Kisah Awal Lahirnya Surat Kabar di Amerika dan Dunia


Sebelum munculnya internet dan situs-situs berita seperti sekarang, orang mendapatkan berita terkini melalui koran atau surat kabar. Terbit setiap hari, surat kabar dicetak di kertas-kertas berukuran besar, yang berisi aneka berita yang terjadi pada hari ini (meski “hari ini” di surat kabar juga sering berarti “kemarin”, karena ada jarak waktu terjadinya peristiwa, dan masuknya peristiwa tersebut ke dalam surat kabar).

Kelahiran surat kabar dimulai sejak 300 tahun lalu, di Amerika, tepatnya pada tahun 1690. Surat kabar pertama muncul di Boston, dan diterbitkan tanpa ada otoritas untuk melindunginya dari hukum, sehingga penerbitannya segera ditekan dan semua orang yang terlibat ditangkap oleh pemerintah, bahkan seluruh cetakan dihancurkan untuk menghilangkan berita yang tersebar. 

Pemerintah dan masyarakat umumnya belum terbiasa dengan penyebaran informasi melalui cetakan tersebut, karenanya surat kabar dilarang untuk diterbitkan.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menggunakan surat kabar untuk memperoleh informasi mengenai daerah di sekitar mereka. Koran Boston kembali menjadi surat kabar yang diterbitkan, yang dikepalai oleh John Campbell pada 1704. Kali ini, surat kabar itu dibiayai produksinya oleh pemerintah, sehingga penyebarannya mulai merata ke berbagai tempat. 

Penerbitan surat kabar lain terjadi di Philadelphia dan New York pada 1720. Pusat percetakan surat kabar di Amerika Serikat pada abad ke-18 berpindah dari Boston ke Massachusetts, New York, dan Pennsylvania. 

Artikel-artikel yang diterbitkan di dalam surat kabar banyak berisi propaganda untuk mempengaruhi opini publik mengenai berbagai hal yang terjadi di Amerika Serikat. Surat kabar pun digunakan untuk upaya rekonsiliasi dengan Inggris, agar mendapat kemerdekaan penuh secara politik untuk Amerika yang sedang dilanda perang kemerdekaan.

Pada 1783, pers berperan penting dalam pembangunan negara yang baru merdeka. Surat kabar baru mulai bermunculan di Amerika Serikat sebagai kelanjutan dari upaya pemerintah menyebarkan informasi kepada publik. 

Namun, beberapa di antara surat kabar yang muncul itu lebih bernuansa politik keras, yang banyak menggambarkan kekacauan politik di Amerika Serikat, dan ada pula surat kabar yang berisikan kepentingan bagi penguasa tertentu. 

Hingga akhirnya muncul Ratifikasi Bill of Rights pada 1791, yang menjamin kebebasan pers dan surat kabar Amerika Serikat. Melalui kebebasan pers itu, informasi yang disajikan dalam surat kabar mulai terbebas dari berbagai kepentingan politik.

Pada 1814, setiap harinya ada 346 cetakan surat kabar yang terbit di berbagai daerah. Kemudian tahun 1830, kemajuan teknologi percetakan membuat pertumbuhan surat kabar semakin besar. Tahun 1850, tercatat sebanyak 2.526 surat kabar yang terbit di Amerika Serikat. Surat kabar pun muncul dalam edisi mingguan yang berisi informasi khusus atau ulasan kejadian selama seminggu.

Memasuki paruh terakhir abad ke-19, diperkirakan satu juta eksemplar surat kabar beredar di seluruh wilayah Amerika Serikat. Pada periode ini, surat kabar bertransformasi dengan sajian-sajian yang lebih menarik dengan menampilkan peristiwa-peristiwa besar, disertai foto-foto yang menarik. 

Desain dan wajah surat kabar mengalami perubahan menjadi lebih berwarna dan terlihat modern. Beberapa berita pun diberikan ilustrasi berupa karikatur, gambar kartun, dan grafis.

Menjelang abad ke-20, banyak perusahaan surat kabar yang berhenti beroperasi. Hal itu terjadi karena harga kertas yang semakin mahal, dan menurunnya pemasukan perusahaan dari iklan yang dimuat di surat kabar. 

Beberapa surat kabar yang sudah beroperasi lama di Amerika pun terpaksa harus tutup, dan mereka akhirnya memilih untuk beralih ke media online yang mulai dibuat. Namun masih banyak surat kabar yang bertahan, dan masih bisa ditemukan hingga saat ini.