2 Hal Tentang Haid Tidak Lancar

2 Hal Tentang Haid Tidak Lancar

Salah satu faktor haid tidak lancar banyak sekali macam dan jenisnya. Tentu bagi Anda yang sering mengalami masalah haid tidak lancar, sangat ingin mempelajari apa yang menjadi penyebab haid yang tidak lancar menimpa siklus haid Anda. Tentu banyak alasan mengapa haid dapat menjadi tidak lancar. Alasan-alasan tersebut bisa saja alasan internal karena ada gangguan dalam kesehatan, atau juga alasan eksternal yang kemudian memberikan pengaruh kepada siklus haid seseorang.

Siklus haid yang lancar adalah siklus yang berulang dalam jangka waktu 28 hari hingga 35 hari.Selain dari jangka waktu tersebut, maka dapat diperkirakan terdapat penyebab yang membuat siklus haid menjadi tidak lancar. Tentu Anda ingin mengetahui apa sajakah penyebab dibalik tidak lancarnya siklus haid seseorang. Oleh karena itu, berikut ini beberapa penyebab haid yang tidak lancar yang berhasil kami kumpulkan dari berbagai referensi, salah satunya adalah dari situs https://www.guesehat.com/7-penyebab-nyeri-perut-di-luar-masa-haid:

Masa Awal Haid Pada Remaja

Haid pertama kali datang pada remaja wanita di rentang usia 12 tahun hingga 15 tahun. Pada masa awal haid ini, tentu hormone dari remaja wanita masih belum stabil keadaanya. Sedangkan, haid merupakan keadaan yang sangat dipengaruhi oleh kerja hormone. Jadi ketika masa awal haid pada remaja, maka sangat wajar terjadi haid yang tidak lancar. Penyebab haid yang tidak lancar di masa ini adalah penyesuaian tubuh dengan kerja hormone yang baru saja di alaminya. Biasanya ketidakstabilan ini akan membaik dengan sendirinya.

Tubuh yang Terlalu Kurus

Kondisi tubuh yang terlalu kurus diketahui juga dapat menjadi salah satu penyebab haid menjadi tidak lancar datangnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Seperti diketahui haid atau menstruasi merupakan siklus bulanan yang datang pada wanita ketika kerja hormone estrogen berjalan dengan baik dalam tubuh. Hormone inilah yang membantu pembentukan sel telur, pelepasannya ke dinding rahim, hingga peluruhannya. Akan tetapi, jumlah hormone estrogen yang terlalu sedikit tidak akan mampu mempengaruhi pembentukan sel telur pada ovarium.