Hasil Studi: Lansia yang Aktif di Facebook Lebih Jarang Mengalami Depresi

Share:

Kebanyakan pengguna internet adalah anak-anak hingga orang dewasa. Para lansia tak banyak yang menggunakan internet mungkin karena menganggapnya sebagai hal yang tak lagi penting bagi orang seusianya. Padahal, internet dan situs jejaring sosial ternyata dapat menghindarkan para lansia dari depresi dan mengusir kesepian.

Laporan konsumen di Amerika Serikat mengungkapkan, ada lebih dari 20 juta anak di bawah umur yang memiliki akun Facebook. Sebanyak 7,5 juta di antaranya berusia di bawah 13 tahun. Selain itu, banyak juga diterima laporan anak-anak yang dilecehkan, diancam atau ikut serta dalam cyberbullying lewat media internet.

Hal ini menunjukkan bahwa internet dapat meningkatkan tindakan negatif pada remaja. Namun lain halnya bagi orang yang berusia lebih dari 50 tahun, sebab internet dan situs jejaring sosial dapat mengatasi rasa kesepian dan isolasi sosial.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Shelia Cotton, sosiolog asal University of Alabama mengungkapkan bahwa internet dan penggunaan jejaring sosial dapat mengurangi risiko terserang depresi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas. Cotton menganalisis data dari 8.000 orang pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Penelitian ini menggunakan survei untuk membedakan orang-orang yang menggunakan internet kemudian mengevaluasi kesehatan mental peserta. Temuannya menunjukkan bahwa lansia yang sering mengakses internet dan situs jejaring sosial lebih rendah risikonya terserang depresi sebanyak 30% dibandingkan teman sebayanya yang tidak berpartisipasi dalam situs jejaring sosial.

"Internet membantu para lansia agar terhindar dari isolasi sosial dan kesepian. Pengguna yang memiliki gangguan mobilitas masih dapat tetap berhubungan dengan teman dan keluarganya lewat internet dan memperluas lingkaran pergaulannya," kata Cotton seperti dilansir Medical Daily.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center di AS, penggunaan situs jejaring sosial dan internet meningkat 33% dari sebelumnya 6% dalam waktu 3 tahun. Di antara pengguna internet yang berusia 65 tahun ke atas, hanya 6% di antaranya menggunakan Twitter. Namun hampir 50% di antaranya menggunakan Facebook dan YouTube.

Sebuah penelitian serupa dilakukan oleh University of California untuk menemukan efek penggunaan Internet pada aktivitas sel saraf. Para peneliti menemukan bahwa menggunakan internet hanya dalam waktu 1 minggu sudah dapat menyebabkan perubahan otak. Internet merangsang aktivitas sel saraf dan membantu meningkatkan fungsi otak lansia.

Penelitian Cotton yang diterbitkan jurnal Computers in Human Behavior ini juga menemukan bahwa alasan utama orang dewasa tidak berpartisipasi dalam situs jejaring sosial ataupun berselancar di dunia maya adalah karena kurangnya pengetahuan tentang internet atau sulitnya mengakses Internet.