Aneka Manfaat Lengkeng, dari Menguatkan Tulang sampai Menyehatkan Otak (Bagian 2)

Share:

Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Lengkeng, dari Menguatkan Tulang sampai Menyehatkan Otak - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Memperkuat tulang

Penelitian menemukan bahwa wanita menopause yang memiliki mineral (misalnya tembaga) yang lebih rendah, secara signifikan lebih mungkin untuk mengembangkan osteoporosis atau kerapuhan tulang dengan bertambahnya usia. 

Orang dewasa harus mengonsumsi sekitar 900 mikrogram tembaga setiap hari, dan 3,5 ons pasokan lengkeng segar menyediakan 19% dari rekomendasi tersebut. 

Memenuhi kebutuhan zat besi

Umumnya, para vegetarian cenderung mengalami kekurangan zat besi, dibandingkan orang yang makan daging. Hal tersebut terjadi, karena zat besi yang disediakan makanan nabati tidak diserap tubuh dengan mudah seperti zat besi dari produk hewani, misalnya pada manfaat daging sapi. 

Wanita hamil, atlet, dan gadis-gadis remaja, memerlukan lebih banyak zat besi. Lengkeng kering dapat membantu meningkatkan asupan zat besi. Dalam setiap 3,5 ons lengkeng kering mengandung sekitar 5 miligram zat besi, atau sekitar 62 persen dari kebutuhan harian.

Menjaga kesehatan mata

Lengkeng mengandung 0,14 miligram riboflavin di setiap 3,5 ons, sementara lengkeng kering memiliki 0,5 miligram riboflavin per porsi. Mengonsumsi 3,5 ons lengkeng kering sama artinya memasok 38% kebutuhan riboflavin harian untuk pria, dan 45% kebutuhan untuk wanita.

Riboflavin adalah vitamin penting yang merupakan bagian dari manfaat vitamin B kompleks. Pria memerlukan 1,3 miligram vitamin ini setiap hari, sementara wanita membutuhkan 1,1 miligram. Berdasarkan penelitian, tidak atau kurang mengonsumsi riboflavin yang memadai dapat meningkatkan risiko gangguan mata, khususnya katarak. 

Menyehatkan fungsi otak

Lengkeng mengandung zat tembaga yang membantu menyehatkan fungsi otak. Tembaga diperlukan untuk menghasilkan norepinefrin, yaitu bahan kimia yang digunakan sel-sel otak untuk berkomunikasi. 

Tembaga juga membantu menjaga selubung yang mengelilingi saraf, dan untuk fungsi saraf yang efisien. Hal itu memungkinkan otak untuk memetabolisme molekul komunikasi otak lainnya, termasuk dopamin. 

Dalam 100 gram buah lengkeng terkandung 169 mikrogram tembaga, atau 19 persen dari rekomendasi asupan harian yang ditetapkan oleh Institute of Medicine.

Mendukung metabolisme

Kandungan riboflavin yang melimpah dalam buang lengkeng mendukung metabolisme. Riboflavin menghasilkan komponen yang penting untuk produksi energi. Hal itu juga membantu mengaktifkan koenzim yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. 

Satu porsi lengkeng menawarkan 0,14 miligram riboflavin, yaitu 11% dari asupan harian yang direkomendasikan untuk pria, dan 13% untuk wanita, sebaimana yang ditetapkan oleh Institute of Medicine. Lengkeng juga mengandung niacin dan tiamin yang sama mendukung metabolisme.

Mencegah kerusakan  jaringan

Kandungan vitamin C dalam lengkeng membantu melindungi jaringan tubuh dari kemungkinan kerusakan. Vitamin C memiliki manfaat antioksidan yang kuat, dan hal itu dapat mencegah radikal bebas dari oksidasi membran sel, lipid, dan DNA. Jika tidak dicegah, radikal bebas akan menumpuk dalam sistem dan merugikan jaringan, sehingga meningkatkan resiko arthritis dan kanker.

Mendukung kesehatan saraf

Lengkeng bisa dibilang antidepresan alami, karena mampu memberi efek relaksasi pada saraf, serta terbukti meningkatkan fungsi saraf, menurunkan amarah, menenteramkan, dan mengurangi kelelahan. Lengkeng juga membantu mengatasi insomnia dan gangguan tidur.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Lengkeng, dari Menguatkan Tulang sampai Menyehatkan Otak (Bagian 3)