Aneka Manfaat Kurma, Meningkatkan Energi sampai Menjaga Kesehatan Jantung (Bagian 4)


Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Kurma, Meningkatkan Energi sampai Menjaga Kesehatan Jantung - Bagian 3). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Mengatasi mabuk

Mungkin masih jarang diketahui, kalau kurma juga bisa digunakan untuk mengatasi mabuk. Kurma memberi kelegaan dalam waktu yang cepat, dan menyadarkan Anda dari rasa pening akibat mabuk. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pijat dan rendam buah kurma semalam, lalu dimakan.

Mengatasi diare

Kandungan potassium dalam kurma telah lama dikenal efektif dalam mengatasi diare, juga meringankan diare kronis. Serat larut dalam buah kurma dapat membantu penyembuhan diare, dengan cara membantu kinerja usus dan meningkatkan fungsi sistem pembuangan yang normal dan sehat.

Mengatasi kanker abdomen

Studi menemukan bahwa kurma dapat mengurangi risiko dan dampak dari kanker abdomen. Kurma bekerja sebagai tonik yang bermanfaat bagi seluruh kelompok usia, dan—dalam beberapa kasus—kurma bekerja lebih baik dibandingkan pengobatan tradisional, dan alami, sehingga tidak memiliki dampak negatif pada tubuh manusia. 

Memudahkan proses melahirkan

Ibu hamil yang rutin mengonsumsi kurma basah (ruthab) dapat membantu memudahkan melahirkan serta mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sediakala, sebelum hamil yang berikutnya. 

Hal itu dimungkinkan, karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oksitosin yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oksitosin adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu wanita melahirkan dan menyusui.

Aneka manfat lain

Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan di atas, kurma masih memiliki setumpuk manfaat lain dalam hal kesehatan, di antaranya berikut ini:

Jika dimakan tanpa membuang kulitnya, kurma dapat melancarkan pencernaan dan mencegah peradangan usus.

Bagi ibu menyusui, kandungan zat besi dan kalsium dalam kurma dapat menambah kuantitas air susu. Kurma juga berperan membantu pembentukan darah dan sumsum tulang bagi bayi yang disusui.

Dengan segala nutrisi yang dimilikinya, kurma mampu memberi tambahan tenaga untuk ibu hamil.

Menurut hasil penelitian, jus kurma dapat memperkuat urat-urat rahim, sehingga memudahkan proses melahirkan. Kurma juga membantu mengurangi pendarahan ketika melahirkan, serta menguatkan organ rahim.

Jus kurma juga berkhasiat mengurangi insomnia atau susah tidur.

Selain untuk mengatasi sembelit, kurma juga baik untuk mengatasi lemah otot, letih, stres, dan pegal.

Kurma mampu membantu menguatkan daya ingat.

Kadar kalium yang terkandung dalam kurma dapat mengurangi risiko serangan stroke dan darah tinggi.

Bagi penderita batuk, kandungan gula dalam kurma dapat menghilangkan gatal-gatal di kerongkongan, sekaligus menghentikan batuk.

Kurma dapat menambah nafsu makan.

Kurma mampu membantu menghangatkan badan, dan meningkatkan daya kerja otak.

Satu butir kurma mengandung energi dalam bentuk hidrat arang (6,1 g), serat, potassium (54,3 mg), dan cukup zat besi. Satu atau dua butir kurma sudah cukup mengganti energi yang berkurang saat puasa. 

Tekstur serat pada kurma cukup halus, sehingga aman untuk lambung sensitif atau radang usus.

Kombinasi zat besi dan hidrat arang pada kurma baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.

Kurma dapat membantu menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Karenanya, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaan mereka lebih baik.

Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.

Selain menjaga kesehatan mata, kandungan vitamin A dalam kurma dapat menguatkan pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit, serta menenangkan sel-sel saraf.

Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman, sekaligus gula-gula yang baik.