Mengapa Nyamuk Makin Banyak Saat Kemarau?

Mengapa Nyamuk Makin Banyak Saat Kemarau?

BIBLIOTIKA - Jika diperhatikan, nyamuk di sekitar kita akan berkurang saat musim hujan turun, dan akan menjadi banyak ketika musim kemarau. Saat musim hujan, kita bisa nyaman karena nyamuk di sekitar kita hanya sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun, ketika musim kemarau, nyaris tidak ada tempat terbuka yang tidak ada nyamuk. Mengapa nyamuk makin banyak saat kemarau?

Nyamuk merupakan vektor pembawa virus yang paling mudah beradaptasi dengan cuaca. Perubahan iklim membuat cuaca semakin panas ternyata membuat nyamuk semakin kuat. Cuaca panas diketahui membuat nyamuk lebih suka kawin dan bertelur terus. Kondisi ini menyebabkan populasi nyamuk terus meningkat.

Suhu yang tinggi juga mempercepat siklus hidup nyamuk, dan nyamuk lahir dengan ukuran lebih kecil sehingga butuh darah lebih banyak untuk menormalkan ukurannya. Nyamuk pun lebih aktif menggigit.

Cuaca yang semakin hangat juga memperpendek masa inkubasi virus esktrinsik. Itu berarti virus dengue yang dibawa nyamuk lebih cepat beranak pinak. Yang tadinya butuh beberapa hari, sekarang siklusnya jadi lebih cepat. Akibatnya tingkat penularan juga tinggi.

Nyamuk juga pintar beradaptasi dengan lingkungan, misalnya saja telur nyamuk mampu bertahan hidup tanpa air selama 6 bulan. Hewan kecil ini bahkan mampu bertelur dalam genangan air jernih sebanyak 1 cc.

Pencegahan

Beberapa penyakit yang ditularkan vektor nyamuk dan sudah terkonfirmasi (ditemukan) di Indonesia adalah demam berdarah dengue, malaria, chikukunya, dan zika.

Pencegahan nyamuk penyebab penyakit perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekarang dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna. 

Pengendalian dengan bahan kimia yang menyebabkan nyamuk menjadi resisten juga perlu dikurangi. Beberapa zat kimia yang dibatasi adalah DDT dan organofosfat. Tadinya senyawa kimia efektif membasmi nyamuk, tetapi nyamuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, termasuk senyawa pembasmi nyamuk (DDT dan organofosfat) sehingga resisten.

Pencegahan lainnya adalah dengan perlindungan perorangan, yaitu dengan penggunaan pakaian tertutup, menggunakan insektisida rumah tangga, hingga menanam tanaman penolak nyamuk.