Makanan-makanan Tidak Sehat yang Biasa Ada di Kulkas

Makanan-makanan Tidak Sehat yang Biasa Ada di Kulkas

BIBLIOTIKA - Kulkas atau lemari es telah menjadi alat multifungsi—tidak hanya sebagai sarana pendingin makanan dan minuman, tapi juga menjadi tempat penyimpanan bahan makanan dan minuman. Biasanya, kita memasukkan aneka makanan dan minuman yang dibutuhkan sehari-hari ke dalam kulkas, dengan tujuan agar masih segar saat dikonsumsi.

Menyimpan makanan atau minuman dalam kulkas tentu saja tidak masalah. Yang kadang menjadi masalah adalah makanan dan minuman yang kita simpan tersebut—termasuk makanan sehat atau tidak. Karenanya, salah satu solusi untuk hidup sehat adalah mengendalikan apa saja yang kita simpan di dalam kulkas. Berikut ini beberapa makanan tidak sehat yang biasa ada—atau mungkin ada—di dalam kulkas rumah kita.

Mayones putih dan creamy

Mayones adalah penambah citarasa yang dapat menaikkan kalori serta lemak dalam tubuh kita dengan sangat cepat.

Sebenarnya, tidak masalah mengonsumsi mayones, selama takarannya wajar, yaitu satu atau dua sendok teh setiap hari. Yang kadang menjadi masalah, para penggila mayones sering kali merasa ada yang kurang jika menggunakan mayones dalam takaran sedikit. Akibatnya, mereka pun selalu menambahkan mayones hingga takarannya kadang mencapai seperempat mangkuk, dengan 360 kalori dan 40 gram lemak.

Jika Anda kebetulan orang yang sangat menggilai mayones, sebaiknya pilihlah mayones yang rendah kalori namun tetap bisa dinikmati. Beberapa mayones yang harus dihindari adalah mustard, BBQ sauce, salsa chili, atau taco sauce. Jika masih ingin menikmatinya, gunakanlah dalam jumlah wajar, yaitu dua sendok teh.

Minuman soda atau manis

Minuman soda atau minuman manis bisa dibilang nyaris ada di setiap kulkas rumah kita. Minuman-minuman semacam itu biasanya berbentuk kemasan kotak, botolan, atau lainnya, yang kita peroleh dari swalayan atau supermarket. Memang terasa menyegarkan ketika diminum, sayangnya minuman semacam itu tergolong tidak bernutrisi namun memiliki kalori sangat tinggi.

Banyak orang yang bisa dibilang sangat hati-hati dalam mengonsumsi makanan berlemak, namun biasa mengonsumsi minuman manis atau soda. Itu sebenarnya sama saja, karena sama-sama memasukkan kalori tinggi ke dalam tubuh. Lebih parah lagi jika orang-orang itu juga menikmati makanan berlemak, hingga ekstra kalori pun bertambah dalam tubuh.

Sebagai solusi yang lebih sehat, gantilah minuman manis dan soda dengan air putih. Air putih adalah cairan paling cocok untuk tubuh agar tetap terhidrasi. Namun, jika kita ingin variasi, cobalah teh hijau atau teh hitam. Dua jenis teh itu tidak hanya akan membuat kita terhidrasi, namun juga menyuplai antioksidan ke dalam tubuh.

Daging olahan

Daging olahan adalah daging yang dibuat dengan proses pengasapan atau penggaraman. Ham atau bologna adalah contoh daging olahan yang kaya sodium serta lemak. American Institute for Cancer Research bahkan mencurigai zat kimia tambahan yang digunakan dalam proses pengolahan daging tersebut berpotensi memicu munculnya sel-sel kanker dalam tubuh.

Daripada memberikan risiko pada tubuh, jauh lebih baik jika kita mengganti daging olahan di kulkas dengan ikan-ikan segar atau daging ayam potong. Keduanya juga memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh.

Hotdog dan sosis 

Hotdog dan sosis biasa dipilih karena faktor kepraktisannya sebagai bahan pangan. Namun, hotdog dan sosis termasuk dalam daging olahan, yang juga tergolong sebagai makanan tidak sehat.

Hal itu karena kedua makanan tersebut mengandung sodium tinggi (520-680 miligram per 200 gram penyajian) dan lemak (total lemak 23 gram dan 7 gram lemak jenuh per sajian). “Itu takaran yang berlebihan bagi tubuh kita,” ujar Elaine Magee, pakar nutrisi yang telah menulis lebih dari 25 buku mengenai nutrisi.

Sebagai solusi yang lebih sehat, cobalah ganti dengan daging ayam, ikan, atau udang, sebagai bahan baku untuk dimasak dalam waktu singkat. Masakan-masakan itu juga tidak kalah nikmat, sekaligus lebih sehat.

Produk olahan susu 

Produk olahan susu memang mengandung protein, kalsium, vitamin B-12, dan riboflavin, yang sangat berguna bagi tubuh. Namun, yang juga perlu kita perhatikan adalah kandungan lemak dan kolesterol yang ada di dalamnya.

Misalnya, jika kita mengonsumsi 1.600 gram olahan susu dalam sehari, maka kalori yang masuk ke dalam tubuh adalah 1.904, yang terdiri dari 105 gram lemak, 59,5 gram lemak jenuh, dan 315 miligram kolesterol. Takaran itu seharusnya kita nikmati dalam seminggu, bukan sehari.

Bagaimana solusinya? Pilihlah produk olahan susu yang rendah lemak. Selain itu, hampir semua susu, keju, yoghurt, atau keju krim, memberikan pilihan yang rendah lemak.

French fries beku 

French fries atau kentang goreng tidak hanya menjadi makanan orang Amerika, tetapi telah menjadi makanan “umum” di berbagai berlahan dunia. Penduduk Indonesia yang sebelumnya tidak mengenal jenis makanan ini pun sekarang telah akrab dengan french fries, dan banyak orang yang mengonsumsinya sebagai sarapan, makan siang, atau makan malam. Karenanya pula, french fries pun sering terdapat di kulkas rumah kita.

Yang jadi masalah, kentang goreng tidak bisa dibilang sebagai makanan sehat. Dalam sajian kecilnya saja, sekitar 300 gram, kentang goreng mengandung 8-11 gram lemak, 3 gram lemak jenuh, dan 390-540 miligram sodium. Itu pun masih ditambah 190 kalori yang terdapat dalam setiap sajian 300 gram. Padahal, jika kita perhatikan, 300 gram kentang goreng tampak sedikit sekali, hingga mungkin kita mengonsumsinya dalam jumlah lebih banyak.

Sebagai solusi yang lebih baik, jika kita memang masih ingin menikmati kentang, ubahlah cara memasaknya. Ganti kentang goreng dengan kentang rebus atau panggang. Itu akan memberikan nutrisi yang sama, namun tanpa lemak, tanpa lemak jenuh, juga tanpa sodium.