Fakta-fakta Menarik Seputar Tidur yang Perlu Kita Tahu (Bagian 1)

Share:

Karena dilakukan setiap malam, banyak orang yang tidak terlalu memikirkan dan memperhatikan soal tidur, apalagi jika tidak mengalami masalah tidur. Namun, sebenarnya, tidur bukan sekadar aktivitas berbaring dan memejamkan mata. Dalam aktivitas yang rutin kita lakukan tersebut, ada beberapa fakta menarik, bahkan mengejutkan, yang bisa terjadi. 

Berikut ini fakta-fakta menarik seputar tidur, yang mungkin belum pernah Anda tahu, atau bahkan belum pernah Anda bayangkan.

Mata bergerak

REM atau rapid eye movement adalah salah satu fase tidur, ketika kita memasuki tidur dalam, yaitu ketika kita mulai bermimpi dalam tidur. Pada fase REM, mata orang yang tidur tampak bergerak. 

Jadi, jika sewaktu-waktu Anda terbangun di tengah malam, dan mendapati mata pasangan di sebelah Anda tampak bergerak padahal dia sedang lelap tidur, tidak perlu takut atau khawatir. Karena itu hal wajar, yang sebenarnya juga terjadi pada diri Anda.

Merasa jatuh

Ada kemungkinan Anda pernah mengalami hal ini. Anda sudah berbaring untuk tidur, dan perlahan kesadaran Anda mulai hilang karena tidur. Tiba-tiba, Anda merasa seperti jatuh dari langit, tebing, gunung, atau gedung tinggi, dan hal itu membuat Anda terbangun tiba-tiba. Fenomena semacam itu disebut hypnic jerk.

Meski agak menakutkan, tapi itu hal normal dalam tidur, dan banyak dialami orang-orang. Sebagian ilmuwan percaya, bahwa hal itu terjadi karena tubuh Anda baru bersiap tidur, namun otak sudah masuk ke alam mimpi. 

Christoper Winter, penasihat di pusat kesehatan tidur di Martha Jefferson Hospital, Virginia, mengatakan bahwa kondisi itu paling banyak terjadi saat seseorang terlalu lelah, kurang tidur, atau stres.

Mendengar ledakan

Bisa jadi, Anda sudah lelap tertidur, tapi tiba-tiba terbangun karena merasa mendengar ledakan. Padahal sama sekali tidak ada ledakan apa pun. 

Selain ledakan, Anda bisa pula terbangun karena merasa ada kilat cahaya yang kuat, atau perasaan kepala Anda meledak. Karena itu pula, kondisi ini sering disebut “sindrom kepala pecah”. Fenomena ini tidak jauh beda dengan merasa jatuh atau hypnic jerk.

Sama seperti perasaan jatuh atau hypnic jerk, perasaan seolah mendengar ledakan dalam tidur terjadi karena otak sudah terlelap dalam tidur, sementara tubuh belum sepenuhnya terlelap.

Kelumpuhan tidur

Saat tidur memasuki fase REM, otot-otot di lengan Anda bisa lumpuh sementara. Itu merupakan hal wajar atau normal, karena terjadi pada semua orang. 

Selain itu, ada pula kelumpuhan tidur dalam bentuk lain, yaitu orang telah terjaga dari tidurnya, namun merasa tidak bisa bergerak dan merasa lumpuh. Pikiran sudah terjaga dari tidur, tapi anggota tubuh tidak bisa digerakkan. 

Hal itu terjadi karena otak terbangun lebih dulu, atau lebih cepat sebelum anggota tubuh ikut terjaga. Bagian otak tersebut membuat Anda sadar telah terjaga, namun bagian otak yang mengendalikan otot masih dalam keadaan tidur atau beristirahat. Kondisi ini tidak fatal, meski mungkin sedikit menakutkan.

Mimpi

Bisa dibilang, semua orang pernah mengalami mimpi dalam tidur. Sebagian orang masih ingat mimpinya semalam, sebagian lain sama sekali tak bisa mengingat mimpi apa yang semalam dialami. Sebagian mimpi adalah hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan nyata, sementara sebagian lain sama sekali tidak memiliki kaitan dengan kehidupan nyata. Bahkan, ada mimpi yang indah, ada pula mimpi buruk.

Mimpi buruk bisa membuat orang takut tidur. Saat terjadi, mimpi buruk bisa berlangsung antara 2-15 menit, dan orang bisa berteriak hingga bangun karena mimpi tersebut. 

Karena hanya mimpi, tentu saja tidak berbahaya. Namun, kondisi itu bisa membuat tidak nyaman orang yang memiliki rasa takut ekstrem. Mimpi buruk bisa terjadi karena stres parah, kelelahan yang sangat, atau kandung kemih yang sangat penuh. Cedera kepala dan migrain juga bisa menjadi alasan munculnya mimpi buruk.

Baca lanjutannya: Fakta-fakta Menarik Seputar Tidur yang Perlu Kita Tahu (Bagian 2)