Manfaat Bangun Pagi yang Mungkin Tidak Anda Duga

Manfaat Bangun Pagi yang Mungkin Tidak Anda Duga

BIBLIOTIKA - Sebagian orang terbiasa bangun pagi, namun sebagian orang lain merasa tidak nyaman bangun pagi. Mereka yang tidak nyaman bangun pagi biasa disebut “orang malam”, atau orang yang lebih menikmati kehidupan dan terjaga sampai larut malam, untuk kemudian bangun agak siang. 

Yang menjadi masalah, banyak aktivitas yang harus dimulai pada pagi hari. Jadwal berangkat kerja dimulai pada pagi hari, rata-rata pukul 8 atau 9 pagi. Artinya, tak peduli Anda nyaman atau tidak nyaman bangun pagi, Anda harus tetap bangun pagi. Agar Anda tidak terlambat masuk kantor. Tapi apakah manfaat bangun pagi hanya agar tidak terlambat masuk tempat kerja?

Banyak pakar yang sependapat, pagi hari adalah waktu yang sangat berharga.

Beberapa orang sangat susah bangun pagi, namun sebagian lain bisa bangun pagi dan bahkan berolahraga, belajar bahasa, maupun mengerjakan hal-hal lain sebelum masuk kantor.

Tim Powell, seorang pengacara di Nottingham, Inggris, yang banyak mengurusi hak paten, mengaku bukan tipe 'orang pagi'. Tapi ia justru bisa selalu bangun pada 05.20, berolahraga, mandi, sarapan, dan ikut kursus -biasanya Kamis pagi- sebelum mengerjakan tugas-tugas rutin di kantor mulai pukul 9.00.

Kebiasaan yang dipaksakan karena tugasnya yang sangat berat di kantor. Ia bekerja 70 jam per minggu, sementara rata-rata karyawan di Inggris bekerja 40 jam per pekan.

Jelas, beban Powell lebih berat atau setidaknya lebih banyak dari kebanyakan karyawan. Inilah yang membuat dirinya harus punya kebiasaan pagi yang bisa membantunya menyelesaikan berbagai tugas kantor dengan efektif dan efisien.

Sama seperti Powell, pemimpin redaksi majalah Vogue, Anna Wintour, juga mengawali hari relatif sejak awal, yaitu pada pukul 5.45, yang kemudian dilanjutkan dengan bermain tenis selama satu jam sebelum masuk kantor.

Dan para pakar sepakat bahwa periode dari bangun pagi hingga sebelum masuk kantor adalah waktu yang penting untuk menyelesaikan hal-hal penting yang tak terhubung langsung dengan pekerjaan kantor. Bagi beberapa orang, kegiatan itu adalah berolahraga, bagi sebagian lainnya meluangkan waktu bagi keluarga atau menulis novel.

Tapi bagaimana membiasakan kegiatan di pagi hari ini?

"Rutinitas sangat tergantung dengan kebiasaan... dengan rutinitas, tipe orang malam bisa bangun pagi dan menyelesaikan hal-hal penting di awal hari," kata Martin Hagger, guru besar psikologi di Universitas Curtin, Perth, Australia.

Hagger menyimpulkan, melakukan rutinitas bisa membuat seseorang memiliki kebiasaan yang sehat, karena rutinitas setidaknya menghilangkan upaya yang terkait dengan proses pengambilan keputusan.

Ia menerapkan prinsip ini ke dirinya sendiri dengan bangun pagi, berolahraga, sarapan, dan masuk kantor pada pukul 8.00. "Jika saya berencana olahraga pada petang hari, sulit diwujudkan karena mungkin saja saya sudah terlalu capek," katanya.

Baju dan peralatan olahraga sudah ia siapkan sebelum tidur, dan begitu bangun ia bisa langsung siap berolahraga.

Tapi sebenarnya tak ada peraturan yang tegas di sini, karena tak ada anjuran pada seseorang harus bangun pukul 5.00 atau 5.30, yang perlu dipatuhi adalah bisa meluangkan waktu pada pagi hari untuk melakukan rutinitas ini. Jika tak bisa bangun pada saat yang diinginkan, anjuran mudahnya adalah dengan memasang alarm.

Laura Vanderkam, penulis buku What the Most Successful People Do Before Breakfast, mengatakan bahwa pagi hari adalah waktu yang paling berharga. "Waktu-waktu lain boleh saja terambil, tapi tidak halnya dengan pagi hari. Pagi hari adalah milik Anda," kata Vanderkam.

Ia mengakui, dibutuhkan disiplin untuk bisa melakukan hal-hal penting atau bermanfaat pada pagi hari.

Menabung daya pikir otak

Disiplin bisa dicapai antara lain dengan menyusun jadwal dan meninggalkan kegiatan yang tak terlalu bermanfaat pada malam hari, misalnya menonton TV atau menjelajah internet. Vanderkam menyebut kegiatan tersebut tak produktif, dan karenanya lebih baik tidur lebih awal, dengan harapan bisa segar ketika bangun pagi harinya.

Salah satu wanita yang menjadi narasumber di bukunya, mengatakan pagi hari dimanfaatkan untuk meluangkan waktu bersama anak dan pasangannya. "Dan ia sangat serius untuk bisa memanfaatkan waktu pada pagi hari tersebut. Ia menyamakannya sebagai karier," kata Vanderkam.

Sementara Mareike Wieth, guru besar psikologi Albion College, Michigan, Amerika Serikat, memberi 'kabar baik' bahwa orang-orang malam juga sebaiknya memanfaatkan waktu di pagi hari.

Wieth mengatakan, kerja atau tugas kreatif akan optimal jika diselesaikan pada periode nonoptimal. Tugas-tugas kreatif perlu pemikiran yang acak, yang liar, dan ini biasanya terjadi pada pagi hari, kata Wieth.

Insentif lain dari rutinitas pagi adalah daya pikir otak bisa ditabung untuk mengerjakan hal atau tugas lain yang lebih berat atau lebih kompleks.

Baca juga: Lima Kiat agar Bangun Pagi