George Peabody, Bapak Kedermawanan Modern

George Peabody, Bapak Kedermawanan Modern

BIBLIOTIKA - Orang-orang semisal Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan lain-lain, tidak hanya dikenal sebagai orang-orang terkaya di dunia, tapi juga diketahui rajin beramal dan menyumbangkan kekayaannya untuk berbagai keperluan, dari pendidikan sampai kesehatan.

Aktivitas terpuji semacam itu bukan hanya terjadi di zaman sekarang. Jauh sebelum Bill Gates dan yang lain aktif menyumbangkan kekayaan untuk sesama, orang-orang kaya di masa lalu juga telah melakukan hal serupa. Satu yang paling dikenal adalah George Peabody. Bagi dunia, dia bahkan dianggap sebagai Bapak Kedermawanan Modern, karena aktivitasnya dalam beramal dan menyumbangkan kekayaan dalam jumlah besar untuk sesama.

Lahir dari keluarga keturunan pengusaha pada 27 Juli 1852, Peabody tumbuh dengan karakter yang gigih. Kegigihan itu makin terlihat kala pendidikan yang ditempuh Peabody sempat terputus saat Perang Saudara.

Perpecahan yang melanda Amerika Serikat kala itu memiskinkan keluarganya, sehingga ia terpaksa putus sekolah di usia 11 tahun. Untuk menyambung hidup serta meneruskan pendidikan yang sempat tertunda, keluarga Peabody memutuskan pindah dari tempat asalnya, yakni Georgia, menuju New York.

Tanpa adanya dana untuk bersekolah, tak menjadi penghalang bagi Peabody untuk menimba ilmu. Di New York itulah, ia menghidupi diri dan keluarga dengan magang di sebuah toko kelontong, sembari menghabiskan banyak waktu di perpustakaan Y.M.C.A. (The Young Men's Christian Association) untuk terus belajar secara otodidak.

Tak hanya membantu menafkahi keluarga dan rajin belajar, Peabody juga taat beribadah. Sosoknya kerap terlihat beribadah di gereja Brooklyn Heights. Di gereja itu pula, ia berteman baik dengan bankir muda, Spencer Trask. Karena kedekatan itu pula, pada 2 Mei 1881 Peabody menjadi mitra di firma baru milik sahabatnya, yakni Spencer Trask & Company.

Tak lama kemudian, roda kehidupan Peabody bergulir lebih baik. Hal itu terjadi setelah perusahaan investasi milik Spencer yang ia ikut danai mengalami kesuksesan. Kesuksesan itu pun menandai awal perjalanan karir Peabody dalam dunia investasi yang menguntungkan.

Selama tahun 1880-an dan 1890-an, bisnisnya bersama Spencer, yang fokus dalam bidang properti, terus meroket. Bahkan, usaha yang dimiliki Peabody ikut berperan penting dalam pembiayaan perusahaan penerangan listrik, industri gula, dan industri lainnya, seperti konstruksi kereta api di Amerika Serikat bagian barat dan Meksiko.

Dalam investasi terkait kontruksi kereta api firma tersebut, Peabody bahkan ikut turun tangan, bekerja sama dengan tokoh industri terkenal lain, yakni William J. Palmer. Selain menjadi direktur di investasi perkeretaapian, Peabody juga menjadi direktur di perusahaan lain yang dibawahi Trask.

Spencer Trask, Peabody, dan saudara kandungnya, Charles Jones Peabody, juga ikut menginvestasikan sebagian besar kekayaan yang selama ini mereka raih ke perusahaan Edison Electric Company.

Perusahaan yang didanai mereka bertiga itu pun menjadi cikal bakal kesuksesan salah satu perusahaan raksasa di Amerika yang terkenal hingga sekarang, yakni General Electric. Hal itu terjadi setelah Edison Electric Illuminating berhasil menggandeng JP Morgan pada satu payung, yakni General Electric Company, pada 1892.

George Foster Peabody juga ikut menjadi anggota dewan GE usai merger tersebut.

Dengan kesuksesan yang diraihnya, Peabody tak lupa diri. Selama hidupnya, Peabody ikut membenamkan dirinya dalam aktifitas sosial. Salah satu yang menjadi fokus utamanya adalah peningkatan pendidikan di daerah Selatan Amerika Serikat, seperti tempat asalnya, yakni di Georgia.

Karena kepeduliannya tersebut, pada 16 Maret 1867 Peabody dianugerahi Medali Emas oleh Kongres Amerika, setelah menyumbang $2 juta, atau setara dengan 36 juta dolar jika merujuk pada inflasi saat ini, sebagai sumbangannya untuk pendidikan warga di daerah Selatan AS.

Karena aksi terpujinya itulah, muncul Peabody Award sebagai penghargaan bagi mereka yang memiliki cerita hidup paling kuat, mencerahkan, dan menginspirasi, seperti sosok Peabody, di media televisi, radio, dan media online.

Baca juga: Elon Musk, di Antara Thomas Edison dan Nikola Tesla