Makanan dan Minuman yang Membuat Anda Cepat Tua

Makanan dan Minuman yang Membuat Anda Cepat Tua

BIBLIOTIKA - Salah satu jenis makanan yang terasa nikmat di lidah adalah makanan-makanan manis. Sayangnya, yang enak di lidah kadang bukan jaminan sehat. Kenyataannya, makanan-makanan manis justru dapat membuat orang cepat tua.

Secara medis, menjadi tua terjadi karena adanya proses penuaan sel yang dipengaruhi oleh inflamasi. Karenanya, jika ingin tampak awet muda, kita harus menghindarkan faktor-faktor yang dapat menimbulkan inflamasi. Penyebab inflamasi umumnya datang dari makanan, misalnya makanan yang manis-manis, kaya karbohidrat sederhana, juga kaya lemak.

Sebaliknya, orang yang awet muda umumnya memiliki usia biologis yang terjaga dengan baik, dan hal itu disebabkan proses inflamasi sel-sel yang tertunda, karena pemilihan makanan yang tepat. Orang-orang semacam itu biasanya memakan makanan yang rendah gula, juga rendah lemak jenuh.

Orang yang memiliki tanda-tanda usia biologis yang baik dapat dilihat dari tekanan darah yang terkontrol baik, memiliki kebugaran pada saat beraktivitas, kekuatan genggam yang bagus, daya pikir tajam, kulit bercahaya, dan mata bersinar. Jadi, awet muda bisa dibilang memiliki usia biologis yang lebih muda dibanding usia kronologis. Misalnya telah berusia 60 tahun tapi fisiknya masih seperti berusia 40 tahun.

Kembali pada makanan-makanan manis. Gula, yang menjadi sumber manis pada makanan, memang baik untuk tubuh karena berguna sebagai sumber karbohidrat kompleks, terutama yang berasal dari buah-buahan. Namun ada juga gula yang tidak baik, yaitu yang kaya karbohidrat sederhana (gula putih, gula merah). Selain gula, berikut ini makanan-makanan lain yang dapat mempercepat proses penuaan.

Minuman berkarbonasi

Riset tentang gizi yang dilakukan para pakar di Harvard School of Public Health menemukan, bahwa mengonsumsi sekaleng minuman berkarbonasi setiap hari bisa menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan 7 kilogram dalam setahun.

Minuman berkarbonasi memiliki kadar gula tinggi dan rendah nutrisi. Gula pada minuman itu juga dapat memicu obesitas, sehingga meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, masalah jantung, hingga stroke.

Sosis

Sosis adalah makanan lezat, tapi sayangnya riset yang dilakukan di Eropa menemukan bahwa sosis dapat memicu kanker kolorektal. Hal itu terjadi karena sosis mengandung zat N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Zat itu terbentuk ketika bahan tambahan nitrit dicampurkan dengan daging olahan.

Selain itu, sosis juga biasanya dibuat dari daging berlemak. Zat-zat kimia dan bahan tambahan lainnya dalam sosis bisa membuat organ liver orang yang memakannya bekerja lebih keras menetralkannya.

Kopi

Semua orang tahu kopi mengandung kafein. Yang mungkin masih jarang diketahui, kafein adalah zat yang dapat meningkatkan hormon stres, dan pengaruh yang ditimbulkannya mampu bertahan hingga berjam-jam setelah dikonsumsi.

Padahal, salah satu kontribusi terbesar dari penuaan dini adalah hormon stres yang disebut kortisol. Kadar kortisol yang meningkat membuat otot-otot menjadi letih, sehingga membuatnya menjadi cepat menyusut.

Keripik dan kentang goreng

Keripik kentang dan kentang goreng diproses dengan cara penggorengan pada suhu yang sangat tinggi, sehingga memicu pembentukan lemak jenis trans-fat. Kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung lemak trans-fat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.

Pastri yang mengandung gula

Makanan ini mengandung banyak gula, sehingga dapat memicu obesitas. Pastri juga sering dibuat dengan minyak yang terhidrogenasi, sehingga mengandung trans-fat.

Minyak terhidrogenasi dibuat dengan cara menambahkan hidrogen pada minyak cair untuk menjadikannya lebih padat, sehingga lebih mudah disimpan. Namun, proses itu menjadikan minyak juga menghasilkan trans-fat.

Trans-fat meningkatkan risiko penyakit jantung lebih besar daripada lemak jenuh, karena dapat menekan kolesterol baik (LDL) dan meningkatkan kolesterol jahat (HDL) dalam peredaran darah. Selain itu, kombinasi gula dan trans-fat akan membuat pankreas dan liver bekerja lebih keras.

Menurut para ahli, memaksakan organ berkerja lebih keras sama artinya mengundang radikal bebas. Jika asupan makanan anti penuaan tidak mencukupi untuk melawan radikal bebas, maka tubuh bisa menua lebih cepat dan lebih rentan terhadap penyakit.

Daging merah

Daging merah memang mengandung protein yang penting bagi perbaikan jaringan tubuh. Namun, terlalu banyak menyantap protein hewani juga dapat memicu hilangnya kadar kalsium dari tulang, sehingga mengundang risiko osteoporosis.  Beberapa riset menunjukkan bahwa asupan protein yang tinggi di usia pertengahan berkaitan dengan peradangan poliartritis, yaitu peradangan yang terjadi pada lebih dari satu jenis sendi.

Nasi putih dan roti putih

Mungkin terdengar mengejutkan bahwa nasi putih termasuk makanan yang dapat mempercepat proses penuaan. Kenyataannya, nasi putih dan roti putih mengandung sedikit serat, sehingga masuk dalam kategori makanan dengan indeks glikemik tinggi. Makanan-makanan tersebut dicerna dan diserap ke dalam peredaran darah dengan sangat cepat, sehingga membuat kadar gula melonjak dalam waktu singkat.

Proses itu kemudian membuat sel berubah dan menua lebih cepat, sehingga meningkatkan risiko penyakit-penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kandung empedu, penyakit jantung, alzheimer, dan beberapa jenis kanker. Selain nasi putih dan roti putih, makanan lain dengan indeks glkemik tinggi adalah kentang tumbuk, gandum olahan, dan sereal bergula.

Baca juga: Makanan-makanan Enak tapi Mengandung Lemak Trans