Di Masa Depan, Manusia Akan Tinggal di Kota yang Terapung di Atas Laut


Manusia di masa depan akan tinggal dalam kota kecil yang mengapung, menyeberangi pasifik layaknya berdiri di atas bunga lili raksasa. Konsep awal itu telah dirancang perusahaan teknologi Jepang, Shimizu, dengan mengutamakan teknologi ramah lingkungan untuk menciptakan kota dengan kadar karbon netral.

Konsep The Green Float itu melibatkan sejumlah sel, yang masing masingnya memiliki lebar satu kilometer, dan rumah berpenghuni antara 10 ribu dan 50 ribu orang.

Masing masing sel individual akan bebas mengapung di lautan Pasifik di dekat garis khatulistiwa tetapi juga bisa bergabung bersama sama dengan sel lain untuk membentuk kota yang lebih besar dan bahkan gabungan kota.

Lokasi gedung ini seperti bangunan kebanyakan. Tetapi sesaat melongok ke dalam, ada sebuah jawaban besar, terutama untuk energi terbarukan di masa depan.

Seperti dilansir Daily Mail, gedung yang dimaksud itu milik National Ignition Facility (NIF) di Livermore, California, Amerika Serikat. Para peneliti sedang membangun pembangkit energi atau reaktor gabungan pertama di dunia.

Proyek itu menelan dana sekitar 2,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp31 triliun. Alat apa sebenarnya yang sedang dibuat? Ada yang menyebutnya bintang buatan di bumi, atau mungkin lebih tepatnya matahari mini buatan untuk bumi.

Mengapa matahari? Karena alat ini bisa melakukan reaksi fusi dan menghasilkan energi seperti yang berada di perut matahari. Pancaran cahayanya bersumber dari sinar laser yang dipasang. Ini merupakan megaproyek konstruksi sinar laser terbesar di dunia. Proyek ini di bawah naungan Departemen Energi Amerika Serikat.