Fakta dan Tips Seputar Buah Kalengan

Fakta dan Tips Seputar Buah Kalengan

BIBLIOTIKA - Buah kalengan bukan lagi barang asing, karena saat ini telah ada banyak buah yang dikalengkan, dari rambutan sampai salak, dan lain-lain. Biasanya, buah kalengan dikemas dalam bentuk potongan-potongan buah, atau butir-butir buah yang tak lagi dilapisi kulit. Selain lebih praktis, buah kalengan juga memiliki rasa yang lebih enak, karena telah mendapat bahan-bahan tambahan, semisal pemanis.

Selain dapat dimakan langsung sebagaimana saat menikmati buah segar, buah kalengan juga bisa digunakan untuk keperluan memasak, membuat makanan, puding, kue, dan lain-lain. Untuk tujuan tersebut, banyak orang yang lebih memilih buah kalengan daripada buah asli, karena dinilai lebih praktis dan lebih mudah digunakan.

Terkait buah kalengan, berikut ini beberapa fakta dan tip seputar buah kalengan yang mungkin perlu Anda ketahui:

Semua makanan kalengan, termasuk buah kalengan, melalui proses pemanasan terlebih dulu. Proses tersebut ditujukan untuk memastikan bahan makanan (buah) benar-benar higienis.

Setelah makanan atau buah dikalengkan, proses pemanasan akan dilakukan sekali lagi, untuk menghilangkan kontaminasi kuman yang mungkin ada pada kaleng kemasan.

Semua makanan kalengan mengandung bahan pengawet, termasuk buah kalengan, baik pengawet alami maupun sintetis. Tambahan gula, garam, madu, atau asam, dalam makanan juga berperan sebagai pengawet alami. Beberapa jenis antioksidan juga memiliki kemampuan dalam mengawetkan makanan.

Saat membeli buah kalengan, pilihlah kaleng yang masih mulus dan tanpa cacat. Jangan membeli buah kalengan yang kalengnya berkarat, cekung, gembung, bocor, atau jenis cacat lainnya. Untuk menguji keadaan kaleng, tekanlah bagian atas tutup kaleng.

Jika terdapat gembung di bagian lain, itu berarti ada kerusakan pada isi kaleng. Kaleng yang rusak atau cacat bisa menyebabkan lubang kecil yang bisa terkontaminasi kuman. Karena itu, pastikan kaleng dalam kondisi baik saat membeli.

Saat membeli buah kalengan, jangan lupa untuk mengecek tanggal kedaluwarsa yang terdapat pada kaleng kemasan.

Baca juga: Dampak Positif Rutin mengonsumsi Buah-buahan