Apa Penyebab Bencana Tanah Bergerak?

Apa Penyebab Bencana Tanah Bergerak?

BIBLIOTIKA - Di Indonesia, ada beragam bencana yang bisa terjadi kapan saja. Dari gempa bumi, banjir, longsor, gunung meletus, angin topan, sampai tanah bergerak. Untuk hal yang terakhir, tanah bergerak, mungkin tidak sepopuler bencana lain, karena memang paling jarang terjadi. Meski begitu, sebagaimana umumnya bencana, tanah bergerak juga menimbulkan masalah, dari kerugian materi sampai korban jiwa.

Jika banjir disebabkan air yang meluap dan gempa bumi disebabkan pergeseran lempeng tektonik, apa penyebab bencana tanah bergerak?

Menurut Peneliti Pusat Peneliti Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adrin Tohari, tanah bergerak terjadi dikarenakan curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Tanah bergerak pemicunya curah hujan, yang menyebabkan muka air tanah naik, kemudian menyebabkan kekuatan tanah berkurang, sehingga bergerak secara perlahan.

Itulah penyebab utama tanah bergerak. Namun, pergerakan kontur tanah tak hanya dari hujan yang terus menerus. Biasanya memang dari kontur tanahnya yang memang rawan, seperti gembur dan mudah longsor.

Tanah bergerak tak lepas juga dari fenomena longsor, atau disebut juga mass wasting atau pergerakan massa batuan, yang merupakan gerakan serpihan batuan karena proses pelapukan dan sedimentasi yang menuruni lereng, karena adanya pengaruh gaya gravitasi (gaya berat).

Peristiwa mass wasting dapat mengubah bentang alam, khususnya jika skalanya besar. Salah satu contoh mass wasting adalah tanah bergerak dan longsor. Saat ini, tanah longsor termasuk bencana yang berbahaya, karena dapat merusak permukiman dalam waktu singkat, sehingga mengakibatkan banyak korban jiwa maupun materi, karena terjadinya tiba-tiba dan tak bisa diprediksi.

Peristiwa mass wasting dapat terjadi karena adanya pengaruh kombinasi beberapa faktor, seperti kemiringan lereng, pengaruh gravitasi, dan pengaruh air di bawah tanah.

Tanah yang berpotensi terkena erosi dan menimbulkan pergerakan tanah, merupakan awal terjadinya tanah terbelah, karena adanya aktivitas pergerakan tanah yang merayap pelan-pelan, timbul retakan, dan akhirnya berujung longsor.

Itu semua dapat terjadi karena beberapa hal. Pertama, sifat fisik tanah pelapukan yang tebal. Kedua, tanahnya bersifat gembur. Ketiga, tanahnya mudah menyerap air sehingga tanah menjadi jenuh saat hujan mengguyur dan terus-menerus, dan akhirnya tanah bergerak. Keempat, kondisi lereng terjal. Diperkirakan ada bidang gelincir antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar.

Bila hujan mengguyur, tanah yang gembur akan bergerak tergelincir dari batuan dasar. Timbullah retakan dan disusul longsor. Ini tak ada hubungannya dengan lempengan tektonik, tapi murni karena jenis tanah yang gembur.

Selain itu, bisa juga vegetasi atau tumbuhan di alam liar berkurang, pohon-pohon besar ditebangi, hingga tak ada penahan penyerapan air pada tanah, hingga akhirnya memicu tanah bergerak dan membuat longsor.

Baca juga: Nasib Manusia di Bawah Ancaman Perubahan Iklim Global