Negara Paling Sadis dan Tidak Aman di Dunia

Negara Paling Sadis dan Tidak Aman di Dunia

BIBLIOTIKA - Negara mana yang paling tidak aman di dunia? Guatemala bisa jadi menempati peringkat pertama untuk pertanyaan itu. Bagaimana tidak? Kasus pembunuhan di Guatemala termasuk sangat tinggi di dunia, sementara korban pembunuhan di sana—yang terjadi dari waktu ke waktu—jauh lebih banyak dari jumlah korban perang di Irak. Sementara kasus-kasus pembunuhan kerap tak terungkap, hingga para penjahat bisa terus bebas.

Apa yang lebih mengerikan, ketika suatu negara telah sampai pada kondisi semacam itu? Kisah tentang Guatemala adalah kisah tentang negara yang tumbuh bersama kekerasan, penjahat-penjahat yang mampu menyuap keadilan, dan orang-orang lemah yang menjadi korban.

Guatemala adalah negara yang letaknya ada di Amerika Tengah, tepat di selatan benua Amerika Utara. Negara kecil tersebut adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Menurut sejarah, Guatemala adalah negara yang tumbuh dan berkembang dengan kekerasan. Selama 36 tahun, Guatemala dilanda perang sipil yang mereggut lebih dari 200.000 nyawa. Perang tersebut mengakibatkan pembunuhan massal, dan jutaan orang mengungsi dari Guatemala.

Saat ini, Guatemala termasuk dalam daftar 'negara terkejam' di dunia. Sedikitnya ada 50 pembunuhan tiap 100.000 penduduk. Pada 2009, tercatat 6.451 warga tewas akibat tindakan kekerasan bersenjata.

Baru-baru ini bahkan terdengar kabar dari negara yang dipenuhi dengan kekerasan ini. Sebuah momen mengerikan terekam CCTV ketika seorang mantan model dan kandidat kuat Miss Guatemala ditembak mati di jalanan.

Rosa Otilia Ramirez (32) ditembak di belakang kepalanya pada pukul 07.00 waktu setempat, pada 19 Januari 2018, dalam perjalanan pulang seusai mengantarkan putrinya ke sekolah di Guatemala City.

CCTV merekam saat-saat terakhir Rosa. Saat itu dia tengah berjalan di trotoar, dan tak menyadari seorang pria bertopeng membuntutinya. Pria itu mengeluarkan senjata api sebelum mempercepat langkahnya mengejar Rosa.

Langkah cepat pria bertopeng itu agaknya membuat Rosa sadar ada seseorang di belakangnya. Namun, sebelum perempuan tersebut menoleh, pria itu menembakkan senapannya, dan peluru menghunjam kepala Rosa.

Perempuan itu kemudian jatuh ke trotoar, sementara lelaki bertopeng langsung melarikan diri. Saat tubuh Rosa tergeletak, beberapa mobil terlihat meluncur di jalanan yang cukup ramai di saat jam sibuk itu.

Rekaman CCTV itu ditayangkan berbagai media Guatemala, sementara polisi meminta siapa saja yang memiliki informasi soal pelaku untuk segera melapor.

Polisi mengatakan, sang pembunuh amat mengenal Rosa, dan tampaknya pembunuhan itu dilandasi alasan asmara. Meski demikian, polisi belum menyebutkan nama tersangka dan belum melakukan penangkapan.

Guatemala menduduki peringkat atas negara paling berbahaya di dunia. Di negara ini, geng kriminal berkeliaran, warga mudah mendapatkan senjata api, ditambah korupsi di tubuh kepolisian.

Pada 2009 dilaporkan, jumlah warga sipil yang tewas di Guatemala bahkan lebih banyak dibandingkan dengan di Irak yang sedang dikoyak perang. Harian The New Yorker mengabarkan, 97 persen kasus pembunuhan di negeri Amerika Tengah itu tak terpecahkan.

"Guatemala adalah tempat terbaik untuk pelaku pembunuhan. Sebab, hampir pasti pelaku akan lolos dari jerat hukum," ujar seorang pejabat PBB saat itu.

Situasi saat ini memang sudah mulai membaik, tetapi pada 2016, kepolisian Guatemala masih mencatat ada 4.500 kasus pembunuhan. Di tahun yang sama, kepolisian Guatemala juga mencatat 3.500 kasus orang hilang, 14.000 kasus kejahatan properti, serta 1.500 kasus pencurian dan penyerangan.

Baca juga: Kasus Penembakan Paling Mematikan di Amerika