3 Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Albert Einstein

3 Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Albert Einstein

BIBLIOTIKA - Albert Einstein adalah ilmuwan terkenal, bahkan dianggap ilmuwan terbesar abad ke-20. Dia terkenal dengan teori relativitas yang penting bagi manusia dalam memahami kehidupan di bumi, dan Einstein juga mendapatkan Hadah Nobel atas dedikasinya untuk ilmu pengetahuan.

Meski begitu, bukan berarti Einstein tidak pernah keliru, khususnya dalam ilmu pengetahuan yang digelutinya. Di samping menghasilkan banyak teori yang terbukti kebenarannya, Einstein juga diketahui melakukan kekeliruan. Setidaknya, tanpa mengabaikan jasa Albert Einstein untuk dunia ilmu pengetahuan, ada tiga kekeliruan besar yang pernah dilakukannya.

Kekeliruan besar pertama yang diakui oleh Einstein sendiri adalah menambahkan cosmological constant atau konstan kosmologis ke dalam teori Relativitas Umum. Sebetulnya, tujuan Einsten menambahkan teori itu adalah untuk menjelaskan bahwa meskipun alam semesta statis dan tidak berubah, tetapi dalam perumusannya sangat dinamis.

Namun, ternyata alam semesta berkembang dengan kecepatan yang selalu bertambah. Menurut ilmuwan modern, konstan yang dimaksud Einstein mungkin adalah energi gelap dalam perluasan alam semesta, sebuah konsep yang masih menjadi perdebatan.

Kekeliruan kedua terkait mekanika kuantum.

Peran Einstein dalam perkembangan salah satu bidang ilmu fisika yang menggambarkan perilaku partikel subatomik memang tidak terbantahkan. Makalahnya pada tahun 1905, tentang efek fotolistrik, membuat Einstein mendapat Hadiah Nobel, dan teorinya tersebut memiliki dampak kuat pada perkembangan mekanika kuantum.

Namun, ternyata Einstein tidak menyukai mekanika kuantum karena berisi ide-ide aneh yang susah dibuktikan, dan kesimpulan akhir yang menyebut bahwa alam semesta tidak teratur dan penuh ketidakpastian.

Diceritakan dalam buku Einstein's Greatest Mistake, karya David Bodanis, Einstein juga mengaku tidak terkesan dengan gagasan Werner Heisenberg, Niels Bohr, atau ide Erwin Schrodinger dan kucingnya.

Kekeliruan Einstein terakhir adalah menarik prediksi yang dibuatnya pada tahun 1916 tentang teori gelombang gravitasi.

Gelombang gravitasi adalah getaran di dalam ruang dan waktu yang disebabkkan kejadian ruang besar, seperti pergerakan bintang neutron atau lubang hitam. Peristiwa supernova atau tabrakan lubang hitam diyakini menimbulkan gelombang gravitasi terkuat.

Akan tetapi, Einstein kesulitan untuk memperkirakan kekuatan tersebut, dan meragukan keberadaan lubang hitam. Dia bahkan pernah mengajukan sebuah makalah untuk menarik kembali teorinya sekitar tahun 1936, tetapi ditolak.

Pada tahun 2015, para ilmuwan berhasil membuktikan kesalahan Einstein dalam meragukan teorinya. Mereka mendeteksi gelombang gravitasi untuk kali pertama, 100 tahun setelah ramalan Einstein dibuat. Para ilmuwan yang terlibat kemudian dianugerahi Hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Baca juga: Bom Nuklir, dan Penyesalan Terbesar Albert Einstein