Fakta-fakta Menarik Seputar Tidur yang Perlu Kita Tahu (Bagian 3)

Share:

Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Fakta-fakta Menarik Seputar Tidur yang Perlu Kita Tahu - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Orang yang berjalan sambil tidur bisa saja keluar kamar, bahkan keluar rumah, lalu melangkah tidak pasti kemana pun. Selama itu terjadi, dia bisa saja tersandung, atau bahkan terjatuh, hingga mengancam keselamatannya. Karena aktivitas berjalan itu dilakukan tanpa sadar, pelakunya pun tidak menyadari yang dilakukannya, juga tidak menyadari lingkungannya. 

Dipercaya, berjalan sambil tidur terjadi karena tubuh keluar dari kondisi tidur, dan cukup mampu untuk bergerak, tetapi tidak cukup membuat otak menyadari yang sedang dilakukan. 

Dengan kata lain, otak masih tertidur, namun fisik keluar dari kondisi tidur. Kasus-kasus semacam itu dipercaya terkait kebiasaan mengonsumsi alkohol, kelelahan ekstrem, pikiran terganggu, hingga karena penyakit tertentu. 

Tidur sambil menyetir

Berjalan sambil tidur saja sudah berbahaya, karena bisa jadi pelakunya menginjak sesuatu yang tajam hingga terluka, atau bahkan terjun dari balkon rumah dan jatuh ke bawah. Namun, ada yang tak kalah berbahaya, yaitu tidur sambil menyetir. Dalam kondisi tersebut, orang bisa menyetir dalam jarak pendek hingga jauh, tanpa benar-benar sadar atau terjaga, karena sebenarnya dia masih tidur. Tentu tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan, karena si pengemudi sebenarnya masih tidur.

Biasanya, tidur sambil menyetir dilakukan oleh sleep walker, yaitu orang yang berjalan dalam tidur. Setelah berhasil melangkah keluar dari rumah, seorang sleep walker bisa saja masuk garasi, lalu menghidupkan mesin mobil, dan menjalankannya tanpa sadar. 

Makan saat tidur

Ada pula orang yang makan di saat tidur. Pelakunya bisa bangun dari tempat tidur, menuju ke dapur atau tempat makan, atau mengambil sesuatu dari freezer, lalu memakan sesuatu—misalnya buah atau es beku yang kebetulan ditemukannya. 

Setelah itu, dia kembali masuk kamar, membaringkan tubuh, dan tidur seperti semula. Pagi hari, saat bangun tidur, dia sama sekali tidak menyadari yang telah dilakukannya.

Meski sekilas tampak tidak berbahaya, namun makan saat tidur bisa berbahaya. Ketika orang masuk ke dapur, sementara kondisinya masih tidur dan tidak sadar, dia bisa saja mengambil atau menggunakan pisau untuk melakukan sesuatu, yang membuatnya terluka tanpa sengaja atau tanpa sadar.

Bercinta saat tidur

Secara fisik, tubuh kita bisa terangsang selama tidur, dan itu hal normal atau wajar, karena dialami semua orang, meski mungkin tidak menyadari. Yang kurang normal adalah bercinta atau melakukan hubungan seks di saat tidur. Kondisi itu disebut sexomnia. Karena bercinta dalam tidur, maka pelakunya pun umumnya orang yang sudah memiliki pasangan. 

Sexomnia bisa terjadi karena orang bermimpi tentang seks. Namun, kondisinya mirip dengan aktivitas berjalan dalam tidur, yaitu energi tubuh mampu menggerakkan bagian tubuh serta membangkitkan hasrat seksual, tapi belum cukup mampu membangunkan kesadaran. Diperkirakan, fenomena ini dialami oleh 8 persen populasi.

Berdasarkan wawancara dengan orang-orang yang kebetulan memiliki pasangan yang bisa bercinta saat tidur, sebagian orang tidak keberatan pasangannya mengajak bercinta meski sebenarnya mereka sedang tidur. 

Sementara sebagian lain merasa tidak nyaman, karena menyadari bahwa pasangannya waktu itu tidak dalam keadaan sadar. Yang jelas, penderita sexomnia sama sekali tidak ingat kegiatannya atau apa yang telah terjadi semalam, setelah bangun tidur.