Memahami Keberadaan Lilin pada Kulit Buah-buahan

 Memahami Keberadaan Lilin pada Kulit Buah-buahan

BIBLIOTIKA - Di supermarket atau di kios buah, sering terdapat buah-buahan impor, semisal apel, melon, dan lainnya. Sebagian besar buah-buahan impor tersebut, khususnya apel, biasa dilapisi lilin untuk menjaga kesegaran buah. Bagaimana pun, buah itu melewati perjalanan panjang saat akan diekspor ke negara lain, sejak panen, pengepakan, pengiriman, hingga sampai di tempat tujuan, untuk kemudian dipajang di kios atau supermarket.

Bahkan, penggunaan lilin pada buah dan sayuran segar, yang ditujukan sebagai pengawet, telah dimulai sejak tahun 1920-an. Tujuannya tentu sama, yaitu untuk memperpanjang usia buah, agar tidak lekas busuk. Selain apel, buah-buahan lain yang juga sering dilapisi lilin di antaranya adalah jeruk, tomat, dan mentimun, sehingga tampak lebih licin dan mengilap.

Banyak orang bertanya-tanya, apakah lapisan lilin itu aman? Sering kali, saat makan buah, kita langsung memakannya karena melihat kondisi buah yang tampak bersih. Jika ternyata buah tersebut memiliki lapisan lilin, dan kita tidak memperhatikan, lalu lilin itu tertelan dan masuk ke dalam tubuh, apakah aman?

Pertama, kita perlu mengetahui, bahwa lilin yang digunakan untuk melapisi buah bukan lilin untuk penerangan sebagaimana yang kita kenal. Bukan pula jenis lilin yang biasa dijadikan bahan mainan anak-anak. Lilin yang digunakan untk melapisi buah-buahan adalah lilin yang memang ditujukan untuk melapisi buah, dan lilin tersebut memiliki struktur yang mirip dengan lilin yang dikeluarkan tanaman secara alami.

Buah apel, misalnya, secara alami juga mengeluarkan lilin atau lemak, namun lapisan lilin alami itu cepat menguap atau hilang. Sementara lilin yang digunakan untuk melapisi apel atau buah-buahan lain ditujukan untuk melapisi lilin alami yang memang sudah terdapat pada buah-buahan, dengan tujuan agar lapisan lemak alami tidak cepat hilang.

Karenanya, lilin itu pun memiliki struktur yang sama dengan lilin alami yang sudah terdapat pada buah. Dengan kata lain, kalau pun lapisan lilin pada buah itu tertelan, bisa dibilang tidak masalah.

Di tempat pengemasan buah, lapisan lilin itu semula berbentuk cair, lalu buah-buah dicelupkan sesaat ke dalamnya, dan mengering. Selain untuk menjaga kesegaran buah, lapisan lilin itu juga dimaksudkan untuk menjaga buah dari kemungkinan benturan selama masa penyimpanan dan pengiriman. Dengan adanya lapisan lilin tersebut, kondisi buah akan tetap mulus hingga sampai ke tangan konsumen.

Meski begitu, kita tetap harus hati-hati saat akan mengonsumsi buah-buahan. Meski lapisan lilin pada buah bisa dibilang aman dan tidak masalah jika tertelan, jauh lebih baik jika kita mencucinya terlebih dulu. Mencuci buah tidak hanya untuk memastikan buah yang akan kita makan benar-benar bersih, namun juga untuk menjamin bahwa buah itu aman dari kemungkinan adanya residu pestisida atau lilin yang melapisinya.

Selain itu, lapisan lilin sering kali tidak mudah larut dalam air. Jika Anda ingin mengonsumsi buah dalam keadaan benar-benar bersih tanpa lapisan lilin, Anda bisa menggunakan sabun khusus pencuci buah dan sayur dengan formula yang aman, untuk mencucinya terlebih dulu sebelum memakannya.