Memahami Siklus dan Perjalanan Air di Bumi

Memahami Siklus dan Perjalanan Air di Bumi

BIBLIOTIKA - Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Itu kenyataan yang sangat jelas. Setiap hari, kita butuh minum, dan tentu yang diminum adalah air, atau minuman berbahan air. Untuk makan, kita membutuhkan air dalam proses pembuatannya. Apalagi untuk makanan jenis sayuran yang berkuah.

Kemudian, setiap hari kita juga butuh mandi, membersihkan tubuh, dan lagi-lagi butuh air. Mencuci baju, atau mencuci hal-hal lain, semuanya membutuhkan air. Dan air yang dimaksud di sini tentu saja air bersih. Karena tidak mungkin minum air kotor, atau mencuci baju dengan air dari comberan.

Pernahkah kita bertanya-tanya, dari mana air yang ada di sekeliling kita? Khususnya lagi, pernahkah kita bertanya-tanya, bagaimana air bersih bisa kita dapatkan? Sebenarnya, proses air bersih yang kita dapatkan membutuhkan perjalanan yang cukup panjang.

Apakah air bersih bisa bertambah? Jawabannya tidak. Air bersih tidak bisa bertambah maupun berkurang. Karena air bersih yang dihasilkan selalu konstan. Untuk penjelasannya sebagai berikut.

Air memiliki siklus yang disebut siklus hidrologi, yaitu siklus yang menjelaskan pergerakan air yang terus menerus. Berdasarkan penjelasan di Wikipedia, pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi dapat berjalan secara terus menerus.

Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh, yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda, yaitu:

Evaporasi/transpirasi 

Air yang ada di laut, di darat, di sungai, di tanaman, dan sebagainya akan menguap ke angkasa (atmosfer), dan kemudian menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, hujan es.

Infiltrasi/perkolasi ke dalam tanah 

Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler, atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah, hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

Air permukaan  

Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat, biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain, dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).

Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.

Baca juga: Mengapa Dunia Dilanda Kekurangan Air Bersih?