Misteri USO, Benda Asing Bawah Air yang Tak Dikenal (1)

Misteri USO, Benda Asing Bawah Air yang Tak Dikenal

BIBLIOTIKA - Selama ini kita akrab dengan istilah Unidentified Flying Object atau UFO, yaitu benda-benda tak dikenal yang terbang di angkasa. Banyak pihak yang menganggap UFO sebagai pesawat canggih milik makhluk-makhluk luar angkasa. Meski keberadaan UFO masih misteri, karena belum bisa dibuktikan secara faktual, namun banyak orang mempercayai UFO.

Sebenarnya, selain UFO, ada pula benda lain yang sama misterius, yang disebut Unidentified Submerged Object (USO). Jika UFO muncul di angkasa, USO muncul dari kedalaman air.

Lebih dari 100 tahun belakangan, para awak kapal yang sedang menjelajahi lautan dibingungkan dengan penampakan-penampakan objek tak dikenal yang muncul dari dalam laut dan terbang dengan kecepatan tinggi.

Objek-objek seperti itulah yang kemudian disebut Unidentified Submerged Object (USO) atau objek bawah air tak dikenal. Banyak yang percaya kalau objek misterius itu sesungguhnya sama dengan UFO yang sering terlihat di udara. Karena itu, kadang objek ini juga sering disebut dengan istilah UFO air.

Pada tahun 329 SM, pasukan Alexander Agung disebut menjumpai dua objek berbentuk piringan yang muncul dari sungai Jaxartes di India. Menurut legenda, Alexander begitu terpesona dengan penampakan itu, sehingga ia menghabiskan 6 tahun berikutnya untuk menjelajahi sungai dengan peralatan penyelam pertama di dunia.

Christopher Colombus juga disebut pernah menjumpai objek bawah air tak dikenal. Pada 11 Oktober 1492, kapal Santa Maria yang ditumpangi Colombus sedang melewati wilayah Segitiga Bermuda. Kemudian, mereka melihat cahaya-cahaya aneh berkelap-kelip di dalam air, disusul munculnya sebuah objek berbentuk piringan yang segera terbang dengan cepat ke angkasa.

Tidak ada yang bisa memastikan apa yang dilihat oleh Alexander Agung atau Colombus. Ratusan tahun kemudian, kita kembali menemukan banyak laporan penampakan serupa. Contohnya seperti kesaksian-kesaksian di bawah ini.

Pada 18 Juni 1845, Malta Times melaporkan, "Saat itu Kapal Brigantine Victoria berada sekitar 900 mil di sebelah timur Adalia, ketika para awak kapal melihat tiga objek bercahaya muncul dari dalam air. Objek-objek itu terlihat selama 10 menit, dan terbang setengah mil dari kapal."

Menurut para awak yang menyaksikannya, objek-objek itu terlihat berukuran seperti bulan purnama. Penampakan ini juga dilaporkan oleh saksi lain, yang berasal dari Adalia, Siria, dan Malta.

Pada 12 November 1887, di dekat Tanjung Race, sebuah bola api besar muncul dari laut, naik 20 meter, lalu mendekati sebuah kapal yang ada di dekatnya, yaitu kapal uap Inggris bernama Siberian.

Objek itu bergerak menentang arah angin, kemudian mundur dan terbang menjauh. Peristiwa ini dilaporkan dan didiskusikan oleh majalah Nature, L"Astronomie, dan Meteorological Journal.

Pada malam tanggal 10 Februari 1951, seorang pilot angkatan udara Amerika, bersama rekannya, menerbangkan pesawat dari Islandia menuju Newfoundland. Ketika pesawat berada pada jarak sekitar 300 mil dari Newfoundland, mereka melihat sebuah objek bercahaya muncul dari dalam laut.

"Ketika kami semakin dekat dengan objek berkilauan ini, ia berubah menjadi lingkaran-lingkaran cahaya putih yang besar di atas air. Lalu kami melihat sebuah lingkaran cahaya berwarna kuning yang kecil, lebih kecil dibanding objek yang melepaskan lingkaran cahaya itu, pada jarak 15 mil. Ketika objek itu terbang mendekati pesawat, kami bisa melihat sebuah pesawat berkubah yang melepaskan korona."

Tujuh tahun kemudian, objek bawah air tak dikenal kembali menjadi subjek pemberitaan. Pada Mei 1958, sebuah kapal selam misterius terlihat oleh para awak kapal perang Argentina. Kapal selam itu, walaupun kadang terlihat oleh mata, tidak bisa terlacak oleh sonar, hydrophones, atau radar.

Sebanyak 14 kapal perang Argentina kemudian memburu kapal selam itu, sambil sesekali menembakkan torpedo ke arahnya. Namun tidak terlihat adanya tanda kerusakan, dan kapal selam itu terus melaju hingga menghilang dari pantauan.

Pada Oktober 1959 dan Januari 1960, kapal selam serupa kembali terpantau oleh militer Argentina. Perburuan kembali terjadi, namun kapal selam itu kembali menghilang.

Kapten Ray .M Pitts, seorang spesialis peperangan kapal selam yang ikut dalam perburuan ketiga, mengonfirmasi objek itu memang kapal selam. Namun, ia juga mengatakan dilarang berbicara lebih jauh mengenai peristiwa itu.

Pada 1963, perburuan USO yang lain kembali terjadi. Kali ini sonar kapal selam Amerika, yang sedang berada di Puerto Rico, menangkap sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan 150 knots, dan berada pada jarak 20.000 kaki di bawah kapal selam.

Kapal selam membuntuti objek itu selama 4 hari lamanya. Pada hari ke-4, objek itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan tinggi, sehingga lolos dari pantauan sonar.

Pada Agustus 1965, para awak kapal Raduga dari Rusia, ketika sedang berlayar di Laut Merah, melihat sebuah objek elips berapi muncul dari dalam air dan melayang di permukaan selama beberapa lama. Jarak objek itu hanya 2 mil dari kapal. Para awak memperkirakan objek itu memiliki diameter 60 meter, dan melayang pada ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut.

Pada 30 Juni 1967, para awak kapal Naviero dari Argentina melihat sebuah objek silinder di dalam air. Objek itu mengeluarkan cahaya berwarna biru putih, dan panjangnya diperkirakan sekitar 33 meter.

Yang aneh, objek itu tidak mengeluarkan suara sama sekali, walaupun bergerak di air dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan hampir tidak ada ombak yang tercipta karena pergerakan benda itu. Ketika objek itu nyaris menabrak kapal Naviero, ia segera berubah arah dan menyelam kembali ke dalam air.

Pada 1967, para saksi yang terdiri dari belasan orang, melihat sebuah objek tak dikenal jatuh ke air di Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Objek tersebut, yang terlihat seperti sebuah pesawat aneh, diperkirakan memiliki panjang sekitar 18 meter. Para saksi mata juga menyebut kalau pesawat itu melayang sebentar, mengeluarkan cahaya berwarna oranye, lalu masuk ke dalam air.

Insiden ini sempat diberitakan oleh media-media seluruh dunia, hingga menyebabkan pihak militer dan polisi Kanada melakukan pencarian besar-besaran. Namun, pesawat misterius tersebut tidak ditemukan sama sekali.

Baca lanjutannya: Misteri USO, Benda Asing Bawah Air yang Tak Dikenal (2)