Biografi Sir Arthur Conan Doyle, Pencipta Sherlock Holmes

Biografi Sir Arthur Conan Doyle, Pencipta Sherlock Holmes

BIBLIOTIKA - Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi yang sangat populer, bahkan popularitasnya melintasi generasi demi generasi. Kisah-kisah tentangnya terus dibaca dari zaman ke zaman, dan tampaknya Sherlock Holmes akan terus dibaca secara abadi.

Sir Arthur Conan Doyle, sosok pencipta Sherlock Holmes, menggambarkan tokoh tersebut sebagai detektif hebat, sekaligus detektif swasta pertama di dunia. Sherlock Holmes dikenal sebagai ahli deduksi, mampu memahami banyak hal hanya dengan melihat sesuatu secara sekilas, dan memiliki kemampuan analisis yang mengagumkan.

Sepanjang hidupnya, Sir Arthur Conan Doyle telah menulis 60 cerita detektif tentang Holmes dan asisten setianya, Watson. Berikut merupakan biografi novelis yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut.

Masa muda 

Arthur Ignatius Conan Doyle dilahirkan di Edinburgh, 22 Mei 1859, dan merupakan anak kedua pasangan Charles Altamont Doyle dan Mary Foley Doyle. Pada 1864, keluarganya berpisah, karena ketergantungan Charles pada alkohol dikhawatirkan bakal mengancam keselamatan anak-anaknya.

Mereka kembali bersatu tiga tahun berselang, dan tinggal di rumah petak sederhana. Charles meninggal pada 1893 akibat sakit. Ditopang oleh pamannya yang kaya, Doyle kecil dikirim ke Inggris, dan menjalani pendidikan ala Jesuit di Lancashire, selama delapan tahun.

Pada usia sembilan tahun, Doyle bersekolah di sekolah persiapan Jesuit di Hodder Place, Stonyhurst, pada 1868-1870. Kemudian dia menempuh pendidikan di Stonyhurst College hingga 1875. Lalu pada 1875-1876, dia bersekolah di Stella Matutina di Feldkirch, Austria.

Setelah kembali ke Edinburgh, atas saran seorang pria bernama Dr Bryan Charles Waller, Doyle berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Edinburgh. Dia menerima Sarjana Kedokteran, dan gelar spesialis di bidang bedah pada 1881, serta Doktoral di Bidang Medis (MD) empat tahun kemudian.

Karir di dunia kedokteran 

Sebelum lulus, Doyle sempat menjadi dokter di kapal penangkap ikan asal Greenland, Hope of Peterhead, pada 1881. Pada 1882, Doyle membuka usaha praktik dengan teman sekelasnya, George Turnavine Budd, di Plymouth. Namun, hubungan mereka kemudian merenggang, dan Doyle memutuskan keluar dari sana.

Dia lalu pindah ke Portsmouth, Juni 1882, dan membuka praktik di Elm Grove, Southsea. Sambil menunggu pasien, dia mulai menulis fiksi.

Awal 1891, dia mengambil studi ophthalmology, atau ilmu yang mempelajari mata. Sempat mengambil pendidikan dasar di Rumah Sakit Mata Portsmouth, dia memperdalam ilmunya ke Wina. Di Wina, Doyle memutuskan keluar setelah merasa kesulitan dengan berbagai istilah medis berbahasa Jerman yang diajarkan di sana.

Dia lalu mengunjungi Paris, Perancis, dan belajar kepada ahli penyakit mata setempat, Edmund Landolt, sebelum memutuskan ke London. Berbekal ilmu yang didapat, Doyle membuka kantor konsultasi mata di tempat yang kini bernama 2 Devonshire Place.

Namun, dalam otobiografinya, Doyle berkata bahwa usahanya menjadi dokter mata kandas karena tidak ada satu pun pasien yang datang.

