Aneh tapi Nyata, Berusia 2 Tahun tapi Memiliki Otak Berusia 80 Tahun

Share:

Jika di Cina ada gadis berusia 12 tahun tetapi memiliki kondisi dan penampilan seperti orang berusia 80 tahun, maka di London ada gadis berusia 2 tahun, tetapi memiliki otak orang berusia 80 tahun, dan dia menderita stroke. Bayangkan, gadis berusia 2 tahun menderita stroke! 

Gadis malang ini bernama Blossom Burton, dan dia merupakan gadis termuda di dunia yang mengalami stroke. Stroke itu diakibatkan karena Blossom memiliki otak yang telah sangat rusak sebagaimana orang berusia 80 tahun. Akibat stroke itu pula, dokter yang menanganinya memvonis kalau Blossom akan menggunakan kursi roda sepanjang hidupnya. 

Stroke yang dialami Blossom berawal setelah ia mendapatkan infeksi cacar dari ayam, yang kemudian menyebabkan lemahnya pembuluh arterinya. Blossom terjatuh pertama kali di rumahnya beberapa jam setelah mengeluh pusing dan sakit kepala. 

Ketika diwawancarai koran Daily Mail, Helen, ibu Blossom, menceritakan, “Dia terus menangis dan tidak mau makan, jadi kami hanya menaruhnya di sofa dan mengawasinya. Awalnya kami berpikir ia terkena flu biasa.”

Tetapi ketika kemudian Blossom mencoba bangkit dan berdiri dari sofa, dia langsung jatuh kembali dan tidak bisa berdiri. Tubuh bagian kirinya menjadi sangat berat dan terkulai.

Helen dan Richard, ibu dan ayah Blossom, kemudian membawa Blossom ke fisioterapi dan juga rumah sakit untuk melakukan CT scan. Hasil CT scan menunjukkan kemungkinan adanya virus yang menyerang Blossom, tapi hasil MRI justru menunjukkan adanya gejala stroke.

“Tentu saja kami tidak percaya apa yang dibilang dokter. Tidak mungkin anak umur 2 tahun terkena stroke,” ujar Helen dengan heran.

Tetapi nyatanya Blossom memang menderita stroke, akibat rusaknya otaknya, sehingga otak gadis berusia 2 tahun ini tak ubahnya seperti otak orang berusia 80 tahun. 

Karena kondisinya, Blossom tidak bisa berdiri, dan dia hanya makan Yoghurt, karena tenggorokannya tidak bisa menelan makanan padat. Itulah kenapa kemudian dokter memvonisnya tidak akan dapat berjalan lagi, dan hanya akan menghabiskan hidupnya di atas kursi roda.

Tetapi rupanya keajaiban terjadi. Satu minggu setelah divonis, Blossom mulai menggerakkan tubuh dan kakinya lagi, meski sangat lemah.

Helen menuturkan, “Ia bisa menggerakkan tangan kirinya. Memang tidak banyak, tapi saya yakin ia bisa lebih baik lagi.” Helen dan Richard pun yakin dengan pengobatan fisioterapi intensif dan latihan menggunakan alat bantu akan membuat Blossom bisa berjalan lagi.

Akibat stroke yang dideritanya, lengan dan kaki kiri Blossom menjadi lebih pendek 1 centimeter dibandingkan bagian tubuh sebelah kanan. Meski begitu, setelah beberapa bulan menjalani terapi, Blossom pun akhirnya berhasil melangkahkan kakinya yang pertama. 

Helen dan Richard berupaya menempuh banyak cara untuk dapat memulihkan kesehatan anaknya, mulai dari mendatangi fisioterapi selama 6 jam dalam sehari, mengajaknya berenang selama 30 menit setiap hari, mengumpulkan uang untuk membeli mesin ultrasound yang bisa memberikan stimulasi nadi dan otot, hingga melakukan metode kontroversial semacam menyuntikkan botox ke dalam otot Blossom.

Sementara itu, Dr. Shakti Agrawal, seorang dokter neurolog dari Birmingham Childrens Hospital yang merawat Blossom, mengatakan bahwa stroke sangat jarang yang disebabkan oleh infeksi cacar ayam. “Kami belum pernah menemukan kasus stroke yang disebabkan oleh infeksi cacar ayam. Tapi melihat proses pemulihan Blossom, itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dr. Agrawal, alasan yang menjadikan Blossom dapat pulih dengan cepat adalah karena aktor usianya yang masih sangat muda, sehingga otaknya bisa memperbaiki diri meski kondisi otaknya sudah sangat rusak sebagaimana orang berusia 80 tahun.

Blossom kini masih menjalankan terapi, namun tidak perlu lagi dirawat secara intensif di rumah sakit, sehingga dapat berkumpul bersama orang tuanya lagi. Helen berkata, “Saya yakin, suatu saat ia bisa sembuh total.”