8 Alasan yang Membunuh Impian Sukses

8 Alasan yang Membunuh Impian Sukses

BIBLIOTIKA - Kegagalan selalu punya alasan, karena orang-orang gagal selalu berusaha merasionalisasi kegagalan yang mereka alami. Dari alasan kesehatan, usia, pendidikan, dan lain-lain. Padahal, kesuksesan tidak dibangun dengan alasan, melainkan dengan usaha dan kerja keras.

Semua orang tentu punya impian terkait kesuksesan yang ingin diraih, atau cita-cita yang ingin dikejar. Tetapi, tidak setiap orang mampu mencapai impian atau meraih cita-citanya. Mereka yang gagal atau tidak mampu meraih impian itu biasanya akan menyodorkan setumpuk alasan.

Dari sekian banyak alasan yang biasa digunakan orang-orang gagal, setidaknya ada delapan alasan terkenal yang sering diajukan. Padahal, delapan alasan ini tidak memiliki fungsi apa-apa, selain hanya menjadi pembunuh impian kita sendiri.

Tidak punya gelar

Banyak orang yang berpikir jika ingin masuk ke dalam bidang tertentu, harus memiliki gelar di bidang itu. Faktanya tidak selalu seperti itu.

Bayangkan jika kita suka memasak dan ingin menjadi seorang koki, tapi kita tidak pernah lulus dan mendapat gelar dari sekolah masak mana pun. Lalu, apakah itu akan menghentikan kita dari kesenangan memasak?

Faktanya, kita malah harus lebih sering memasak untuk mendapatkan gelar koki, bahkan tanpa perlu sekolah di sekolah memasak. Jadi intinya, kita tidak selalu perlu memiliki gelar untuk masuk ke bidang tertentu, justru kita masuk ke bidang tersebut untuk mendapatkan gelarnya.

Tidak punya pengalaman

Mungkin lebih tepat jika disebut "tidak mau mencari", daripada “tidak punya” pengalaman. Karena jika sudah memiliki kepercayaan diri, orang pasti akan menemukan jalan untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Bagaimana caranya?

Dengan rasa percaya diri yang tinggi, kita akan mudah bertanya pada setiap orang yang sudah ahli di bidang yang ingin kita geluti. Dari situ, kita bisa mendapatkan banyak pengalaman. Tapi jika kita tidak percaya diri, sampai kapan pun tidak akan punya pengalaman, karena kita sama sekali tidak ingin mencari.

Umur yang sudah tua

Kita pasti tahu restoran cepat saji McDonald's. Restoran itu didirikan oleh Ray Kroc, ketika dia berumur 55 tahun. Di usia setua itulah, dia memutuskan untuk membuka bisnis restoran burger itu. Sementara Ronald Reagan mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat di usia 69 tahun, dan memenangkannya.

Dari orang-orang itu sudah bisa dibuktikan bahwa umur hanyalah angka. Yang terpenting adalah kedewasaan dalam menggunakan kesempatan di umur kita sekarang.

Kesehatan

Banyak orang yang mengalami kegemukan mengatakan tidak bisa berolahraga untuk menurunkan berat badan, karena memiliki penyakit asma. Pertanyaan yang muncul adalah; "Memang menurunkan berat badan harus dengan berolahraga saja?"

Contoh yang bagus untuk yang satu ini adalah Stevie Wonders. Semua orang tahu bahwa dia tunanetra. Tapi dia menjadi musisi yang sangat disegani. Atau Hellen Keller, wanita tunanetra, tunarungu, tunawicara, yang menjadi penulis, aktivis politik, bahkan dosen di Amerika Serikat.

Banyak sekali orang yang menjadi contoh hebat, yang memiliki kekurangan. Tapi, terkadang, kita pusing sedikit saja sudah menyerah.

Tidak punya waktu

Banyak orang yang mengatakan, "Aku tidak punya waktu untuk mewujudkan impianku". Mungkin lebih masuk akal jika kita mengubah kata-kata itu menjadi, "Aku tidak menyediakan waktu untuk mewujudkan impianku." Manakah yang lebih masuk akal?

Banyak orang yang mengatakan ingin sukses, tapi sama sekali tidak meluangkan waktu untuk memikirkan cara mewujudkan impiannya. Banyak orang yang bilang, "Jalanin ajah, nanti juga bakal terwujud". Tapi pertanyaannya adalah, "Sampai kapan?"

Tidak ada yang mendukung

Banyak orang yang bilang tidak ada yang mendukungnya. Tapi pikirkan ini. Kita benar-benar berpikir tidak ada yang mendukung, atau itu hanya skenario kita untuk merasionalisasi kegagalan kita karena tidak mampu mewujudkan impian?

Bisa jadi, karena merasa sudah tidak ada harapan lagi, orang mulai menyalahkan orang di sekitarnya, dan membuat seolah-olah mereka adalah penyebabnya.

Tidak punya modal

Alasan yang terakhir dan terbesar, tidak lain dan tidak bukan adalah tidak punya modal, atau bisa dibilang tidak punya uang. Banyak orang yang mengatakan ingin membangun usaha. Tapi tidak punya modal untuk melakukannya. Tetapi, apa susahnya mengubah pemikiran itu dengan, "Aku akan mencari modal, agar bisa melakukannya".

Mintalah pada Tuhan untuk menunjukkan jalan bagaimana cara mendapatkan uang. Setelah itu berusaha dan bekerja keraslah. Bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan cara yang tak terduga untuk mendapatkan uang atau modal yang dibutuhkan. Yang penting tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa.

Jenis kelamin atau ras

"Keunggulan adalah cara terbaik untuk mencegah rasisme," kata Oprah Winfrey. Perkataan itu sangat benar. Coba kita lihat, kenapa banyak pemain NBA yang berkulit hitam? Apakah mereka pernah mengalami pengalaman rasis? Mungkin ya. Tapi jika mampu membuktikan dirinya unggul dari orang lain, mereka pun tidak akan dipandang jenis kelamin maupun rasnya. LeBron James dan Michael Jordan bisa menjadi contoh.

Jadi, jika kita tidak ingin merasa didiskriminasi karena ras atau warna kulit, coba buktikan bahwa kita lebih baik, dan orang-orang pun akan mengakui.

Baca juga: Cara Berpikir Orang-orang Super Kaya