Bisakah Kita Mendapat Rumah secara Gratis? Ini Salah Satu Caranya

Share:

Ada banyak orang yang saat ini tidak/belum memiliki rumah sendiri, sehingga mereka pun mengontrak atau tinggal di rumah kos. Sebagian lain, yang tidak beruntung, bahkan terpaksa tinggal di tempat-tempat tertentu, sekadar untuk bernaung dan untuk tidur. Rumah, saat ini, telah menjadi sesuatu yang mahal, sehingga tidak setiap orang bisa menjangkaunya.

Karenanya, jika Anda ingin memiliki rumah, Anda tentu harus menyiapkan sejumlah uang. Bahkan meski Anda bisa membeli rumah melalui kredit semisal KPR, Anda tetap harus menyiapkan sejumlah uang untuk DP atau uang muka. Tetapi, ternyata, ada cara yang memungkinkan Anda bisa memiliki rumah secara gratis, bahkan Anda akan dibayar untuk menghuni rumah tersebut. Caranya adalah dengan pindah ke Italia.

Italia kini tak hanya menjadi tujuan wisata bagi turis. Bila berminat, Anda bahkan bisa menetap di salah satu kotanya, yaitu Candela, yang sedang menanti calon penghuni baru untuk meramaikan suasana kota.

Seperti ditulis CNN, bagi yang ingin menetap di Candela akan diterima dengan senang hati oleh pemerintah setempat, bahkan Anda akan dibayar 2 ribu Euro (sekitar Rp31 juta) untuk pindah ke kota ini.

Candela merupakan sebuah kota di provinsi Foggia di wilayah Apulia, Italia Tenggara. Nicola Gatta, Wali Kota Candela, rela membayar orang-orang untuk pindah ke kota dengan julukan little naples itu, demi meningkatkan populasi yang semakin menipis. Pada tahun 1960-an, Candela dihuni 8 ribuan orang, kini hanya tersisa 2.700 warga saja.

Menarik calon penduduk baru tak hanya terjadi di Candela. Beberapa kota kecil lainnya pun mengalami hal serupa. Menurunnya populasi kota kecil Italia ini memang telah menjadi perhatian nasional selama beberapa dekade.

Banyak orang beremigrasi pada tahun-tahun pasca perang, dan sejak saat itu kombinasi antara populasi yang menua, tekanan ekonomi, dan kurangnya kesempatan telah mengakibatkan eksodus dari pedesaan ke kota-kota.

Di Lazio, sebuah region di kota Civita di Bagnoregio, yang hanya memiliki 12 penduduk tetap, telah menghidupkan kembali kawasannya dengan menjadi tujuan retret akhir pekan. Strategi tersebut berjalan baik. Jumlah pengunjung pun meningkat, dari 40 ribu menjadi 800 ribu per tahun, seperti dikutip Independent.

Ada juga model albergo diffuso, konsep perhotelan yang inovatif, diluncurkan di Italia pada awal tahun 1980-an. Konsep ini cukup berhasil menghidupkan kembali desa-desa dan kota-kota kecil di Italia. Ada tambahan pendapatan bagi kota, serta lapangan pekerjaan untuk penduduk setempat.

Tawaran berupa uang juga bukanlah hal baru. Pada bulan Mei, Wali Kota Bormida, kota kecil di pedesaan Liguria, juga mengumumkan melalui Facebook akan memberikan 2 ribu euro bagi siapa saja yang ingin pindah. 

Usaha meramaikan kembali Candela

Banyak penduduk yang meninggalkan Candela karena gempa bumi atau sebab mereka lebih suka kehidupan perkotaan lain. Anak-anak muda telah meninggalkan kota ini untuk mencari masa depan yang lebih cerah di tempat lain, dan meninggalkan orang tua di sini.

Kini, kota ini menjadi hening. Bahkan, gereja-gereja di setiap sudut jalan hanya untuk merayakan kelahiran, yang sangat sedikit terjadi, atau banyak pemakaman bagi penduduk lanjut usia.

Lorong-lorong indah berkelok-kelok dan bangunan bergaya baroque berisiko membuat Candela jadi kota hantu. Soal keamanan tak usah diragukan lagi. Di kota ini tidak pernah terjadi tindak kriminal dalam 20 tahun terakhir.

Dari Candela, Anda bisa mengunjungi pantai-pantai terbaik di Puglia dengan kisaran waktu satu jam berkendara dari kota. Juga bisa pergi ke Trasonna, gang paling sempit, selebar 35 cm, di Italia yang telah berubah menjadi tempat wisata.

Uang publik digunakan pemerintah untuk mendanai pesta kostum folkloric, api unggun, dan festival spektakuler, untuk mendapatkan kembali tradisi dan mitos kuno.

Setiap tahun, ada festival seni bunga. Para seniman membuat karpet puzzle dari bunga sampai menutupi trotoar. Juga ada Grain Festival yang mengangkat kembali dunia pertanian yang hilang melalui parade traktor dan mesin pembajak.

Rencananya, akan dibuka museum mainan dan ruang pamer gaun-gaun abad pertengahan.

Candela juga merupakan surga makanan. Anda dapat mengikuti Taste Candela, tur mencicipi makanan dan anggur setiap musim panas. Anda bisa mencicipi hidangan lokal seperti sosis, creamy burrata cheese panini, dan bruschetta dengan minyak zaitun.

Untuk menarik minat calon penghuni baru, Nicola akan memberikan 800 Euro bagi lajang, 1.200 bagi pasangan, 1.500-1.800 Euro untuk tiga anggota keluarga, dan lebih dari 2.000 Euro untuk keluarga beranggotakan empat sampai lima orang

Ada puluhan rumah putih yang memesona dengan teras dan balkon berukir yang menunggu untuk menyambut penghuni baru. Kredit pajak untuk pembangunan limbah kota, tagihan dan pembibitan juga bisa ditawarkan.

Penduduk asli Candela bahkan terbuka dan ramah terhadap beberapa pendatang baru yang tinggal di kota ini.

Tertarik untuk pindah ke Candela? Syaratnya adalah calon penduduk harus tinggal di Candela, menyewa rumah, dan mendapat pekerjaan dengan gaji minimal 7.500 Euro per tahun.

"Kami tidak ingin orang-orang bergerombol di sini, berpikir bahwa mereka bisa hidup dari pendapatan balai kota. Semua penduduk baru harus bekerja dan berpenghasilan," kata Stefano Bascianelli, tangan kanan Wali Kota.

Francesco Delvecchio, seorang fotografer dari bagian lain di Puglia, Italia, yang pindah ke Candela, mengatakan bahwa gaya hidup yang tenang dan sederhana adalah ciri khas kota ini.

"Tidak ada keramaian, mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tidak ada kemacetan atau kabut asap," kata Francesco.