Karir sebagai novelis dan lahirnya Sherlock Holmes 

Ketika masih berkuliah di fakultas kedokteran, Doyle mengenal dosennya, Dr Joseph Bell, yang ahli dalam memberi diagnosis hanya melihat kondisi pasien. Sosok Bell menjadi inspirasi Doyle menciptakan karakter Sherlock Holmes. Seorang detektif yang dingin, logis, namun penuh kalkulasi.

Kemunculan pertama Holmes dan asistennya, Watson, terjadi di novel berjudul A Study in Scarlet yang diterbitkan pada 1887. Dalam suratnya kepada Bell pada 1892, Doyle menulis kalau dia berutang banyak kepasda Bell atas karakter Holmes tersebut.

"Segala ajaran soal deduksi dan observasi yang Anda tanamkan telah membantu saya untuk menjadi seorang pria," kata Doyle dalam suratnya.

Pujian pada Sherlock Holmes disuarakan Robert Louis Stevenson, novelis yang paling dikenal akan karyanya, Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde. "Saya memuji Anda akan karakter Sherlock Holmes yang menarik dan berbakat. Mungkinkah dia teman lama saya, Joe Bell?" tanya Stevenson.

Doyle kemudian menulis novel kedua tentang Holmes, The Sign of the Four, yang diterbitkan tiga tahun berselang. Perasaan Doyle akan karakter Holmes bercampur aduk. Ketika menulis surat kepada ibunya di November 1891, dia berpikir untuk "membunuh" Holmes.

"Sebab, dia telah membuat pikiran saya tersita dari hal-hal positif," ucap Doyle.

Ibunya langsung memperingatkan agar tidak melakukannya. Untuk membuat penerbit menjauhinya, Doyle kemudian menaikkan bayaran serta royaltinya. Di luar dugaan, mereka bersedia memenuhi keinginannya.

Pada Desember 1893, Doyle membuat Holmes dan musuh utamanya, Profesor James Moriarty, tewas di cerita pendek The Final Problem. Namun, kemarahan publik pasca-terbitnya cerita itu membuat Doyle memunculkan kembali Holmes dalam novel The Hound of the Baskervilles yang terbit 1901.

Di 1903, Doyle kembali menulis cerita pendek berjudul The Adventure of the Empty House, dan mengisahkan bahwa hanya Moriarty yang tewas. Hingga 1927, total Doyle sudah menulis 56 cerita pendek dan empat novel yang mengisahkan tentang petualangan Holmes.

Selain Holmes, awalnya Doyle menulis The Mystery of Cloomber yang merupakan novel pertamanya, dan terbit pada 1888. Kemudian dia juga menulis pengalamannya ketika masih menjadi dokter kapal, dalam cerita pendek berjudul The Captain of the Pole-Star dan J Habakuk Jephson's Statement.

Sepanjang 1888-1906, Doyle menulis tujuh novel historis. Salah satunya adalah The Lost World, kisah petualangan di lembah Amazon yang dihuni makhluk prasejarah.

Kehidupan pribadi 

Pada 1885, Doyle menikah dengan Louisa Hawkins, putri J Hawkins, yang masih terhitung saudara, dari salah satu pasiennya. Hawkins meninggal dunia pada 4 Juli 1906 karena menderita tuberkulosis. Dia lalu menikah dengan Jean Elizabeth Leckie. Dari dua pernikahan tersebut, Doyle mempunyai lima orang anak. Semuanya meninggal tanpa memberikan cucu bagi dia.

Kematian

Doyle meninggal dunia pada 7 Juli 1930 di Crowborough, Sussex Utara, setelah menderita rasa sakit yang hebat di dadanya. Pada saat terakhirnya, dia sempat berkata kepada istrinya, "Engkau cantik sekali", sebelum wafat dalam usia 71 tahun.

Terdapat kontroversi ketika dia hendak dikuburkan. Sebagai penganut paham Spiritual, awalnya Doyle dimakamkan di taman Windlesham pada 11 Juli 1930. Dia lalu dipindahkan di pemakaman gereja Minstead di New Forest, Hampshire, dan dibaringkan bersama-sama istrinya.

Baca juga: Fakta-fakta Agatha Christie, Sang Ratu Kisah Kriminal