Ingin Jadi Trader Saham dan Meraih Keuntungan? Begini Caranya

Share:


Ada banyak tipe investor di pasar modal. Ada yang jangka panjang, ada pula yang mencoba mencari cuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jangka pendek.

Para pencari cuan di bursa dengan periode pendek itu disebut trader, ada harian atau bisa pula mingguan. Lalu bagaimana sebetulnya 'jurus' menjadi trader pasar modal?

Joseph Gabetua, Senior Analyst Creative Trading System, memaparkan hal utama yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi seorang trader adalah bisa dan memiliki kemampuan pengelolaan uang (money management) serta tentu saja terlebih dahulu dibekali dengan pengetahuan tentang dunia saham.

"Salah satu konsep paling sederhana dan paling penting jauh sebelum mendalami analisa adalah portofolio manajemen dulu, bagaimana melakukan money management. Jadi ada sesuatu yang bisa dikontrol dan ada yang nggak," papar Gabetua.

Dia mengatakan, urusan trader pada dasarnya adalah mengelola hal-hal yang dapat dikontrol.

"Seperti memilih membeli saham apa, mau menghindari risiko likuiditas apa nggak, belinya berapa banyak, masuk dan keluar kapan. Ini bisa kita kontrol atau atur," tambahnya.

Adapun terkait dengan pergerakan pasar yang naik dan turun, apalagi sentimen luar negeri, menurut dia sudah menjadi domain pasar, bukan lagi urusan trader.

"Menurut saya, jauh sebelum mengenal dan ubek-ubek soal analisa apapun, yang perlu dipahami calon trader di awal adalah money management-nya seperti apa. Ketika ini sudah diatur sesolid dan serapi mungkin, ini PR kita sudah selesai setengah," ulangnya.

Gabetua mengatakan skill pengelolaan uang akan sangat berguna bagi trader baru yang masih memiliki kesalahan saat analisa.

Sebab dengan hal ini, modal atau uang yang diinvestasikan tidak akan langsung habis atau tersangkut pada saham tertentu dan masih tetap bisa berada di dalam market.

"Menurut saya untuk sukses di dalam market kunci utamanya itu ya tetap berada di dalam market," tambahnya.

Selain itu, kata Gabetua, seorang trader harus paham dahulu tempatnya di market. "Most of the time, untuk seorang trader, tempat kita di market itu adalah seorang price-taker," katanya.

"Kita tidak bisa semena-mena untuk masuk saham dan main hajar kanan [beli semua] atau bergerak dengan jumlah yang sangat besar. Trader perlu tahu tempat dan posisinya sendiri. Kita perlu atur portofolionya, atur bujetnya supaya risikonya bisa tetap terkendali," tukasnya.