Indonesia di Ambang Krisis Air Bersih

Indonesia di Ambang Krisis Air Bersih

BIBLIOTIKA - Disadari atau tidak, Indonesia saat ini sedang ada di ambang krisis air bersih. Di masa lalu, orang-orang di mana pun bisa mendapatkan air bersih dengan mudah, karena jumlahnya melimpah ruah. Di sungai, di sumur-sumur, di sumber-sumber mata air, dan lain-lain. Tetapi, kini, air bersih mulai berkurang, terus berkurang, dan hari demi hari orang makin kesulitan mendapatkan air bersih.

Jika di masa lalu orang bisa mendapatkan air dari sumur-sumur yang dibuat di rumah, sekarang air sumur sudah tidak bisa digunakan. Bisa karena berbau, atau karena terkontaminasi zat-zat tertentu. Sebagai gantinya, orang-orang zaman sekarang menggunakan air PAM.

Sungai-sungai yang dulu mengalirkan air bersih juga sekarang kotor, karena aneka limbah dan sampah. Akibatnya, jika di masa lalu orang bisa memanfaatkan air sungai, misal untuk mencuci baju, sekarang tidak bisa lagi. Karena air telah kotor dan bahkan kadang beracun. Ini belum lagi membicarakan kebutuhan manusia terhadap air, khususnya untuk bertahan hidup.

Seperti kita tahu, manusia adalah mahluk hidup yang sangat bergantung pada air bersih. Setiap hari, kita dianjurkan untuk mengonsumsi air bersih sebanyak 2 liter. Dan tanpa sadar terkadang kita mengonsumsi air bersih lebih dari 2 liter. Bangun tidur kita minum air bersih, habis sarapan, habis makan siang, habis makan malam, setelah berolahraga, hingga mau tidur pun kita mengonsumsi air bersih. Bahkan kalau disuruh pilih, tidak makan seminggu dengan tidak minum seminggu, pasti orang-orang lebih pilih tidak makan seminggu.

Manusia bukan mahluk seperti hewan dan tanaman yang mampu bertahan dengan mengonsumsi air kotor. Sebesar 72% dari tubuh manusia adalah air. Yang tersebar pada paru-paru, darah, kulit, otot, otak, dan tulang. Jadi itulah sebabnya kenapa manusia sangat tergantung pada air, terutama air bersih.

Manusia memang mampu mengonsumsi air kotor, tapi hal ini akan menyebabkan banyak penyakit seperti diare, gondokan, kaki gajah, hingga kanker. Ini karena kandungan bakteri yang ada pada air kotor, seperti E. Coli, Hepatitis A, Salmonella dan lain-lain.

Sedangkan hewan masih tetap bisa bertahan dengan mengonsumsi air kotor, karena hewan sudah terbiasa mengonsumsinya. Mereka terbiasa dengan air kotor yang berisi bakteri, mikroba, dan sebagainya, maka tubuh hewan-hewan itu membentuk resistansi. Sistem imun atau pertahanan tubuh hewan-hewan sudah sangat mengenali bakteri-bakteri yang terdapat dalam air, sehingga bisa dengan mudah membunuh bakteri-bakteri dan mikroorganisme dalam air yang terminum.

Indonesia, dengan seluruh wilayahnya, sering mengalami krisis air bersih. Hal ini sering dialami saat musim kemarau. Bagi saudara kita yang tinggal di kabupaten dan desa yang ada di pulau Jawa, mereka selalu mengalami kekeringan. Dan ini pun sering terjadi di Indonesia setiap tahun.

Hal ini baru terjadi selama beberapa tahun terakhir, lau bagaimana kondisi Indonesia 5 tahun ke depan hingga 50 tahun ke depan, di zaman anak cucu kita nanti?

Baca juga: Mengapa Kita Tidak Boleh Mengonsumsi Air Laut?