Asal Usul Mafia Italia yang Jarang Diketahui

Asal Usul Mafia Italia yang Jarang Diketahui

BIBLIOTIKA - Istilah dan keberadaan mafia tersebar ke seluruh dunia, salah satunya melalui novel legendaris The Godfather yang ditulis Mario Puzo. Sebegitu populer novel itu, sampai difilmkan hingga dalam beberapa seri. Sejak itu pula, mafia kerap diangkat sebagai tema cerita, entah di film, novel, dan lain-lain.

Berdasarkan banyak cerita dan ulasan mengenai mafia, kita tahu bahwa mafia adalah organisasi penjahat yang memiliki kepemimpinan teroganisir. Mereka melakukan aneka macam kejahatan, dari pencurian sampai pembunuhan. Tetapi, sebenarnya, bagaimanakah asal usul mafia? Karena diketahui berasal dari Italia, bagaimana cikal bakal organisasi kejahatan itu terbentuk di sana?

Kamus bahasa Inggris yang diterbitkan oleh Oxford University Press mendeskripsikan mafia sebagai "An organized international body of criminals, operating originally in Sicily and now especially in Italy and the US and having a complex and ruthless behavioural code." Setelah ratusan tahun, kata mafia menjadi identik dengan pembunuhan, pemboman, dan penggelapan uang publik.

Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan sebaliknya. Mafia di Sisilia, Italia, kali pertama muncul sebagai pelindung petani, khususnya petani lemon. Adalah ilmuwan Arcangelo Dimico dari Queen's University Belfast, Alessia Isopi dari University of Manchester, dan Prof. Ola Olsson dari University of Gothenburg, yang mempulikasikan hal ini.

"Kami berpendapat bahwa mafia muncul sebagai respons terhadap melonjaknya permintaan jeruk dan lemon," tulis Arcangelo Dimico dalam jurnal yang berjudul Origins of the Sicilian Mafia: The Market for Lemons, yang dipublikasikan di The Journal of Economic History dari Cambridge University Press.

"Lebih khusus lagi, kami mengklaim bahwa mafia muncul di lokasi di mana produsen memperoleh keuntungan tinggi dari produksi jeruk untuk ekspor luar negeri," lanjutnya.

Keterkaitan mafia dengan jeruk dan lemon mulai ditelusuri pada tahun 1800-an. Pada mulanya, sejumlah orang saling bekerjasama dan beroperasi di lingkungan dengan aturan hukum yang lemah. Pada era ini, mafia melindungi produksi jeruk dari predasi dan bertindak sebagai perantara antara produsen dan eksportir.

"Dengan menggunakan data asli dari penyelidikan parlemen pada tahun 1881-1886 di kota-kota Sisilia, kami menemukan bahwa kehadiran mafia sangat terkait dengan produksi jeruk dan lemon," tulis mereka.

Jeruk dan lemon pada masa itu merupakan komiditas yang berharga. Mirip dengan rempah-rempah. Kegilaan akan jeruk dan lemon dimulai dari penelitian James Lind, dokter asal Skotlandia. James Lind membuktikan bahwa vitamin C pada jeruk dan lemon dapat mengobati penyakit pendarahan pada gusi, kulit, dan usus, merasa lemah, nyeri sendin dan kekurangan darah.

Adanya permintaan yang tinggi akan buah lemon dan jeruk membuat petani mendapat ganguan dan paksaan untuk menjual hasil pertanian mereka. Inilah yang membuat munculnya mafia, yang dimulai dengan perekrutan untuk perlindungan pribadi dan bertindak sebagai perantara antara pengecer dan eksportir di pelabuhan.

"Permintaan tinggi akan jeruk dan lemon didukung dengan kondisi geografis pulau Sisilia. Sisilia adalah pulau terbesar di Mediterania dan, mengingat posisinya sebagai pusat dalam rute perdagangan Mediterania, selalu dipertimbangkan sebagai persinggahan dikarenakan lokasi yang strategis," tulis Arcangelo Dimico.

Sisilia juga menjadi daerah yang tepat bagi lemon. Buah bernama ilmiah Citrus higaradia itu cocok dengan kondisi iklim Sisilia yang bersuhu rata-rata 10–22°C. "Pada awalnya, lemon dikenalkan oleh penjelajah Arab pada abad ke-9," tulis mereka. Setelah itu, bibit mulai ditanam dan tumbuh subur.

Ketiga peneliti juga kembali menggali akar kata mafia. Menurut mereka, kata mafioso memiliki akar dari bahasa Arab marfud yang berarti pencuri atau gerombolan pencuri.

Sebagai kesimpulan, ketiga ilmuwan ini menuliskan berbagai latar belakang yang menjadi munculnya organisasi mafia. "Kami telah menyelidiki asal-usul mafia Sisilia, analisis kami mengidentifikasi pentingnya sebuah perlindungan dalam permintaan internasional untuk lemon."

"Pendapatan yang diterima dari perdagangan lemon, dikombinasikan dengan ketidakamanan politik dan aturan hukum yang lemah, memberi kondisi ideal untuk mafia yang memberi perlindungan dan tindakan sebagai perantara," tulis mereka.

"Analisis empiris, dengan menggunakan data dari dua sumber, menunjukkan bahwa kehadiran mafia sangat terkait dengan produksi buah sitrus. Hasilnya terus berlanjut saat kita memasukkan beberapa variabel kontrol, masalah endogenitas, dan memasukkan dua ketergantungan yang berbeda variabel. Kami percaya bahwa hasil kami berkontribusi untuk menyoroti kemunculan salah satu institusi ekonomi paling berbahaya di Eropa selama era modern," mereka menyimpulkan.

Baca juga: Negara Paling Sadis dan Tidak Aman di Dunia