Sejarah Konflik Thomas Edison dan Nikola Tesla

Sejarah Konflik Thomas Edison dan Nikola Tesla

BIBLIOTIKA - Thomas Edison dan Nikola Tesla adalah dua nama besar yang dikenal dunia sebagai penemu-penemu hebat. Thomas Edison dikenang karena penemuannya atas lampu pijar, sementara Nikola Tesla dikenang karena penemuannya atas listrik AC.

Yang menarik dari kedua ilmuwan besar itu bukan hanya penemuan-penemuan mereka yang hebat, namun juga kisah konflik yang terjadi di antara mereka. Meski konflik yang terjadi di antara dua orang itu bisa dibilang tidak jelas—karena tidak ada literatur yang secara pasti menjelaskannya—namun banyak orang di masa kini yang terpecah dalam dua kubu. Satu kubu sangat mengidolakan Nikola Tesla, satu kubu lain mengidolakan Edison.

Bagaimana sebenarnya kisah mereka berdua, dan konflik apa yang mungkin mereka alami?

Nikola Tesla adalah penemu hebat dan salah satu orang terpenting dalam masa transisi pemanfaatan energi listrik. Kontribusinya dalam generator AC modern yang jauh lebih efisien memungkinkan listrik AC menjadi sistem transmisi listrik skala besar seperti yang kita saksikan saat ini.

Tesla mendedikasikan hidupnya untuk membuat alat yang berguna untuk kemanusiaan. Mulai dari teknologi listrik, remote control, x-ray, hingga radio, baik langsung maupun tak langsung, tak lepas dari kontribusi Tesla. Kontribusi tersebut menjadikannya salah satu penemu terpenting dan seorang teknisi terbesar dalam sejarah.

Sedangkan Thomas Alva Edison (1847) adalah penemu paling produktif pada masanya. Ia paling dikenal oleh masyarakat umum karena lampu pijar modern yang ia buat. Lebih dari itu, ia memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Penemuannya juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat pada masa perang dunia.

Beberapa penelitiannya antara lain: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Ia adalah penemu yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan, sehingga menjadikannya pebisnis yang andal di samping sebagai penemu.

Tesla bekerja untuk Edison 

Pada masa mudanya, Tesla berpindah ke Perancis dan bekerja di anak perusahaan Thomas Alva Edison. Pada masa itu, Edison telah dikenal sebagai penemu produktif di Amerika. Tesla yang saat itu masih muda pun kagum dengan pencapaian Edison.

Di anak perusahaan Edison, Tesla mendapat pekerjaan untuk mendesain dan memperbaiki alat-alat listrik. Kinerjanya yang bagus membuat bos Tesla mempromosikannya agar bekerja langsung dengan Edison di Amerika.

Tesla membawa sepucuk surat dari bosnya, untuk diberikan ke Edison yang bertuliskan: “Saya kenal dua orang yang luar biasa, yang satu adalah Anda (Edison), yang satu lagi anak muda ini (Tesla)”.

Tak berselang lama setelah Tesla sampai Amerika, ia langsung bekerja bersama Edison. Tesla awalnya mengerjakan pekerjaan sederhana di awal, lalu secara cepat mendapat tugas-tugas rumit. Oleh Edison, Tesla ditawari tugas untuk mendesain ulang generator DC agar lebih efisien.

Menurut cerita, Edison saat itu bilang: “Aku akan memberimu $50.000 kalau bisa menyelesaikan tugas ini.”

Tesla pun berhasil menyelesaikan tugas itu, namun Edison malah bilang, “Tesla, kau tidak mengerti gaya bercanda orang Amerika”

Tidak berselang lama, Tesla memutuskan untuk keluar dari perusahaan Edison setelah bekerja selama enam bulan.

War of Current

Pada masa itu, industri listrik terbagi menjadi dua kubu: listrik DC (direct current) atau arus searah, dan listrik AC (alternating current) atau listrik bolak-balik. Edison berada di kubu listrik DC dengan Edison Electric Light Company, sementara Tesla berada di kubu listrik AC dengan bekerja untuk Westinghouse, di Westinghouse Electric Company.

Masing-masing kubu berlomba-lomba untuk membuat sistem yang lebih baik dan mempromosikannya ke masyarakat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kubu listrik DC sampai membunuh gajah dengan setrum listrik AC, untuk menunjukkan bahwa listrik AC berbahaya.

Tapi ini tidak benar.

Kejadian itu dilakukan tahun 1903 di mana War of Current sudah selesai, dan Edison sendiri sudah keluar dari perusahaan listriknya. Jadi kejadian ini tidak bersangkutan secara langsung dengan Edison dan war of current. Sementara itu, untuk mempromosikan listrik AC, Tesla berdiri di atas panggung dan mengalirkan listrik AC melewati tubuhnya.

War of current berakhir ketika investor perusahaan Edison memintanya untuk memakai listrik AC. Pada akhirnya, Edison pun mengakui bahwa dia salah dalam memperkirakan potensi listrik AC.

Setelah perseteruan ini, Westinghouse memenangkan lelang proyek pembangkit listrik yang memanfaatkan air terjun Niagara. Westinghouse dan Tesla membangun pembangkit listrik besar bertenaga air pertama di dunia.

Saat itu, belum ada teknologi yang sanggup memanfaatkan energi yang sangat besar seperti itu. Berkat mereka berdua, tenaga yang sangat besar dari air terjun Niagara bisa dikonversi menjadi listrik dan ditransmisikan jarak jauh, menerangi seluruh kota New York dengan sistem listrik AC.

Teknologi ini menjadi pionir dan diterapkan di berbagai wilayah di Amerika dan dunia. Setelah sistem listrik AC Tesla berkembang, dia mendapatkan uang banyak dari paten-paten miliknya.