Tips Memilih Sari Buah Kemasan

Tips Memilih Sari Buah Kemasan

BIBLIOTIKA - Setiap hari, kita dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan sebanyak lima porsi. Namun, karena keterbatasan waktu dalam menyediakan buah-buahan di rumah—apalagi harus mengupas, memotong, dan lainnya—sering kali kita terdorong untuk membeli buah dalam bentuk jus atau sari buah kemasan. Meski tidak sebaik mengonsumsi buah asli, namun untuk sekadar memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat, tidak masalah jika sesekali kita membeli sari buah kemasan.

Sari buah kemasan memiliki bentuk seperti cairan. Meski bentuknya cair, namun sari buah tetap memiliki manfaat, khususnya jika mengingat lambung manusia juga memiliki kapasitas yang terbatas. Jika Anda mengonsumsi sari buah, cairan tersebut akan lebih mudah dicerna, sekaligus dalam waktu yang singkat. Hasilnya, zat-zat gizi dalam buah lebih mudah terserap tubuh.

Hal itu tentu berbeda dengan mengonsumsi buah-buahan segar yang masih utuh, yang tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk tercerna dalam tubuh. Selain itu, jika mengikuti anjuran untuk mengonsumsi lima porsi buah per hari, dan kita mengonsumsi semua buah tersebut dalam bentuk buah segar, bisa jadi kita sudah kekenyangan makan buah, hingga tidak berselera makan.

Terkait dengan sari buah kemasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar Anda tetap mendapat manfaat vitamin, mineral, juga serat yang cukup dari sari buah. Di pasaran, setidaknya ada tiga macam minuman buah yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tiga macam minuman buah itu dapat dibedakan dari kandungan buahnya:

Pertama, sari buah. Yaitu cairan yang diperoleh dari buah, baik buah tunggal atau campuran dari beberapa buah. Total kandungan sari buahnya mencapai 100 persen, yang diperoleh dari proses penempaan, penghancuran, atau penggilingan buah.

Kedua, minuman sari buah. Yaitu sari buah yang telah diencerkan dengan air. Kandungan total sari buahnya minimal harus berjumlah 35 persen, dengan atau tanpa penambahan gula.

Ketiga, minuman rasa buah. Yaitu sari buah yang telah diencerkan dengan air, namun dengan total kandungan sari buah minimal 10 persen. Di dalam minuman ini umumnya ditambahkan bahan-bahan lain, dan Anda bisa membacanya pada label kemasan.

Dari tiga jenis minuman buah tersebut, Anda bisa menilai dan memilih mana jenis minuman buah yang paling cocok untuk Anda. Jika menginginkan minuman dengan kandungan vitamin dan mineral yang masih utuh, tentu Anda bisa memilih sari buah. Tetapi, jika Anda menginginkan minuman buah sekadar untuk menyegarkan tubuh, minuman rasa buah bisa dijadikan pilihan.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Buah Sebelum Makan