Fakta-fakta Unik dan Mencengangkan Seputar Nintendo


Nintendo dikenal sebagai perusahaan yang menghasilkan video game, khususnya saat ini. Sebegitu terkenal, hingga nama Nintendo seperti identik dengan urusan video game. Namun, jauh-jauh hari sebelum terkenal sebagai perusahaan video game, Nintendo pernah menjadi perusahaan yang berkecimpung di dunia transportasi, penginapan, sampai bisnis pembuat kartu permainan.

Bahkan sampai saat ini, Nintendo sebenarnya tidak hanya fokus pada urusan video game. Perusahaan ini juga memiliki mayoritas saham pada sebuah klub olahraga di Washington. Baru-baru ini, Nintendo juga berinvestasi pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan sensor. Masih ada banyak lagi kisah lain yang pernah dijalani Nintendo sebelum sesukses sekarang.

Berikut ini adalah fakta-fakta yang bisa dibilang mencengangkan seputar Nintendo, yang mungkin masih jarang diketahui.

Pernah membuat kartu permainan 

Nintendo pertama kali didirikan pada tahun 1889 sebagai perusahaan pembuat Hanafuda, yaitu jenis permainan kartu di Jepang. Kartu tersebut memiliki simbol-simbol yang berhubungan dengan kelompok Yakuza, seperti simbol gunung, bintang, binatang, bunga, dan lain sebagainya. Bahkan, konon, makna di balik arti nama Nin-Ten-do adalah preferensi untuk perjudian.

Menariknya, dulu kantor pusat Nintendo berada di area Kyoto, dan erat kaitannya dengan Aizukotetsukai, yaitu salah satu cabang Yakuza tertua dan terkuat.

Pernah mengelola penginapan 

Pemasukan utama dari Nintendo kala itu hanya berasal dari kartu permainan, namun hal itu rupanya tak cukup setelah industri mulai berkembang pesat. Nintendo pun mulai bercabang ke industri lain, yang mungkin tak sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya. 

Sepanjang tahun 1960-an, Nintendo pernah mengelola sebuah penginapan yang diberi nama "Love Hotels". Setelah bertahan cukup lama, Nintendo akhirnya mulai membersihkan citra dan nama baik mereka pada tahun 1980-an, dengan menghapus beberapa hal yang terkait dengan penginapan tersebut, seperti lokasi, foto, dan lain sebagainya.

Upaya menemukan produk yang sukses 

Pada era ‘60-an, Nintendo mulai menyadari bahwa legalitas perusahaan sangat penting, agar bisnis mereka bisa bertahan lama, dan memiliki citra yang baik di mata masyarakat. Nintendo pun mulai menjalankan berbagai macam bisnis yang tak biasa, mulai dari membuat penyedot debu, beras instan, hingga memproduksi stasiun TV.

Masih berhubungan dengan Love Hotel yang mereka kelola, Nintendo sebenarnya juga mengelola layanan taksi bernama "Daiya". Layanan taksi tersebut sebenarnya cukup sukses, namun akhirnya harus ditutup oleh CEO mereka sendiri, karena perselisihan dengan serikat pengemudi terkait upah.

Asal usul karakter ikonik Mario

Karakter Mario yang saat ini kita kenal, awalnya bernama "Jumpman". Nama Mario konon berasal dari pemilik gedung kantor Nintendo yang ada di Amerika, yang bernama lengkap Mario Segale.

Konsol Gameboy 

Gunpei Yokoi adalah tokoh utama di balik pembuatan Gameboy, namun apresiasi yang tak kalah penting juga harus diberikan kepada Satoru Okada, yang jeli melihat potensi dari produk Gameboy tersebut. Siapa sangka, proyek yang awalnya dianggap biasa saja ternyata mampu mendulang kepopuleran dan kesuksesan luar biasa.

Konsol Virtual Boy 

Virtual Boy adalah konsol buatan Nintendo yang lumayan kontroversial pada waktu itu. Tidak jelas apa maksud Nintendo dengan menyebut konsol tersebut sebagai konsol virtual, karena terdapat beberapa konfigurasi membingungkan saat menggunakan peralatan tersebut. Selain itu, banyak pengguna yang mengeluhkan sakit mata dan sakit kepala ketika menggunakan Virtual Boy.

Pada 2006, Nintendo merilis konsol Wii, lengkap dengan controller yang cukup inovatif kala itu. Namun sayang, pengendali tersebut justru mengakibatkan permasalahan yang lumayan memberatkan bagi Nintendo sendiri. Banyak yang melaporkan konsol mereka memiliki kecacatan desain sebelum rilis. Namun, alih-alih menghentikan penjualan, Nintendo justru berusaha menutupi kasus tersebut.

Meski akhirnya Nintendo bersedia mengganti kerugian tersebut, namun tuntutan hukum terus berlanjut. Hal itu pun mengakibatkan Nintendo harus membayar denda sebelum akhirnya konsol tersebut diberhentikan pada tahun 2010.

Menciptakan pesaingnya sendiri

Nintendo pernah bekerja sama dengan Sony dalam hal pembuatan sistem konsol berbasis CD, yang mungkin saja akan laris di pasaran jika berhasil. Namun, sayang, kesepakatan tersebut dibatalkan secara sepihak oleh Nintendo, dan mereka malah bekerja sama dengan perusahaan Philips, dan berakhir dengan kerugian hingga 1 miliar dollar.

Sony akhirnya mengembangkan konsol Playstation secara mandiri. Hal ini kemudian justru sukses mengantarkan konsol tersebut pada era baru sebuah video game, yang bahkan hingga sekarang membuat Nintendo selalu tertinggal.