Kisah dan Tokoh-tokoh Nyata Dalam Film Titanic

Kisah dan Tokoh-tokoh Nyata Dalam Film Titanic

BIBLIOTIKA - Meski sudah lama berlalu, film Titanic tetap dikenang dari waktu ke waktu, sama seperti legenda kapal yang menjadi inti film itu. Film Titanic menceritakan tenggelamnya kapal Titanic, yang menjadi kapal terbesar dan termewah di zamannya. Ketika diangkat ke layar lebar, kisah tentang Titanic pun dibumbui fiksi, untuk menghanyutkan penonton ke dalam cerita.

Dua tokoh utama dalam film Titanic, Jack dan Rose, adalah tokoh-tokoh fiksi, dalam arti dua orang itu tidak nyata. Meski begitu, ada banyak orang lain—yang muncul dalam film Titanic—yang benar-benar tokoh nyata, yang benar-benar terlibat dalam kisah tenggelamnya kapal raksasa tersebut. Beberapa dari mereka bahkan memiliki kisah yang lebih menarik dari yang ditampilkan di film.

James Cameron, penulis naskah dan sutradara Titanic, ingin mengelilingi peran utama (yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet) dengan penumpang sungguhan, terutama mereka yang berada di kelas satu. Berikut ini di antaranya.

Margaret Brown

Salah satu karakter yang terinspirasi dari tokoh nyata adalah Margaret Brown, yang diperankan oleh Kathy Bates di film. Brown dikenal dengan julukan “Molly Brown yang Tak Bisa Tenggelam” atas aksinya pada sebelum dan sesudah bencana Titanic, April 1912.

Saat Carphatia berusaha menyelamatkan penumpang Titanic yang berhasil kabur dengan sekoci, Brown berkoordinasi dengan penumpang kelas satu lainnya, untuk menyelamatkan penyintas dari kelas bawah.

Dalam salah satu adegan yang paling berkesan di film, Brown berusaha membujuk penumpang sekoci yang sudah terisi penuh untuk kembali dan menyelamatkan lebih banyak orang.

“Meskipun perannya besar, Brown di film tetap tidak sedinamis aslinya,” kata Don Lynch, sejarawan Titanic Historical Society.

Setelah kapal karam, Brown mendirikan dan memimpin komite korban selamat. Ia membantu penguburan jenazah yang berhasil dikumpulkan. Brown juga memberikan penghargaan kepada kapten kapal Carpathia, karena telah menyelamatkan mereka.

Wallace Hartley

Tokoh nyata lainnya adalah Wallace Hartley, pemain biola yang diperankan oleh aktor Jonathan Evans-Jones.

Hartley termasuk ‘tokoh pahlawan’ di Titanic, ia tetap memainkan biola dengan band-nya ketika kapal perlahan tenggelam. Hartley melakukan itu agar penumpang tetap tenang.

“Tidak ada upaya untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Para anggota band sadar kapal akan tenggelam, tapi mereka tetap memainkan musik agar para penumpang tidak panik,” papar Lynch.

Ia menambahkan, di malam bencana itu, Hartley dan anggota band lainnya tidak ada yang selamat.

Edward John Smith

Kapten Edward John Smith juga tenggelam bersama kapalnya, baik di film maupun kehidupan nyata. Meski begitu, Tim Maltin, sejarawan yang menulis buku tentang Titanic, mengatakan cara Smith meninggal tidak seperti yang diperlihatkan di film.

“Smith sebenarnya ikut menyelam ke laut, dan membantu orang-orang menuju sekoci. Ia ditawari untuk naik sekoci, tapi menolak karena ingin menolong penumpang lain. Smith sangat heroik,” papar Maltin.

Keputusan cepat sang kapten untuk menutup pintu kedap air yang ditampilkan di film juga terjadi di dunia nyata. Menurut Paul Burns, wakil presiden dan kurator Titanic Museum Attractions, aksinya itu berhasil menyelamatkan banyak orang.

“Kecepatan berpikir Smith mencegah kapal tenggelam dari yang seharusnya. Jika ia tidak mengunci pintu, Titanic akan tenggelam ke arah yang menabrak gunung es dan kemudian terguling. Mungkin kapal itu akan tenggelam lebih cepat,” kata Paul.

Charles Joughin

Selain memasukkan Brown, Hartley, dan Kapten Smith ke dalam film, James Cameron juga menampilkan tokoh bersejarah yang meskipun hanya muncul dalam waktu singkat, tapi berkesan.

Ingatkah Anda adegan ketika Jack dan Rose memanjat buritan sebelum kapal tenggelam? Pasangan tersebut berpegangan erat ke pagar, sementara penumpang lainnya jatuh ke laut. Pada momen itu, pria di atas mereka meneguk alkohol dari botolnya dengan gugup.

Ia adalah Charles Joughin. Pada kenyataannya, Joughin merupakan tukang roti di kapal Titanic. Ia masuk ke air sambil memegang pagar kapal seperti yang dilakukan Jack dan Rose. Namun, tidak seperti Jack, Joughin berhasil selamat. Ia merupakan salah satu orang beruntung yang bisa keluar dari laut dan naik ke sekoci B.

Benjamin Guggenheim

Terakhir, ada Benjamin Guggenheim, pengusaha Amerika yang memberikan kalimat berkesan dalam film ini. 

Ketika ditawari pelampung, Guggenheim menolaknya dengan mengatakan bahwa ia sudah memakai setelan terbaik dan siap tenggelam bersama Titanic seperti seorang pria sejati. Yang mengherankan, menurut Lynch, hal itu benar-benar terjadi di dunia nyata.

Pelayan Guggenheim mengatakan, ia membantunya menyiapkan pakaian hangat. Kemudian, Guggenheim dan pelayannya naik ke dek kapal, mengenakan tuksedo, sambil mengatakan, “Kami sudah mengenakan pakaian terbaik, dan siap turun seperti tuan-tuan”.

Baca juga: The Viking, Film Paling Mematikan Dalam Sejarah