Dampak Buruk Mengonsumsi Buah Setelah Makan

Dampak Buruk Mengonsumsi Buah Setelah Makan

BIBLIOTIKA - Buah sering digunakan untuk “cuci mulut” setelah makan besar. Banyak orang menjadikan buah sebagai makanan penutup setelah makan siang atau makan malam. Dengan rasa yang manis dan menyegarkan, menikmati buah setelah makan rasanya enak dan menyegarkan. Namun, ternyata, mengonsumsi buah setelah makan sebenarnya bukan hal baik.

Sebagai makanan, buah adalah makanan yang baik. Karena mengandung serat, vitamin, dan aneka mineral yang menunjang kesehatan tubuh. Namun, jika makanan yang baik itu dikonsumsi dengan cara salah atau pada waktu yang keliru, manfaat yang dikandungnya justru hilang dan malah menimbulkan masalah. Seperti pada kebiasaan makan buah setelah makan.

Buah mengandung gula sederhana. Sebagaimana namanya, gula sederhana tidak membutuhkan proses dan waktu lama saat masuk ke dalam tubuh. Hal itu berbeda dengan makanan lain yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga zat nutrisi tersebut membutuhkan proses pencernaan yang lebih lama di lambung.

Saat kita makan besar—misalnya makan siang—artinya kita memasukkan karbohidrat, lemak, dan protein, ke dalam tubuh. Seperti yang disebut tadi, semua zat nutrisi tersebut membutuhkan proses cerna yang lama di dalam lambung. Jika kita makan buah setelah makan siang, zat gula sederhana dalam buah akan “terjebak”, sehingga ikut menetap lama di pencernaan, dan akan terjadi fermentasi di dalam perut sebelum dicerna.

Jika kondisi semacam itu sering terjadi atau berulang, akibatnya bisa menimbulkan masalah pencernaan atau bahkan timbul semacam alergi. Kenyataan itu bisa dibilang ironis. Karena sebenarnya buah memiliki kandungan serat yang dapat membantu menyehatkan dan melancarkan pencernaan, tapi malah berubah mengganggu pencernaan karena dikonsmsi dengan cara yang salah atau pada waktu yang salah.

Karena itu, waktu yang baik untuk mengonsumsi buah bukan seusai makan dan menjadikannya sebagai “pencuci mulut”. Waktu yang baik untuk mengonsumsi buah adalah ketika perut masih kosong, yang artinya sebelum Anda makan besar. Kalau pun Anda ingin mengonsumsi buah setelah makan besar, tunggu setidaknya dua jam setelah Anda makan, agar pencernaan tidak sedang sibuk mencerna makanan yang baru Anda masukkan ke tubuh.

Ketika mengonsumsi buah saat perut masih kosong, nutrisi di dalam buah akan mudah terserap oleh tubuh, dan hal itu berfungsi sebagai detoks alami untuk sistem pencernaan. Hasilnya, pencernaan makin sehat, dan—dalam jangka panjang—membantu Anda menjaga berat badan dengan lebih baik, serta memberi peningkatan energi.

Sebaliknya, jika mengonsumsi buah seusai makan, yang artinya perut sedang penuh dan pencernaan sedang sibuk mencerna, nutrisi dalam buah bisa dibilang sia-sia, karena hanya akan terjebak di antara banyak makanan yang baru saja masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Fakta dan Tips Seputar Buah Kalengan