Flat-Earth Conspiracy: Benarkah Bumi Sebenarnya Berbentuk Datar?

Share:

Sebagian orang percaya bumi berbentuk bulat, dan pengetahuan tentang hal itu telah diketahui sejak kecil, karena diajarkan di sekolah-sekolah. Selama berabad-abad, manusia penghuni planet bumi pun meyakini kalau memang bumi berbentuk bulat. Penelitian ilmiah para astronom telah membuktikan hal itu, dan tidak ada alasan untuk tidak mempercayainya.

Namun, kini, muncul orang-orang yang melakukan “gugatan” terhadap bentuk bumi. Orang-orang tersebut menyatakan bahwa bumi tidak berbentuk bulat, melainkan datar. Semula, hal itu hanya dianggap sekadar cari sensasi. Namun, makin hari, penganut kepercayaan bumi datar makin banyak, dan upaya mereka makin masif dalam meyakinkan orang lain bahwa bumi berbentuk datar, bukan bulat.

Belakangan, bahkan muncul sebuah buku khusus berjudul The Flat-Earth Conspiracy, yang mencoba mengungkap dan menjelaskan bentuk bumi. Buku yang ditulis oleh Eric Dubay ini menyatakan bahwa bumi berbentuk datar, dan ia menguraikannya dalam buku tersebut.

Selama ini, menurut Eric Dubay, kita meyakini bahwa bentuk bumi yang kita huni berbentuk bulat. Pengetahuan tentang bumi bulat diajarkan di semua ruang pendidikan atau sekolah di seluruh dunia. Bahkan sejak kita masih dalam usia anak-anak pun sudah “dijejali” dengan gambaran bahwa bumi bulat seperti bola. 

Konsep bumi yang berbentuk bulat sudah menjadi sistem kepercayaan yang tertanam begitu kuat di otak. Namun, ilmu pengetahuan terus berkembang. Apa yang kita yakini sekarang ini bisa jadi berubah kemudian. Keyakinan bahwa bumi itu bulat, yang sudah mapan selama ratusan tahun, mulai digugat. Selama hampir lima ratus tahun, masyarakat telah benar-benar tertipu oleh dongeng kosmik proposisi astronomi.

Seorang peneliti nasional, Eric Dubay, mengungkapkan fakta bahwa teori bumi bulat adalah ilusi yang ditanam di otak kita lewat kebohongan sains dan propaganda media selama lebih dari 500 tahun. 

Dalam bukunya, The Flat-Earth Conspiracy, Eric memberikan penjelasan konsep bumi datar beserta bukti-bukti ilmiah yang mengungkapkan bahwa bentuk bumi itu bukan bulat, tapi datar. Baginya, teori bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang sejarah manusia. 

Selama lima ratus tahun, dengan menggunakan segala bentuk media mulai dari buku, majalah, televisi, hingga gambar hasil rekayasa komputer, konspirasi multi-generasi ini telah berhasil mengubah pemikiran massa dengan mencomot citra bumi yang bergeming, mengubah bentuk bumi menjadi bulat, membuatnya berputar dalam lintasan berbentuk lingkaran, dan membuatnya beredar mengelilingi matahari pada orbitnya.

Dalam penelitian yang dituangkan di buku ini, Eric Dubay mengungkapkan fakta-fakta mencengangkan yang membuktikan bahwa bumi itu datar, bukan bulat. Banyak fakta yang dikupas dari pelbagai disiplin ilmu pengetahuan. 

Beberapa fakta ilmiah yang kuat dan belum bisa dibantah di antaranya adalah non-kurvatur bumi datar yang dapat diukur; pencerahan bumi datar melalui mercusuar; berbedanya situasi antara Antartika dan Arktika; fenomena gerhana matahari dan bulan, dan beberapa bukti ilmiah lainnya.

Bersatu dengan Komunitas Flat-Earth Society, Eric Dubay berusaha untuk memberikan pemahaman real kepada dunia bahwa apa yang banyak orang pahami selama ini, tentang bentuk bumi, adalah sesuatu yang keliru. 

Dalam menyebarkan pemahamannya, Eric Dubay bersama dengan anggota dalam komunitas pun mendapat tantangan dari beberapa orang, dapat dikatakan sebagai kelompok tatangan dunia “globalis”, yang berusaha untuk membungkam agar “rahasia besar penipuan” mereka tidak terbongkar.

Buku ini baik untuk dibaca sebagai penambah wawasan dan sekaligus sebagai pemberi perspektif baru dalam memandang konsep dunia yang sudah terpatri di pikiran kita. Soal percaya atau tidak percaya, tentu terserah Anda.