The Viking, Film Paling Mematikan Dalam Sejarah

The Viking, Film Paling Mematikan Dalam Sejarah

BIBLIOTIKA - Proses pembuatan film melibatkan banyak orang, dari sutradara, penulis skenario, penata lokasi, sampai aktor dan aktris yang menjadi pemeran dalam kisah film. Banyak film yang menggunakan stuntmant atau pemeran pengganti, khususnya untuk film-film yang menyuguhkan aksi-aksi berbahaya. Fungsi stuntmant adalah untuk menggantikan aktor asli. Tujuannya, jika kecelakaan terjadi, sang aktor asli dapat tetap melanjutkan proses syuting film.

Bahkan meski telah digantikan stunmant pun, kadang-kadang sang aktor asli masih harus mengalami masalah seperti kecelakaan, patah tulang, dan semacamnya. Dalam proses pembuatan film The Expandables 2 (2011), misalnya, ada seorang stunmant yang tewas, sementara seorang lainnya luka parah saat menjalani adegan dalam syuting film tersebut. Bahkan Sylvester Stallone dan Arnold Schwarzenegger, yang menjadi pemeran utama dalam film tersebut, ikut mengalami luka hingga harus menjalani operasi di bagian bahu.

Meski begitu, kecelakaan paling mematikan dalam sejarah film dunia terjadi pada tahun 1931, saat pembuatan film The Viking. Film ini juga menjadi tonggak sejarah sebagai film pertama yang menampilkan suara dan dialog yang diambil langsung di lokasi. The Viking menceritakan kejadian dramatis selama ekspedisi di sepanjang pantai Newfoundland di Kanada.

Setelah semua proses syuting selesai dan semua pemain serta kru kembali, Frissell sang sutradara melakukan ricek keseluruhan rekaman, tapi dia merasa ada beberapa pengambilan gambar yang tidak berkualitas. Jadi, dia memutuskan untuk kembali membawa beberapa kru melakukan pengambilan gambar tambahan untuk melengkapi film tersebut.

The Viking, Film Paling Mematikan Dalam Sejarah

Pada tanggal 13 Maret, kapal yang mereka tumpangi terjebak di dalam es yang sulit dilewati, karena es cukup tebal. Jadi selama 2 hari mereka terjebak tanpa bisa melakukan apa pun, sampai akhirnya salah satu kru kapal memutuskan untuk meledakkan es tersebut untuk memecahkan es dan membuka kembali jalan kapal.Sebanyak 25 peti berisi dinamit mereka keluarkan dari dalam kapal, dan mulai disiapkan.

Tapi, peristiwa tragis terjadi ketika salah satu kru kapal yang bertugas menyiapkan dinamit ternyata melakukan kesalahan fatal. Dinamit tersulut api secara seketika, dan meledakkan seluruh kapal dengan sangat dahsyat. Ledakan raksasa tersebut menewaskan 27 orang, termasuk sang sutradara.

Bahkan, saking besarnya ledakan tersebut, tubuh para korban tidak bisa ditemukan karena hancur berkeping-keping.

Terlepas dari kejadian tragis dan mengerikan tersebut, The Viking tetap diluncurkan secara resmi beberapa bulan setelahnya. Secara visualisasi, banyak yang mengaggumi film tersebut, tapi secara cerita banyak yang mengatakan kurang bagus. Yang jelas, The Viking tetap dikenang karena kejadian tragis di balik proses pembuatannya.

Baca juga: Kisah dan Pelajaran dari Penipu Terbesar di Dunia