itu bisa dijawab dengan mudah. Yaitu, temukan suatu barang yang sekiranya bisa laris dijual, dan Anda pun akan kaya-raya. 

Yang masih jadi masalah adalah, barang seperti apa yang sekiranya bisa dijual dan laris di pasaran? Kadang-kadang, ada barang yang diprediksi akan laris saat dijual, karena barang tersebut memiliki fungsi yang dibutuhkan banyak orang. Namun, ketika dilempar ke pasaran, nyatanya tidak terlalu laku, atau laku dalam jumlah biasa-biasa saja.

Di sisi lain, ada pula barang-barang yang tampak remeh, seperti tak memiliki nilai atau fungsi penting. Namun, ketika diperkenalkan ke pasar, barang itu laris luar biasa, terjual jutaan unit, dan menjadikan penemunya kaya-raya. Berikut ini adalah tujuh barang remeh yang terbukti menghasilkan uang jutaan dolar.

Tamagotchi

Ini merupakan cyberpet berbentuk telur yang perlu dirawat dan diberi makan. Produk ini pernah menjadi bagian masa kecil banyak orang.

Produk ini mengajari seseorang seakan-akan tengah merawat makhluk hidup. Usia hidup hewan peliharaan virtual ini, sejak menetas dari telur hingga menumbuhkan sayap, membutuhkan beberapa hari yang memerlukan perhatian lebih.

Bandai America, perusahaan mainan di Amerika, sukses menjual lebih dari 80 juta unit Tamagotchi di seluruh dunia. Total nilai penjualannya mencapai US$ 900 juta atau sekitar Rp 12 triliun.

Crocs

Pada 2002, perusahaan sepatu yang berbasis di Colorado, Crocs, mengirimkan produknya ke seluruh dunia. Sejak saat itu, produk ini telah terjual lebih dari 300 juta pasang di 90 negara.

Butuh waktu 15 tahun hingga Vogue mendaftarkan Crocs sebagai tren fashion papan atas. Penjualan tahunannya mencapai sekitar US$ 1 miliar dengan keuntungan naik lebih dari 50 persen pada kuartal terakhir.

Beanie Babies

Beanie Babies sangat populer di tahun 1990-an. Beberapa memprediksi jika Beanie Babies akan dijual seharga US$ 5.000 atau sekitar Rp 67 juta.

Peggy Gallagher, penjual pertama Beanie Babies, menemukan bahwa kegilaan terhadap boneka ini belum menjalar ke Jerman. Dia pun memutuskan mengirimkannya melalui distributor di Nuremberg.

"Dia membayar US$ 2.000 atau sekitar Rp 27 juta, termasuk biaya pengiriman untuk sekotak mainan tersebut, yang kemudian terjual sekitar US$ 300.000 atau Rp 4 miliar, dengan keuntungan kembali padanya sekitar 15.000 persen," kutip laporan New York Times pada 2015.

Bahkan keuntungan penjualan Beanie dipredisi pernah di satu waktu mencapai US$ 700 juta per tahun. Bahkan sang pencetus ide Beanie, Ty Warner, saat ini memiliki kekayaan bernilai US$ 2,8 miliar.

Slinky

Slinky memasuki Toy Hall of Fame pada tahun 2000. Ditemukan oleh insinyur Richard James pada tahun 1940-an, lebih dari 350 juta Slinkys telah terjual saat ini.

"Kami melihat Slinky sebagai ikon Amerika," ucap Ray Dallavecchia Jr, Presiden POOF-Slinky kepada USA Today pada 2012.

Dallavecchia mengatakan bahwa perusahaannya memiliki tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen. Saat ini, total keuntungan sekitar US$ 3 miliar.

Chia Pet

Sejak Chia Pet dipajang di pertokoan pada 1970-an, perusahaan gadget Joseph Enterprises menjual 500.000 tumbuhan tersebut setiap tahunnya. Keuntungannya tidak bisa diungkapkan, namun harga satu Chia sebesar US$ 16 atau Rp 217 ribu.

Perusahaan pembuatnya selalu berusaha membuat hewan peliharaan ini berinovasi. Joseph Enterprises juga menjual figure calon presiden dan menyebutnya sebagai "polling Chia."

Furby

Akhir 1990-an, Furby menjadi idola dan paling dicari. Hampir 2 juta boneka Furby terjual pada tahun 1998, diikuti 14 juta pada tahun berikutnya.

Pada penawaran tertinggi, orang bisa membeli hewan aneh ini seharga US$ 35 atau Rp 475 ribu, dan kemudian menjualnya kembali hingga lima kali lipat. Pendapatan tahunan selama Furby laku di pasar adalah sekitar US$ 500 juta.

The Pet Rock

Sebuah batu di dalam kotak kardus, lengkap dengan 36 halaman panduan manual perawatan hewan ini, membuat penciptanya, Gary Dahl, kaya raya.

Dia sukses menjual lebih dari 1,5 juta Pet Rocks, yang ia beli seharga satu sen atau seribu rupiah saja dan dijual seharga US$ 4 atau Rp 54 ribu.

''Saya memasukkan sekitar US$ 5 juta hari ini ke dalam kantong saya,'' Dahl mengatakan kepada The New York Times pada 2004.